Pemkab Lumajang Sambut Wacana Gaji PPPK Ditanggung Pusat, Berharap Rp100 Miliar Tetap Digelontorkan - Lensa Warta

Menu ✖

Mode Gelap
Ratusan Pemain Mobile Legends dan Free Fire Bersaing dalam Kejurkab E-Sport Lumajang Festival UMKM Meriahkan Gema Sholawat di Stadion Semeru Lumajang, Produk Lokal Jadi Sorotan Ribuan Jemaah Hadiri Gema Sholawat dan Tausiyah Kebangsaan di Stadion Semeru Lumajang Nobar Semifinal Piala Dunia 2026 Gratis di Lumajang, Warga Seru-seruan, UMKM Ikut Panen Peluang Bunda Indah Buka Popkab Lumajang 2026, Dorong Pelajar Bangun Mental Juara

Nasional · 24 Agu 2026 13:42 WIB ·

Pemkab Lumajang Sambut Wacana Gaji PPPK Ditanggung Pusat, Berharap Rp100 Miliar Tetap Digelontorkan


 Pemkab Lumajang Sambut Wacana Gaji PPPK Ditanggung Pusat, Berharap Rp100 Miliar Tetap Digelontorkan Perbesar

Lumajang, – Pemerintah Kabupaten Lumajang, Jawa Timur, menyambut positif wacana penggajian Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) yang akan diambil alih pemerintah pusat.

Kebijakan tersebut dapat membuka ruang fiskal lebih luas bagi pemerintah daerah.

Sekretaris Daerah Kabupaten Lumajang Agus Triyono mengatakan pengambilalihan pembiayaan gaji PPPK oleh pemerintah pusat akan mengurangi beban belanja pegawai yang selama ini menjadi bagian dari pengelolaan anggaran daerah.

“Gaji PPPK itu tidak jadi beban daerah, tetapi harus dicover pemerintah pusat. Sebab saat ini gaji PPPK menjadi beban pemerintah pusat yang diambilkan dari dana transfer,” katanta, Senin (24/8/2026).

Menurut Agus, dampaknya akan lebih besar apabila pemerintah pusat juga mengganti Dana Alokasi Umum (DAU) yang selama ini digunakan pemerintah daerah untuk membiayai gaji PPPK.

Dengan skema tersebut, anggaran yang sebelumnya dialokasikan untuk penggajian dapat memberikan tambahan ruang fiskal bagi pemerintah daerah.

“Bayangan saya ketika gaji PPPK diambil alih pemerintah pusat, DAU yang saya gunakan untuk gaji PPPK di tahun depan uangnya diganti oleh pemerintah pusat. Jika demikian konsepnya, maka ruang fiskal dana akan bertambah,” katanya.

Agus mengatakan tambahan ruang fiskal tersebut diharapkan dapat diarahkan untuk kebutuhan pelayanan masyarakat, terutama pembangunan infrastruktur dasar yang menjadi kewenangan pemerintah kabupaten dan kota.

“Penambahan itu, pemerintah daerah saya yakin akan digunakan untuk pelayanan masyarakat, khususnya infrastruktur dasar yang dibutuhkan kabupaten/kota,” bebernya.

Ia menilai pengalihan sumber pembiayaan gaji PPPK tidak serta-merta mengubah pendapatan yang diterima para pegawai. Menurut Agus, besaran gaji PPPK telah memiliki standar yang diatur melalui regulasi pemerintah.

“Kisaran Rp3,5-4 juta karena gaji PPPK ada standarnya. Nah, itu yang akan diganti. Logika saya, diganti itu artinya ditambahkan dananya oleh pemerintah pusat untuk mengganti dana transfer itu,” jelasnya.

Pemkab Lumajang selama ini juga mengalokasikan anggaran untuk kebutuhan gaji PPPK.

Agus menyebut nilai anggaran tersebut masih berada di bawah Rp100 miliar per tahun.

Karena itu, ia berharap apabila pembiayaan gaji PPPK benar-benar diambil alih pemerintah pusat, anggaran yang selama ini digunakan daerah tetap diperhitungkan dalam skema penguatan transfer ke daerah.

“Alokasi gaji PPPK, saya lupa angka persisnya. Tapi saya rasa masih di bawah Rp100 miliar. Harapannya kalau gaji PPPK diambil alih pusat, Rp100 miliar tetap dikasih sebagai gantinya,” pungkasnya.

Artikel ini telah dibaca 39 kali

badge-check

Reporter

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Sudetan Sungai Dibangun di Wareng, Upaya Mengurangi Ancaman Lahar Semeru ke Permukiman

4 November 2026 - 16:00 WIB

Tujuh Kecamatan Dilanda Bencana, Pemkab Lumajang Berlakukan Siaga Darurat hingga Januari 2027

4 November 2026 - 09:33 WIB

Demi Sekolah dan Belanja, Warga Sumberlangsep Harus Menyeberangi Aliran Lahar

3 November 2026 - 12:39 WIB

Bupati Lumajang Sebut Tidak Ada Korban Jiwa dalam Banjir Lahar Semeru

3 November 2026 - 10:01 WIB

Banjir Lahar Semeru Hanyutkan 600 Bronjong di Sungai Glidik Lumajang

3 November 2026 - 08:31 WIB

Badan Geologi: Lahar Semeru Bukan Indikasi Peningkatan Tekanan Magmatik

2 November 2026 - 20:53 WIB

Trending di Nasional