890 Konten Kreator Naungan PT Semeru Anugerah Media, Lumajang Tunjukkan Kekuatan Ekonomi Digital - Lensa Warta

Menu

Mode Gelap
ASN Lumajang Tak Boleh Live Saat Jam Kerja: Aturan Baru Demi Wibawa Pelayanan Publik Pemdes Tempursari Pasang WiFi Gratis di Dusun Ketindan, Percepat Digitalisasi Desa Pemkab Lumajang Ajak Warga Sambut 2026 dengan Doa dan Kepedulian Sosial Istighotsah Akhir Tahun 2025, Bupati Lumajang Ajak Perbanyak Doa, Empati, dan Refleksi Diri Malam Natal di Lumajang, Bupati Titip Doa dan Tegaskan Komitmen Kerukunan

Bisnis · 10 Nov 2025 20:56 WIB ·

890 Konten Kreator Naungan PT Semeru Anugerah Media, Lumajang Tunjukkan Kekuatan Ekonomi Digital


 890 Konten Kreator Naungan PT Semeru Anugerah Media, Lumajang Tunjukkan Kekuatan Ekonomi Digital Perbesar

Lumajang, – Ketua Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Kabupaten Lumajang, Agus Setiawan, menegaskan sektor ekonomi kreatif kini menjadi salah satu kekuatan baru dalam perekonomian daerah.

Melalui perusahaannya, PT Semeru Anugerah Media, Agus turut berkontribusi dalam mengembangkan potensi digital di Indonesia, khususnya lewat platform media sosial.

“Tidak semua orang bisa menjadi seniman, tetapi hampir semua orang bisa menikmati seni. Saya bukan seniman, tapi saya menikmati karya seni, dan lewat perusahaan kami, kami berusaha mendorong para pelaku seni dan kreator agar bisa berkembang secara profesional,” katanya, Senin (10/11/2025).

Baca juga:Tiga Dekade Berdiri Tanpa Perbaikan, Kelas SD di Lumajang Ambruk

Agus menjelaskan, PT Semeru Anugerah Media merupakan agensi resmi TikTok Indonesia yang bergerak di bidang ekonomi kreatif.

Hingga saat ini, perusahaan tersebut telah menaungi sekitar 890 konten kreator dari berbagai daerah di Indonesia, dengan latar belakang yang beragam, mulai dari penyanyi, seniman, MC, hingga pemain musik dan DJ.

Baca juga:Agroindustri dan Pariwisata Hijau Jadi Penopang Investasi Rp 1,9 Triliun Lumajang

“Kami berperan sebagai wadah dan penggerak bagi para kreator untuk terus produktif, kreatif, dan mandiri secara ekonomi. Seni bukan hanya ekspresi jiwa, tapi juga potensi ekonomi yang luar biasa,” tegasnya.

Menurut Agus, banyak seniman dan kreator yang masih menggantungkan penghasilan pada momentum musiman, seperti acara pernikahan atau karnaval. Padahal, dengan strategi digital yang tepat, karya seni bisa dipasarkan kapan pun tanpa batas waktu dan lokasi.

Ia juga menekankan pentingnya profesionalisme dan perlindungan karya di era digital. “Seniman itu bukan hanya pencipta karya, tapi juga pengelola karya. Harus ada hitam di atas putih ketika bekerja sama, agar karya dan hak mereka terlindungi,” tambahnya.

Artikel ini telah dibaca 32 kali

badge-check

Reporter

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Tradisi Selametan dan Menu Berbuka Jadi Pemicu Lonjakan Harga Ayam di Lumajang

20 Februari 2026 - 11:31 WIB

Pemkab Lumajang Dorong Investasi Peternakan untuk Kendalikan Harga Ayam

20 Februari 2026 - 11:27 WIB

Galangan Kapal Banyuwangi Produksi Katamaran X38, Dorong Kemandirian Industri Maritim Nasional

18 Februari 2026 - 10:24 WIB

Ramadhan di Tengah Lonjakan Harga Ayam, Penjual Nasi Bungkus Pilih Perkecil Porsi

17 Februari 2026 - 09:27 WIB

Ramadan 1447 H, Harga Sembako di Lumajang Masih Stabil

13 Februari 2026 - 11:31 WIB

Dari Barongsai hingga Undian Umroh, Aston Inn Lumajang Hadirkan Perayaan Penuh Makna di Awal 2026

11 Februari 2026 - 11:11 WIB

Trending di Bisnis