Pantau Aktivitas Semeru, BPBD Lumajang Andalkan CCTV hingga Sistem EWS Berbasis AI - Lensa Warta

Menu

Mode Gelap
Nobar Semifinal Piala Dunia 2026 Gratis di Lumajang, Warga Seru-seruan, UMKM Ikut Panen Peluang Bunda Indah Buka Popkab Lumajang 2026, Dorong Pelajar Bangun Mental Juara 98 PNS Lumajang Terima SK dan Diambil Sumpah, Bupati Tekankan Integritas Pantai Lumajang Padat Saat Kupatan, Perputaran Ekonomi Meningkat Bupati Lumajang: Kebersihan Pantai Jadi Kunci Wisata Berkelanjutan

Nasional · 14 Agu 2026 10:14 WIB ·

Pantau Aktivitas Semeru, BPBD Lumajang Andalkan CCTV hingga Sistem EWS Berbasis AI


 Pantau Aktivitas Semeru, BPBD Lumajang Andalkan CCTV hingga Sistem EWS Berbasis AI Perbesar

Lumajang, – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Lumajang, Jawa Timur, memperkuat pemantauan aktivitas Gunung Semeru melalui Pos BPBD Unit Oro-Oro Ombo dan Pos BPBD Unit Curah Kobokan.

Kepala Pelaksana BPBD Lumajang Isnugroho mengatakan kedua pos tersebut merupakan unit BPBD berbasis masyarakat yang didukung potensi penanggulangan bencana.

“Keberadaannya ditujukan untuk membantu pemantauan sekaligus menyampaikan informasi kepada masyarakat di kawasan rawan bencana,” katanya, Jumat (14/8/2026).

Pemantauan dilakukan dengan memanfaatkan kamera CCTV untuk melihat kondisi Gunung Semeru secara visual.

“Selain itu, kami sistem peringatan dini atau Early Warning System (EWS) yang bekerja secara otomatis dengan dukungan Artificial Intelligence (AI) berdasarkan data getaran Gunung Semeru,” jelasnya.

Penggunaan teknologi tersebut menjadi bagian dari upaya memperkuat kesiapsiagaan masyarakat menghadapi potensi bencana.

Namun, BPBD Lumajang tidak hanya mengandalkan teknologi. Dalam bincang bersama tim Pos BPBD Unit Oro-Oro Ombo, pendekatan berbasis kearifan lokal juga disebut masih digunakan.

“Selain menggunakan pendekatan modern dan sistematis, karena kita berada di tanah Jawa, kita juga menggunakan pendekatan spiritual,” tuturnya.

Pendekatan tersebut menjadi gambaran kesiapsiagaan masyarakat dibangun melalui perpaduan teknologi, keterlibatan warga dan kearifan lokal.

Meski begitu, informasi terkait aktivitas Gunung Semeru tetap dikonfirmasi kepada pihak yang memiliki kewenangan di bidang kegunungapian.

“Pos Unit BPBD berkoordinasi dengan Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG), termasuk melalui Pos Pengamatan Gunung Api Semeru di Gunung Sawur,” katanya.

Koordinasi tersebut dilakukan untuk memastikan informasi yang diterima masyarakat telah melalui sumber yang memiliki kompetensi dan kewenangan.

Dengan pemantauan CCTV, pengembangan EWS berbasis AI, koordinasi dengan tenaga ahli, serta keterlibatan masyarakat, BPBD Lumajang berupaya memperkuat sistem kesiapsiagaan di wilayah yang berada dalam kawasan rawan bencana Gunung Semeru.

“BPBD juga mendorong masyarakat tidak mudah mempercayai informasi mengenai aktivitas Semeru yang belum terverifikasi dan tetap mengutamakan informasi dari sumber resmi,” pungkasnya.

Artikel ini telah dibaca 13 kali

badge-check

Reporter

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Satu Pendaki Ilegal Tersesat di Semeru, 7 Rekannya Berhasil Diamankan Petugas

9 September 2026 - 12:24 WIB

Semeru Disebut Erupsi Bersamaan dengan 4 Gunung, BPBD Lumajang: Cek Dulu Sebelum Share

9 September 2026 - 12:00 WIB

Karhutla TNBTS Mulai Terkendali, Medan Curam Hambat Pemadaman di Blok Po’oh

8 September 2026 - 12:55 WIB

Lahar Dingin Semeru Mengintai, BPBD Lumajang Siapkan Peringatan Dini Berbasis AI dan WhatsApp

4 September 2026 - 10:17 WIB

Karhutla TNBTS Capai 3.072 Hektare, Water Bombing Digelar 35 Kali

4 September 2026 - 09:35 WIB

Kebakaran Semeru Capai 3.072 Hektare, Polisi Belum Temukan Unsur Pidana

3 September 2026 - 10:28 WIB

Trending di Nasional