Lumajang, – Tradisi selametan dan kebiasaan menyajikan hidangan istimewa saat berbuka puasa turut menjadi pemicu meningkatnya harga ayam di Lumajang menjelang Ramadan.
Permintaan yang melonjak setiap tahun pada periode ini berdampak langsung pada dinamika harga di pasar.
Bupati Lumajang, Indah Amperawati, mengatakan daging ayam menjadi salah satu komoditas favorit masyarakat saat bulan puasa. Berbagai olahan, terutama ayam goreng, menjadi menu utama berbuka maupun sajian dalam kegiatan selametan.
“Kalau buka puasa tentu ingin yang enak, seperti ayam goreng. Itu yang membuat permintaan naik dan harga ikut melonjak,” katanya.
Selain faktor Bulan Ramadan, bertambahnya dapur program Makan Siang Gratis (MBG) yang mulai beroperasi juga menambah kebutuhan pasokan ayam di pasaran. Kondisi tersebut membuat tingkat serapan meningkat dalam waktu bersamaan.
Meski terjadi kenaikan harga, pemerintah daerah memastikan situasi tetap dalam kendali. Berbagai langkah stabilisasi dilakukan, termasuk pengawasan distribusi dan pelaksanaan operasi pasar murah untuk komoditas pokok seperti beras, minyak goreng, dan telur.
“Yang pertama akan melakukan sembako murah atau operasi pasar murah, terutama beras, minyak, telur, itu yang akan kita lakukan di bulan Ramadan ini. Meskipun sebelum Ramadan juga kita lakukan itu, untuk mengendalikan harga,” jelasnya.
Tinggalkan Balasan