Helikopter Water Bombing Dialihkan ke Kalimantan, Karhutla Lereng Semeru Tembus 600 Hektare - Lensa Warta

Menu

Mode Gelap
Nobar Semifinal Piala Dunia 2026 Gratis di Lumajang, Warga Seru-seruan, UMKM Ikut Panen Peluang Bunda Indah Buka Popkab Lumajang 2026, Dorong Pelajar Bangun Mental Juara 98 PNS Lumajang Terima SK dan Diambil Sumpah, Bupati Tekankan Integritas Pantai Lumajang Padat Saat Kupatan, Perputaran Ekonomi Meningkat Bupati Lumajang: Kebersihan Pantai Jadi Kunci Wisata Berkelanjutan

Nasional · 31 Agu 2026 15:02 WIB ·

Helikopter Water Bombing Dialihkan ke Kalimantan, Karhutla Lereng Semeru Tembus 600 Hektare


 Helikopter Water Bombing Dialihkan ke Kalimantan, Karhutla Lereng Semeru Tembus 600 Hektare Perbesar

Lumajang, – Kebakaran hutan dan lahan atau karhutla di lereng Gunung Semeru, Kabupaten Lumajang, Jawa Timur, belum sepenuhnya terkendali.

Luas lahan yang terbakar dilaporkan telah mencapai lebih dari 600 hektare hingga Senin, (31/8/2026).

Di tengah kebakaran yang masih meluas, dukungan helikopter water bombing yang sebelumnya membantu pemadaman di kawasan Semeru kini dialihkan ke wilayah kebakaran di Kalimantan.

Kalaksa Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Lumajang Isnugroho mengatakan sejumlah titik api masih ditemukan di kawasan jalur pendakian Semeru.

Api antara lain berada di Blok Ayak-Ayak dan mengarah ke Blok Kalimati serta Gunung Kolong, Desa Ranupane, Kecamatan Senduro.

“Titik api semakin meluas. Jadi, mengarah ke Kalimati lalu bergeser ke Gunung Kolong. Sementara yang di Ayak-Ayak juga masih ada titik api,” kata Isnugroho.

Menurut dia, kondisi luasan lahan yang terbakar masih fluktuatif. Angka lebih dari 600 hektare tersebut berpotensi bertambah karena sejumlah titik api masih belum berhasil dipadamkan.

Medan yang berada di lereng Gunung Semeru menjadi salah satu kendala pemadaman. Armada tangki tidak dapat menjangkau sejumlah lokasi sehingga petugas gabungan melakukan penanganan secara manual.

“Kita tidak bisa melakukan pemadaman secara teknologi. Jadi, kawan-kawan hanya memantau dan bikin sekat kira-kira tidak sampai memasuki kawasan-kawasan permukiman dan lahan,” katanya.

Petugas membuat sekat bakar untuk membatasi pergerakan api. Upaya tersebut dilakukan terutama agar kebakaran tidak bergerak menuju kawasan permukiman.

Pengalihan helikopter water bombing membuat strategi pemadaman di lereng Semeru kembali bertumpu pada kemampuan petugas di lapangan. Pemadaman manual dilakukan di tengah medan yang sulit dijangkau.

Artikel ini telah dibaca 2 kali

badge-check

Reporter

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Ketika Budaya Bali Hadir di Purwosono Night Karnival, Panggung Desa Menjadi Ruang Pertemuan Nusantara

30 Agustus 2026 - 00:03 WIB

Ranu Kumbolo Jadi Titik Pemadaman, Helikopter dan Tim Gabungan Dikerahkan

28 Agustus 2026 - 12:13 WIB

Api Belum Padam, Titik Baru Muncul: Medan Ekstrem Hambat Tim Gabungan TNBTS

28 Agustus 2026 - 11:54 WIB

Sebelum Rekrutmen CASN 2027, DPR Minta Pemerintah Tuntaskan Nasib 172 Ribu Guru Non-ASN

28 Agustus 2026 - 10:41 WIB

Tiga Titik Karhutla di TNBTS, Satu Dikendalikan Dua Masih Membara

27 Agustus 2026 - 14:50 WIB

Api Belum Padam, 60 Personel Bikin Sekat Bakar di Jalur Pendakian Semeru

27 Agustus 2026 - 14:25 WIB

Trending di Nasional