Lumajang, – Seorang siswi SDN 3 Jugosari di Kabupaten Lumajang, Vita, mengalami luka setelah terseret arus banjir lahar hujan Gunung Semeru di Sungai Regoyo, Senin (23/2/2026) pagi.
Peristiwa itu terjadi saat ia hendak berangkat sekolah bersama ayahnya.
Kala itu, Vita dibonceng menggunakan sepeda motor dan harus menyeberangi Sungai Regoyo karena akses Jembatan Limpas yang biasa digunakan warga telah terputus sejak Desember 2025.
Saat berada di tengah sungai, arus air yang deras tiba-tiba menyeret kendaraan mereka hingga lebih dari lima meter.
Akibat kejadian tersebut, Vita mengalami luka di bagian lutut dan punggung. Selain itu, pakaian serta buku-buku pelajaran yang berada di dalam tasnya basah kuyup.
Kepala SDN 3 Jugosari, Yulianti, membenarkan insiden tersebut. Ia mengatakan Vita tidak masuk sekolah setelah kejadian karena mengalami syok dan trauma.
“Benar, kemarin terseret arus saat menyeberang sungai. Bukunya basah semua dan anaknya juga luka di bagian lutut dan punggung,” ujar Yulianti, Selasa (24/2/2026).
Menurutnya, hingga hari berikutnya Vita masih belum kembali bersekolah. Selain faktor luka fisik, kondisi arus Sungai Regoyo yang masih deras membuat orang tua khawatir melepas anaknya berangkat sekolah.
“Anaknya tidak masuk hari ini, mungkin karena sungainya besar dan mungkin karena trauma juga,” katanya.
Yulianti menambahkan, bukan hanya Vita yang absen. Sebagian besar siswa asal Dusun Sumberlangsep juga tidak masuk sekolah karena harus menyeberangi Sungai Regoyo untuk sampai ke sekolah.
Dari total 37 siswa asal dusun tersebut, pada Selasa pagi hanya sekitar 10 anak yang hadir.
“Ini yang masuk hanya sebagian kecil, mungkin karena arusnya juga besar pagi ini,” pungkasnya.
Tinggalkan Balasan