Gunung Semeru Erupsi 25 Kali dalam 6 Jam, Status Masih Level III Siaga - Lensa Warta

Menu ✖

Mode Gelap
Ratusan Pemain Mobile Legends dan Free Fire Bersaing dalam Kejurkab E-Sport Lumajang Festival UMKM Meriahkan Gema Sholawat di Stadion Semeru Lumajang, Produk Lokal Jadi Sorotan Ribuan Jemaah Hadiri Gema Sholawat dan Tausiyah Kebangsaan di Stadion Semeru Lumajang Nobar Semifinal Piala Dunia 2026 Gratis di Lumajang, Warga Seru-seruan, UMKM Ikut Panen Peluang Bunda Indah Buka Popkab Lumajang 2026, Dorong Pelajar Bangun Mental Juara

Nasional · 6 Feb 2026 15:23 WIB ·

Gunung Semeru Erupsi 25 Kali dalam 6 Jam, Status Masih Level III Siaga


 Gunung Semeru Erupsi 25 Kali dalam 6 Jam, Status Masih Level III Siaga Perbesar

 

  • Lumajang, – Aktivitas vulkanik Gunung Semeru terpantau masih tinggi. Dalam periode pengamatan selama enam jam, Jumat (6/2/2026) pukul 06.00 hingga 12.00 WIB, tercatat sebanyak 25 kali letusan terjadi dari gunung tertinggi di Pulau Jawa tersebut. Hingga saat ini, status Gunung Semeru masih berada pada Level III (Siaga).

Berdasarkan laporan Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG), letusan menghasilkan kolom asap setinggi sekitar 500 hingga 700 meter dari puncak kawah. Asap berwarna putih tebal hingga kelabu teramati condong ke arah timur laut.

Secara visual, gunung terlihat jelas hingga tertutup kabut tipis. Asap kawah tidak teramati secara kontinu, namun aktivitas letusan masih berlangsung. Kondisi cuaca di sekitar gunung dilaporkan cerah, berawan hingga mendung, dengan angin bertiup lemah ke arah tenggara dan suhu udara berkisar 22–23 derajat Celsius.

Selain letusan, aktivitas kegempaan juga didominasi oleh gempa vulkanik. Tercatat empat kali gempa hembusan, satu kali tremor harmonik, serta satu kali gempa tektonik jauh. Durasi gempa letusan tercatat antara 98 hingga 206 detik dengan amplitudo maksimum mencapai 22 milimeter.

PVMBG mengeluarkan sejumlah rekomendasi keselamatan kepada masyarakat. Warga diimbau tidak melakukan aktivitas apapun di sektor tenggara sepanjang aliran Besuk Kobokan sejauh 13 kilometer dari puncak.

Selain itu, masyarakat juga dilarang beraktivitas dalam radius lima kilometer dari kawah atau puncak Semeru karena berpotensi terdampak lontaran batu pijar.

Masyarakat di sekitar aliran sungai yang berhulu di puncak Gunung Semeru, seperti Besuk Kobokan, Besuk Bang, Besuk Kembar, dan Besuk Sat, juga diminta meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi awan panas, guguran lava, serta aliran lahar, terutama saat terjadi hujan.

Artikel ini telah dibaca 23 kali

badge-check

Reporter

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Sudetan Sungai Dibangun di Wareng, Upaya Mengurangi Ancaman Lahar Semeru ke Permukiman

4 November 2026 - 16:00 WIB

Tujuh Kecamatan Dilanda Bencana, Pemkab Lumajang Berlakukan Siaga Darurat hingga Januari 2027

4 November 2026 - 09:33 WIB

Demi Sekolah dan Belanja, Warga Sumberlangsep Harus Menyeberangi Aliran Lahar

3 November 2026 - 12:39 WIB

Bupati Lumajang Sebut Tidak Ada Korban Jiwa dalam Banjir Lahar Semeru

3 November 2026 - 10:01 WIB

Banjir Lahar Semeru Hanyutkan 600 Bronjong di Sungai Glidik Lumajang

3 November 2026 - 08:31 WIB

Badan Geologi: Lahar Semeru Bukan Indikasi Peningkatan Tekanan Magmatik

2 November 2026 - 20:53 WIB

Trending di Nasional