Karhutla TNBTS Mulai Terkendali, Medan Curam Hambat Pemadaman di Blok Po’oh - Lensa Warta

Menu ✖

Mode Gelap
Festival UMKM Meriahkan Gema Sholawat di Stadion Semeru Lumajang, Produk Lokal Jadi Sorotan Ribuan Jemaah Hadiri Gema Sholawat dan Tausiyah Kebangsaan di Stadion Semeru Lumajang Nobar Semifinal Piala Dunia 2026 Gratis di Lumajang, Warga Seru-seruan, UMKM Ikut Panen Peluang Bunda Indah Buka Popkab Lumajang 2026, Dorong Pelajar Bangun Mental Juara 98 PNS Lumajang Terima SK dan Diambil Sumpah, Bupati Tekankan Integritas

Nasional · 8 Sep 2026 12:55 WIB ·

Karhutla TNBTS Mulai Terkendali, Medan Curam Hambat Pemadaman di Blok Po’oh


 Karhutla TNBTS Mulai Terkendali, Medan Curam Hambat Pemadaman di Blok Po’oh Perbesar

Lumajang, – Penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS) mulai menunjukkan perkembangan positif. Api dilaporkan semakin mengecil dibandingkan kondisi sebelumnya.

Namun, satu titik api masih terdeteksi melalui CCTV Semeru milik Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Lumajang. Titik tersebut diperkirakan berada di Blok Po’oh, kawasan TNBTS.

Kalaksa BPBD Lumajang, Isnugroho, mengatakan petugas masih melakukan pemantauan dan penanganan terhadap titik api tersebut.

“Berdasarkan pemantauan, api mulai mengecil dibandingkan kondisi sebelumnya,” kata Isnugroho, Selasa (8/9/2026).

Meski kondisi api mulai terkendali, proses pemadaman di Blok Po’oh menghadapi kendala medan. Lokasi titik api berada di kawasan dengan kontur yang curam sehingga sulit dijangkau petugas.

“Akses menuju lokasi juga tidak mudah ditempuh menggunakan kendaraan roda dua maupun dengan berjalan kaki,” katanya.

Kondisi tersebut membuat petugas harus menyesuaikan strategi penanganan di lapangan.

BPBD Lumajang menyebut pemantauan melalui CCTV Semeru saat ini masih menunjukkan satu titik api. Informasi tersebut kemudian dikonfirmasi dengan pihak TNBTS dan titik api diperkirakan berada di Blok Po’oh.

Petugas gabungan terus melakukan penanganan sekaligus pemantauan untuk memastikan api tidak kembali meluas.

Kondisi ini menjadi perhatian karena meskipun secara umum karhutla mulai terkendali, keberadaan satu titik api menunjukkan proses penanganan belum sepenuhnya selesai.

Selain pemadaman, petugas juga terus mengantisipasi kemungkinan munculnya titik api baru di kawasan yang terdampak karhutla.

Cuaca di kawasan TNBTS turut memberikan perkembangan positif. Hujan dengan intensitas ringan mulai turun sejak 6 September 2026.

Hujan tersebut diharapkan membantu mengurangi potensi penyebaran api dan mempercepat proses pemadaman di sejumlah lokasi.

Meski demikian, petugas tetap melakukan pemantauan karena kondisi cuaca dan medan di kawasan pegunungan dapat berubah sewaktu-waktu.

Di tengah proses penanganan karhutla, kawasan wisata Gunung Bromo dan sekitarnya masih ditutup.

BB TNBTS menerbitkan surat terbaru terkait penutupan kawasan melalui Surat Nomor PG.21/T.8/BIDTEK/HMS.01/B/09/2026. Penutupan berlaku sampai ada pemberitahuan lebih lanjut dari pihak TNBTS.

Artikel ini telah dibaca 19 kali

badge-check

Reporter

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Usai Semeru Erupsi, Warga Diminta Menjauhi Besuk Kobokan hingga 13 Kilometer

22 Oktober 2026 - 17:29 WIB

Pemkab Lumajang Hitung Ulang Kebutuhan Guru Sebelum Usulkan CPNS dan PPPK

20 Oktober 2026 - 14:55 WIB

Pasokan Pertamax Lumajang 93,2 KL, Kebutuhan Hariannya 63,1 KL

19 Oktober 2026 - 15:56 WIB

Pencarian Rizky di Pesisir Lumajang Mengandalkan Informasi Nelayan dan Radio Komunitas

19 Oktober 2026 - 14:23 WIB

Wabup Lumajang Sebut Kejuaraan Motocross Jadi Sarana Promosi Potensi Daerah

19 Oktober 2026 - 08:22 WIB

Tim SAR Sisir Pantai Dampar hingga Wotgalih, Rizky Korban Kecelakaan Laut Belum Ditemukan

18 Oktober 2026 - 09:57 WIB

Trending di Nasional