Lumajang, – Hujan abu akibat erupsi Gunung Semeru tak hanya mengganggu aktivitas warga, bahkan berdampak pada kesehatan masyarakat di lereng gunung. Sejumlah warga di Kecamatan Pasrujambe dilaporkan mengalami batuk dan flu setelah beberapa hari terakhir terpapar abu vulkanik.
Festi, warga Pasrujambe, mengatakan keluhan batuk dan pilek kini mulai banyak dirasakan warga. Menurutnya, mayoritas masyarakat setempat bekerja sebagai petani sehingga setiap hari beraktivitas di luar ruangan dan terpapar abu.
“Batuk pilek lagi musim di sini. Rata-rata kerja di ladang, jadi sering kena abu dan akhirnya sakit,” katanya, Selasa (17/2/2026).
Selain Pasrujambe, hujan abu juga mengguyur Kecamatan Candipuro dan sejumlah wilayah lain di Kabupaten Lumajang. Abu vulkanik terlihat menempel di rumah, kendaraan, hingga tanaman pertanian warga.
Merespons kondisi tersebut, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Lumajang membagikan masker kepada warga sebagai langkah antisipasi guna mengurangi risiko gangguan pernapasan, termasuk Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA).
Petugas BPBD Lumajang, Muhammad Rosyid, menyebut pembagian masker dilakukan menyusul laporan hujan abu yang meluas hingga beberapa kecamatan.
“Kami bagikan masker karena ada laporan hujan abu mulai kemarin. Bahkan ada laporan abu sampai di Sukodono,” ujarnya.
Sementara itu, status Gunung Semeru saat ini masih berada pada Level III atau Siaga. Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) mengimbau masyarakat untuk tidak melakukan aktivitas di sektor tenggara sepanjang Besuk Kobokan sejauh 13 kilometer dari puncak.
Tinggalkan Balasan