890 Konten Kreator Naungan PT Semeru Anugerah Media, Lumajang Tunjukkan Kekuatan Ekonomi Digital - Lensa Warta

Menu

Mode Gelap
98 PNS Lumajang Terima SK dan Diambil Sumpah, Bupati Tekankan Integritas Pantai Lumajang Padat Saat Kupatan, Perputaran Ekonomi Meningkat Bupati Lumajang: Kebersihan Pantai Jadi Kunci Wisata Berkelanjutan Cegah Sejak Dini, Bupati Lumajang Ajak Warga Rutin Periksa Kesehatan Jantung Tak Hanya Jaga di Darat, SAR Lumajang Turun ke Laut Amankan Wisata Lebaran

Bisnis · 10 Nov 2025 20:56 WIB ·

890 Konten Kreator Naungan PT Semeru Anugerah Media, Lumajang Tunjukkan Kekuatan Ekonomi Digital


 890 Konten Kreator Naungan PT Semeru Anugerah Media, Lumajang Tunjukkan Kekuatan Ekonomi Digital Perbesar

Lumajang, – Ketua Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Kabupaten Lumajang, Agus Setiawan, menegaskan sektor ekonomi kreatif kini menjadi salah satu kekuatan baru dalam perekonomian daerah.

Melalui perusahaannya, PT Semeru Anugerah Media, Agus turut berkontribusi dalam mengembangkan potensi digital di Indonesia, khususnya lewat platform media sosial.

“Tidak semua orang bisa menjadi seniman, tetapi hampir semua orang bisa menikmati seni. Saya bukan seniman, tapi saya menikmati karya seni, dan lewat perusahaan kami, kami berusaha mendorong para pelaku seni dan kreator agar bisa berkembang secara profesional,” katanya, Senin (10/11/2025).

Baca juga:Tiga Dekade Berdiri Tanpa Perbaikan, Kelas SD di Lumajang Ambruk

Agus menjelaskan, PT Semeru Anugerah Media merupakan agensi resmi TikTok Indonesia yang bergerak di bidang ekonomi kreatif.

Hingga saat ini, perusahaan tersebut telah menaungi sekitar 890 konten kreator dari berbagai daerah di Indonesia, dengan latar belakang yang beragam, mulai dari penyanyi, seniman, MC, hingga pemain musik dan DJ.

Baca juga:Agroindustri dan Pariwisata Hijau Jadi Penopang Investasi Rp 1,9 Triliun Lumajang

“Kami berperan sebagai wadah dan penggerak bagi para kreator untuk terus produktif, kreatif, dan mandiri secara ekonomi. Seni bukan hanya ekspresi jiwa, tapi juga potensi ekonomi yang luar biasa,” tegasnya.

Menurut Agus, banyak seniman dan kreator yang masih menggantungkan penghasilan pada momentum musiman, seperti acara pernikahan atau karnaval. Padahal, dengan strategi digital yang tepat, karya seni bisa dipasarkan kapan pun tanpa batas waktu dan lokasi.

Ia juga menekankan pentingnya profesionalisme dan perlindungan karya di era digital. “Seniman itu bukan hanya pencipta karya, tapi juga pengelola karya. Harus ada hitam di atas putih ketika bekerja sama, agar karya dan hak mereka terlindungi,” tambahnya.

Artikel ini telah dibaca 36 kali

badge-check

Reporter

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Harga Plastik Naik, Efek Domino Sampai ke Es Batu di Lumajang

6 April 2026 - 16:46 WIB

Ketergantungan Pasar Luar Daerah Jadi Penentu Harga Ternak di Lumajang

6 April 2026 - 16:24 WIB

Cabe Jamu Naik Daun, Petani Lumajang Kebanjiran Order

3 April 2026 - 15:42 WIB

Berburu Oleh-Oleh Lebaran, Kerajinan Tangan Khas Lumajang Jadi Buruan Pemudik

27 Maret 2026 - 11:43 WIB

Tantangan dan Strategi UMKM Lumajang di Tengah Gelombang Produk Impor

24 Maret 2026 - 11:50 WIB

Pemkab Lumajang Perluas Warung Pengendali Inflasi, Beras dan Minyak Dijual Lebih Murah

9 Maret 2026 - 18:11 WIB

Trending di Bisnis