Merah Putih di Antara Tradisi dan Langit B29 - Lensa Warta

Menu ✖

Mode Gelap
Festival UMKM Meriahkan Gema Sholawat di Stadion Semeru Lumajang, Produk Lokal Jadi Sorotan Ribuan Jemaah Hadiri Gema Sholawat dan Tausiyah Kebangsaan di Stadion Semeru Lumajang Nobar Semifinal Piala Dunia 2026 Gratis di Lumajang, Warga Seru-seruan, UMKM Ikut Panen Peluang Bunda Indah Buka Popkab Lumajang 2026, Dorong Pelajar Bangun Mental Juara 98 PNS Lumajang Terima SK dan Diambil Sumpah, Bupati Tekankan Integritas

Nasional · 17 Agu 2026 19:10 WIB ·

Merah Putih di Antara Tradisi dan Langit B29


 Merah Putih di Antara Tradisi dan Langit B29 Perbesar

Lumajang, – Peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia di Desa Argosari, Kecamatan Senduro, Kabupaten Lumajang, Jawa Timur, berlangsung dengan cara yang tidak sekadar menggelar upacara.

Merah Putih diarak dari rumah Romo Dukun menuju kawasan Puncak B29.

Di tempat yang menjadi salah satu tujuan wisata di kawasan Argosari itu, bendera kemudian dikibarkan dalam rangkaian peringatan kemerdekaan.

Wakil Ketua Karangtaruna Kabupaten Lumajang Joko Setiyo mengatakan, kegiatan tersebut melibatkan masyarakat Desa Argosari.

Bagi warga, peringatan kemerdekaan menjadi momentum untuk memperkuat kebersamaan sekaligus menjaga tradisi yang telah hidup di tengah masyarakat.

“Peringatan HUT ke-81 RI seluruh masyarakat Desa Argosari, dan bendera diarak dari rumah Romo Dukun, kemudian dikibarkan di Rest Area Puncak B29,” kata Joko, Senin (17/8/2026).

Setelah upacara di Puncak B29 selesai, rangkaian kegiatan tidak langsung berakhir. Masyarakat kembali bergerak menuju Kantor Desa Argosari.

Di balai desa, suasana perayaan kemerdekaan berlanjut dengan berbagai kegiatan yang melibatkan warga.

“Salah satunya pertunjukan seni tradisi jaranan. Kesenian tersebut menjadi bagian dari perayaan yang mempertemukan semangat kemerdekaan dengan tradisi masyarakat setempat,” katanya.

Warga juga membawa dan menyajikan berbagai makanan yang dikumpulkan di Balai Desa Argosari.

“Sajian tersebut menjadi bagian dari kebersamaan warga setelah mengikuti rangkaian kegiatan peringatan kemerdekaan,” jelasnya.

Bagi Joko, rangkaian perayaan kemerdekaan tidak selalu harus berlangsung dalam bentuk seremoni.

“Di Argosari, Merah Putih menjadi titik temu. Bendera diarak bersama, dikibarkan di kawasan Puncak B29, kemudian masyarakat kembali berkumpul di balai desa dengan membawa tradisi dan makanan yang mereka siapkan,” tuturnya.

Rangkaian tersebut sekaligus memperlihatkan bagaimana momentum HUT ke-81 RI dirayakan dari ruang publik hingga kehidupan masyarakat desa.

“Semangat kemerdekaan tidak hanya hadir ketika bendera dikibarkan. Ia tumbuh ketika warga berjalan bersama, berkumpul, menyaksikan kesenian, dan berbagi makanan,” ucapnya.

“Di tengah perubahan zaman, tradisi seperti ini menjadi ruang bagi masyarakat untuk menjaga hubungan sosial sekaligus mengenalkan kebudayaan lokal kepada generasi berikutnya,” tambahnya.

Artikel ini telah dibaca 27 kali

badge-check

Reporter

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Kawendra Lukistian Dapat Amanat di PBNU, Ini Semangat yang Dibawanya hingga 2031

1 Oktober 2026 - 14:15 WIB

Detik-detik Gunung Semeru Keluarkan Dentuman Keras, Terekam CCTV BPBD Lumajang

29 September 2026 - 11:32 WIB

Panen Tembakau Lumajang: Kasturi Rp33-60 Ribu, PT AOI Disebut Serap Maksimal

20 September 2026 - 10:59 WIB

Semeru Level III, Diskominfo Lumajang Ingatkan Bahaya Hoaks: Foto Lama Bisa Picu Kepanikan

15 September 2026 - 13:22 WIB

Karhutla Blok Metigi Renteng Belum Sepenuhnya Tuntas, Asap Masih Terlihat di Medan Curam

14 September 2026 - 19:44 WIB

Kolom Abu Semeru Capai 1.000 Meter, BPBD Lumajang Perketat Pemantauan

14 September 2026 - 14:00 WIB

Trending di Nasional