Tragedi Kematian Ibu dan Bayi, Viral Di Media Sosial - Lensa Warta

Menu

Mode Gelap
98 PNS Lumajang Terima SK dan Diambil Sumpah, Bupati Tekankan Integritas Pantai Lumajang Padat Saat Kupatan, Perputaran Ekonomi Meningkat Bupati Lumajang: Kebersihan Pantai Jadi Kunci Wisata Berkelanjutan Cegah Sejak Dini, Bupati Lumajang Ajak Warga Rutin Periksa Kesehatan Jantung Tak Hanya Jaga di Darat, SAR Lumajang Turun ke Laut Amankan Wisata Lebaran

Nasional · 20 Des 2023 14:11 WIB ·

Tragedi Kematian Ibu dan Bayi, Viral Di Media Sosial


 Tragedi Kematian Ibu dan Bayi, Viral Di Media Sosial Perbesar

Indramayu – Sebuah video yang menggambarkan suasana haru di ruang jenazah rumah sakit di Indramayu, Jawa Barat, menjadi viral di media sosial. Kejadian tersebut terkait dengan dugaan malapraktik yang diduga menyebabkan kematian seorang ibu, Kartini (23), dan bayinya.

Dalam video yang diunggah oleh akun Instagram @indramayuinfo pada Rabu (20/12/2023), terlihat isak tangis keluarga yang menuding rumah sakit, khususnya tenaga medis, sebagai penyebab kematian ibu dan bayinya.

Pasangan suami-istri, Tarsun dan Kartini, mengalami tragedi tersebut saat Kartini sedang melahirkan.

Baca juga : Polisi Menegur Pemotor yang Masuk Tol Jagorawi

Menurut Tarsun, mereka pertama kali mendatangi Puskesmas Kertawinangun untuk melahirkan, namun kemudian dirujuk ke RSUD MA Sentot Patrol Indramayu.

Saat tiba di rumah sakit, keluarga merasa tidak nyaman dengan sikap tenaga medis yang dianggap tidak ramah dan lamban dalam menangani pasien.

Proses penanganan Kartini bahkan baru dimulai dua hingga tiga jam setelah kedatangan, dengan alasan bahwa Kartini masih dalam pembukaan pertama.

Baca juga : Puluhan Jurnalis Lumajang Ikuti Pelatihan

Tarsun mengungkapkan bahwa istri yang kesakitan saat hendak melahirkan mengalami penanganan yang sangat terlambat.

Puncak tragedi terjadi ketika seorang bidan yang menangani Kasus tersebut melakukan tindakan yang disebut oleh Tarsun sebagai “nggak pelan-pelan.”

Bidan tersebut diklaim memotong vagina Kartini secara dalam, menyebabkan pendarahan. Selain itu, saat kepala bayi sudah keluar setengahnya, tali pusar bayi langsung dipotong, dan bayi itu meninggal dunia.

Baca juga : Sekda Agus Triyono Senang, Diadakan Pelatihan Jurnalistik

Suti, saudara korban yang juga merekam video viral tersebut, menyatakan bahwa permintaan agar Kartini menjalani persalinan caesar tidak diindahkan oleh tenaga medis, yang memaksanya melahirkan secara normal.

Tarsun telah melaporkan kasus ini ke Polres Indramayu, dibantu oleh pengacara korban, Toni RM. Pengacara tersebut menyatakan bahwa pihaknya akan membiarkan kepolisian mengusut lebih lanjut apakah tindakan bidan tersebut sesuai dengan standar operasional prosedur (SOP) kesehatan atau tidak.

Baca juga : KLX, Pilihan Tepat untuk Pecinta Motor Elegan

Kasus ini menjadi sorotan masyarakat dan menimbulkan pertanyaan serius terkait pelayanan medis dan protokol kesehatan yang diterapkan di RSUD MA Sentot Patrol Indramayu. (Red)

sumber : tribunnews

Artikel ini telah dibaca 71 kali

badge-check

Reporter

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Pagi Ini Gunung Semeru Erupsi, Kolom Abu 1,1 Km Mengarah ke Selatan

6 April 2026 - 07:58 WIB

Semeru Kembali Erupsi, Awan Panas Meluncur 3,5 Km ke Tenggara

5 April 2026 - 10:37 WIB

Hadapi Lonjakan Libur Panjang, KAI Daop 9 Jember Siapkan 32 Ribu Kursi

4 April 2026 - 10:57 WIB

Untuk Pertama Kali, MBG Sistem Prasmanan Diuji di Kota Malang

3 April 2026 - 18:14 WIB

Masalah Teknis hingga Pendanaan Hambat Sebagian SPPG di Lumajang

31 Maret 2026 - 16:55 WIB

Evaluasi Ramadan Picu Perbaikan SPPG, 7 Unit Masih Berbenah

31 Maret 2026 - 16:46 WIB

Trending di Nasional