Semeru Level III, Diskominfo Lumajang Ingatkan Bahaya Hoaks: Foto Lama Bisa Picu Kepanikan - Lensa Warta

Menu

Mode Gelap
Nobar Semifinal Piala Dunia 2026 Gratis di Lumajang, Warga Seru-seruan, UMKM Ikut Panen Peluang Bunda Indah Buka Popkab Lumajang 2026, Dorong Pelajar Bangun Mental Juara 98 PNS Lumajang Terima SK dan Diambil Sumpah, Bupati Tekankan Integritas Pantai Lumajang Padat Saat Kupatan, Perputaran Ekonomi Meningkat Bupati Lumajang: Kebersihan Pantai Jadi Kunci Wisata Berkelanjutan

Nasional · 15 Sep 2026 13:22 WIB ·

Semeru Level III, Diskominfo Lumajang Ingatkan Bahaya Hoaks: Foto Lama Bisa Picu Kepanikan


 Semeru Level III, Diskominfo Lumajang Ingatkan Bahaya Hoaks: Foto Lama Bisa Picu Kepanikan Perbesar

Lumajang, – Aktivitas Gunung Semeru yang masih fluktuatif membuat masyarakat membutuhkan informasi yang cepat sekaligus benar.

Di tengah derasnya kabar yang beredar di media sosial, informasi yang keliru berpotensi menimbulkan keresahan hingga kepanikan.

Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kabupaten Lumajang mengingatkan masyarakat agar tidak terburu-buru mempercayai maupun menyebarkan informasi mengenai aktivitas Gunung Semeru sebelum memastikan sumber dan kebenarannya.

Kepala Diskominfo Kabupaten Lumajang, Mustaqim, mengatakan perkembangan aktivitas Semeru sebaiknya diikuti melalui sumber resmi, bukan hanya berdasarkan unggahan yang beredar di media sosial.

“Masyarakat kami imbau untuk tidak panik dan tidak terburu-buru menyebarkan informasi yang belum jelas sumbernya. Pastikan terlebih dahulu informasi tersebut benar dan berasal dari sumber resmi,” katanya, Selasa (15/9/2026).

Saat ini, Gunung Semeru masih berada pada Level III (Siaga). Masyarakat diminta menjadikan informasi dari Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) dan BPBD Kabupaten Lumajang sebagai rujukan untuk mengetahui perkembangan aktivitas gunung api.

Karena itu, sebelum mempercayai atau meneruskan sebuah informasi, masyarakat diminta melakukan pemeriksaan sederhana. Di antaranya dengan melihat dari mana informasi berasal, kapan peristiwa terjadi, lokasi kejadian, serta kesesuaian keterangannya dengan informasi yang disampaikan lembaga resmi.

“Saring berarti tidak langsung mempercayai setiap informasi yang muncul di linimasa,” jelasnya.

“Selidiki dengan memeriksa sumber, waktu, lokasi, serta konteks foto atau video. Setelah dipastikan benar dan bermanfaat, informasi tersebut baru disebarkan,” ungkapnya.

Kebiasaan sederhana itu diharapkan dapat membantu menjaga ruang digital tetap sehat. Masyarakat tetap memperoleh informasi yang dibutuhkan untuk meningkatkan kewaspadaan tanpa ikut memperluas kabar yang belum terverifikasi.

“Gunakan media sosial dengan bijak. Jangan sampai informasi yang belum terverifikasi justru menimbulkan kepanikan. Mari bersama-sama menjaga ruang digital agar tetap informatif dan menenangkan,” katanya.

Artikel ini telah dibaca 6 kali

badge-check

Reporter

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Karhutla Blok Metigi Renteng Belum Sepenuhnya Tuntas, Asap Masih Terlihat di Medan Curam

14 September 2026 - 19:44 WIB

Kolom Abu Semeru Capai 1.000 Meter, BPBD Lumajang Perketat Pemantauan

14 September 2026 - 14:00 WIB

Tak Ada Titik Api di Jalur Pos 1-2 Ranu Kumbolo, BPBD Tetap Waspadai Asap di Watu Rejeng

14 September 2026 - 08:00 WIB

Satu Pendaki Ilegal Tersesat di Semeru, 7 Rekannya Berhasil Diamankan Petugas

9 September 2026 - 12:24 WIB

Semeru Disebut Erupsi Bersamaan dengan 4 Gunung, BPBD Lumajang: Cek Dulu Sebelum Share

9 September 2026 - 12:00 WIB

Karhutla TNBTS Mulai Terkendali, Medan Curam Hambat Pemadaman di Blok Po’oh

8 September 2026 - 12:55 WIB

Trending di Nasional