Penutupan Piodalan Pura Mandhara Giri Semeru Agung Perkuat Hubungan Lumajang dan Bali - Lensa Warta

Menu ✖

Mode Gelap
Festival UMKM Meriahkan Gema Sholawat di Stadion Semeru Lumajang, Produk Lokal Jadi Sorotan Ribuan Jemaah Hadiri Gema Sholawat dan Tausiyah Kebangsaan di Stadion Semeru Lumajang Nobar Semifinal Piala Dunia 2026 Gratis di Lumajang, Warga Seru-seruan, UMKM Ikut Panen Peluang Bunda Indah Buka Popkab Lumajang 2026, Dorong Pelajar Bangun Mental Juara 98 PNS Lumajang Terima SK dan Diambil Sumpah, Bupati Tekankan Integritas

Nasional · 10 Jul 2026 14:31 WIB ·

Penutupan Piodalan Pura Mandhara Giri Semeru Agung Perkuat Hubungan Lumajang dan Bali


 Penutupan Piodalan Pura Mandhara Giri Semeru Agung Perkuat Hubungan Lumajang dan Bali Perbesar

Lumajang, – Pemerintah Kabupaten Lumajang memanfaatkan penutupan Piodalan di Pura Mandhara Giri Semeru Agung, Desa Senduro, Kecamatan Senduro, sebagai momentum memperkuat hubungan dengan masyarakat Bali sekaligus menegaskan komitmen menjaga kerukunan antarumat beragama.

Bupati Lumajang Indah Amperawati bersama Wakil Bupati Yudha Adji Kusuma menghadiri penutupan rangkaian Piodalan yang berlangsung pada Jumat, 10 Juli 2026. Prosesi tersebut juga dihadiri Bupati Badung I Wayan Adi Arnawa, Wakil Bupati Badung I Bagus Alit Sucipta, mantan Wakil Gubernur Bali I Ketut Sudikerta atau Cok Ace, tokoh-tokoh umat Hindu, serta ribuan pemedek dari berbagai daerah di Indonesia.

Yudha Adji Kusuma mengatakan kehadiran Pemerintah Kabupaten Lumajang dalam penutupan Piodalan merupakan bentuk penghormatan terhadap keberagaman yang telah lama tumbuh di Kabupaten Lumajang.

Menurut dia, hubungan masyarakat Lumajang dan Bali tidak hanya dibangun melalui ikatan sejarah, tetapi juga dipererat melalui kegiatan keagamaan dan kebudayaan.

“Hari ini saya bersama Bunda Indah berkesempatan menghadiri penutupan acara Piodalan di Pura Mandhara Giri Semeru Agung. Sebuah momen penuh makna yang mempertemukan kami dengan saudara-saudara umat Hindu, sekaligus mempererat tali persaudaraan yang telah lama terjalin antara masyarakat Bali dan Lumajang,” kata Yudha, Jumat (10/7/2026).

Ia mengaku senang dapat bersilaturahmi dengan Cok Ace, Bupati Badung, Wakil Bupati Badung, serta seluruh tokoh dan umat Hindu yang hadir dalam penutupan Piodalan. Menurut Yudha, perjumpaan semacam itu menjadi cara merawat toleransi di tengah keberagaman masyarakat.

“Kehangatan yang terbangun hari ini menjadi pengingat bahwa keberagaman bukan sekadar untuk dihargai, tetapi juga dirawat melalui perjumpaan, saling menghormati, dan kebersamaan,” ujarnya.

Rangkaian Piodalan di Pura Mandhara Giri Semeru Agung berlangsung sejak 29 Juni hingga 10 Juli 2026. Selama pelaksanaan upacara, kawasan Senduro dipadati ribuan umat Hindu dari Bali, Jawa Timur, Lampung, Sumatera, dan sejumlah daerah lainnya.

Artikel ini telah dibaca 19 kali

badge-check

Reporter

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Karhutla Dilaporkan Meluas di Perbatasan Lumajang-Probolinggo, Perhutani Siagakan Petugas

9 Oktober 2026 - 21:33 WIB

Jika Ada Dugaan Keracunan MBG, Dinkes Lumajang Tak Mau Langsung Menyebut Keracunan

8 Oktober 2026 - 14:44 WIB

Desil di Berkas Berbeda dengan Aplikasi, Dinsos Lumajang Coret Pendaftar Beasiswa

7 Oktober 2026 - 09:41 WIB

Jalan Terlalu Curam, Petugas Belum Bisa Padamkan Api di Perbukitan Argosari

6 Oktober 2026 - 17:12 WIB

Kawendra Lukistian Dapat Amanat di PBNU, Ini Semangat yang Dibawanya hingga 2031

1 Oktober 2026 - 14:15 WIB

Detik-detik Gunung Semeru Keluarkan Dentuman Keras, Terekam CCTV BPBD Lumajang

29 September 2026 - 11:32 WIB

Trending di Nasional