Lahar Dingin Semeru Mengintai, BPBD Lumajang Siapkan Peringatan Dini Berbasis AI dan WhatsApp - Lensa Warta

Menu

Mode Gelap
Nobar Semifinal Piala Dunia 2026 Gratis di Lumajang, Warga Seru-seruan, UMKM Ikut Panen Peluang Bunda Indah Buka Popkab Lumajang 2026, Dorong Pelajar Bangun Mental Juara 98 PNS Lumajang Terima SK dan Diambil Sumpah, Bupati Tekankan Integritas Pantai Lumajang Padat Saat Kupatan, Perputaran Ekonomi Meningkat Bupati Lumajang: Kebersihan Pantai Jadi Kunci Wisata Berkelanjutan

Nasional · 4 Sep 2026 10:17 WIB ·

Lahar Dingin Semeru Mengintai, BPBD Lumajang Siapkan Peringatan Dini Berbasis AI dan WhatsApp


 Lahar Dingin Semeru Mengintai, BPBD Lumajang Siapkan Peringatan Dini Berbasis AI dan WhatsApp Perbesar

Lumajang, – Ancaman banjir lahar dingin Gunung Semeru diantisipasi dengan pengembangan sistem peringatan dini berbasis kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI).

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Lumajang bersama Tim Smart-EWS Semeru BMKG Stasiun Meteorologi Kelas I Juanda Sidoarjo menyiapkan aplikasi PANDAWA.

Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Lumajang, Isnugroho, mengatakan pengembangan PANDAWA menjadi bagian dari upaya memperkuat mitigasi bencana banjir lahar dingin.

“Terutama di wilayah yang berpotensi terdampak aliran material vulkanik Gunung Semeru,” katanya, Jumat (4/9/2026).

Hal tersebut dibahas dalam rapat koordinasi antara BPBD Kabupaten Lumajang dan Tim Smart-EWS Semeru BMKG.

Dalam rapat itu, tim BMKG memperkenalkan PANDAWA sebagai sistem peringatan dini yang memanfaatkan teknologi AI dan aplikasi WhatsApp.

“Sistem tersebut dirancang untuk memantau sejumlah parameter cuaca, khususnya curah hujan dan arah angin,” ucapnya.

“Data tersebut kemudian digunakan untuk mendeteksi indikasi cuaca ekstrem maupun kondisi yang berpotensi meningkatkan ancaman banjir lahar dingin,” tambahnya.

Apabila sistem mendeteksi kondisi yang berpotensi meningkatkan ancaman, PANDAWA dapat mengirimkan notifikasi atau peringatan dini secara otomatis melalui grup WhatsApp.

“Dengan sistem itu, informasi peringatan diharapkan dapat diterima pihak-pihak terkait dengan lebih cepat,” jelasnya.

Respons terhadap potensi ancaman banjir lahar dingin pun diharapkan dapat dilakukan sebelum kondisi berkembang menjadi bencana.
PANDAWA saat ini masih berada dalam tahap pengembangan dan persiapan implementasi. BPBD Lumajang dan Tim Smart-EWS Semeru BMKG menyepakati perlunya koordinasi serta pemantauan secara berkelanjutan.

“Koordinasi tersebut diperlukan untuk mempersiapkan tahapan pengembangan sekaligus penerapan sistem peringatan dini tersebut,” tuturnya.

Tahapan lanjutan direncanakan dilaksanakan pada minggu kedua atau ketiga September 2026.
Pengembangan PANDAWA menjadi salah satu upaya BPBD Lumajang dan BMKG memanfaatkan teknologi untuk memperkuat sistem peringatan dini di kawasan yang memiliki potensi terdampak bencana.

Sebelumnya, BPBD Lumajang juga telah mengembangkan pemanfaatan teknologi pemantauan dan sistem peringatan dini berbasis AI di kawasan Semeru.

Artikel ini telah dibaca 1 kali

badge-check

Reporter

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Karhutla TNBTS Capai 3.072 Hektare, Water Bombing Digelar 35 Kali

4 September 2026 - 09:35 WIB

Kebakaran Semeru Capai 3.072 Hektare, Polisi Belum Temukan Unsur Pidana

3 September 2026 - 10:28 WIB

Karhutla Semeru Meluas, Titik Api Baru Terdeteksi 400 Meter dari Pos 1

2 September 2026 - 17:12 WIB

Petugas Temukan Tengkorak dan Kijang Mati di Lokasi Karhutla TNBTS

1 September 2026 - 15:25 WIB

Helikopter Water Bombing Dialihkan ke Kalimantan, Karhutla Lereng Semeru Tembus 600 Hektare

31 Agustus 2026 - 15:02 WIB

Ketika Budaya Bali Hadir di Purwosono Night Karnival, Panggung Desa Menjadi Ruang Pertemuan Nusantara

30 Agustus 2026 - 00:03 WIB

Trending di Nasional