Karhutla Semeru Meluas, Titik Api Baru Terdeteksi 400 Meter dari Pos 1 - Lensa Warta

Menu ✖

Mode Gelap
Festival UMKM Meriahkan Gema Sholawat di Stadion Semeru Lumajang, Produk Lokal Jadi Sorotan Ribuan Jemaah Hadiri Gema Sholawat dan Tausiyah Kebangsaan di Stadion Semeru Lumajang Nobar Semifinal Piala Dunia 2026 Gratis di Lumajang, Warga Seru-seruan, UMKM Ikut Panen Peluang Bunda Indah Buka Popkab Lumajang 2026, Dorong Pelajar Bangun Mental Juara 98 PNS Lumajang Terima SK dan Diambil Sumpah, Bupati Tekankan Integritas

Nasional · 2 Sep 2026 17:12 WIB ·

Karhutla Semeru Meluas, Titik Api Baru Terdeteksi 400 Meter dari Pos 1


 Karhutla Semeru Meluas, Titik Api Baru Terdeteksi 400 Meter dari Pos 1 Perbesar

Lumajang, – Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di lereng Gunung Semeru kembali menunjukkan perkembangan. Petugas gabungan menemukan titik api baru sekitar 400 meter dari Pos 1 jalur pendakian Gunung Semeru, Kabupaten Lumajang, Jawa Timur.

Titik api tersebut diperkirakan berjarak sekitar satu kilometer dari permukiman warga Desa Ranupane, Kecamatan Senduro.

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Lumajang, Isnugroho, mengatakan temuan titik api baru tersebut ditemukan saat petugas melakukan pemantauan di kawasan sekitar jalur pendakian.

“Petugas kami menemukan titik api baru 400 meter dari Pos 1. Perkiraan sekitar satu kilometer dari permukiman warga,” kata Isnugroho, Rabu (2/9/2026).

Petugas gabungan masih melakukan penanganan secara manual. Mereka menggunakan gepyok dan semprotan air untuk mengendalikan titik api dan mencegah kobaran meluas.

Namun, proses pemadaman tidak mudah. Titik api berada di lereng gunung dengan kemiringan ekstrem sehingga menyulitkan petugas menjangkau lokasi sekaligus membawa kebutuhan air.

Untuk mengisi kembali pasokan air, petugas harus turun atau kembali menuju wilayah Ranupane sebelum melanjutkan penanganan di lokasi kebakaran.

“Untuk saat ini masih ditangani secara manual oleh petugas,” ujar Isnugroho.

Selain titik api, petugas juga memantau arah pergerakan asap. Hingga Rabu, BPBD Lumajang belum menerima laporan adanya warga Ranupane yang terdampak asap karhutla.

Isnugroho mengatakan kondisi tersebut dipengaruhi arah angin yang bergerak ke barat, menuju kawasan Ranu Kumbolo.

Meski belum berdampak ke permukiman, pemerintah daerah tetap meminta masyarakat meningkatkan kewaspadaan. Perubahan arah angin dapat mengubah pergerakan asap dari kawasan kebakaran.

“Belum ada dampak asap ke permukiman karena angin mengarah ke Kumbolo. Namun, masyarakat tetap harus waspada terhadap kemungkinan asap karhutla,” kata Isnugroho.

Artikel ini telah dibaca 20 kali

badge-check

Reporter

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Usai Semeru Erupsi, Warga Diminta Menjauhi Besuk Kobokan hingga 13 Kilometer

22 Oktober 2026 - 17:29 WIB

Pemkab Lumajang Hitung Ulang Kebutuhan Guru Sebelum Usulkan CPNS dan PPPK

20 Oktober 2026 - 14:55 WIB

Pasokan Pertamax Lumajang 93,2 KL, Kebutuhan Hariannya 63,1 KL

19 Oktober 2026 - 15:56 WIB

Pencarian Rizky di Pesisir Lumajang Mengandalkan Informasi Nelayan dan Radio Komunitas

19 Oktober 2026 - 14:23 WIB

Wabup Lumajang Sebut Kejuaraan Motocross Jadi Sarana Promosi Potensi Daerah

19 Oktober 2026 - 08:22 WIB

Tim SAR Sisir Pantai Dampar hingga Wotgalih, Rizky Korban Kecelakaan Laut Belum Ditemukan

18 Oktober 2026 - 09:57 WIB

Trending di Nasional