Trauma Banjir Lahar, Siswi SD Absen Usai Terseret Sungai - Lensa Warta

Menu ✖

Mode Gelap
Ratusan Pemain Mobile Legends dan Free Fire Bersaing dalam Kejurkab E-Sport Lumajang Festival UMKM Meriahkan Gema Sholawat di Stadion Semeru Lumajang, Produk Lokal Jadi Sorotan Ribuan Jemaah Hadiri Gema Sholawat dan Tausiyah Kebangsaan di Stadion Semeru Lumajang Nobar Semifinal Piala Dunia 2026 Gratis di Lumajang, Warga Seru-seruan, UMKM Ikut Panen Peluang Bunda Indah Buka Popkab Lumajang 2026, Dorong Pelajar Bangun Mental Juara

Nasional · 24 Feb 2026 17:38 WIB ·

Trauma Banjir Lahar, Siswi SD Absen Usai Terseret Sungai


 Trauma Banjir Lahar, Siswi SD Absen Usai Terseret Sungai Perbesar

Lumajang, – Seorang siswi SDN 3 Jugosari di Kabupaten Lumajang, Vita, mengalami luka setelah terseret arus banjir lahar hujan Gunung Semeru di Sungai Regoyo, Senin (23/2/2026) pagi.

Peristiwa itu terjadi saat ia hendak berangkat sekolah bersama ayahnya.

Kala itu, Vita dibonceng menggunakan sepeda motor dan harus menyeberangi Sungai Regoyo karena akses Jembatan Limpas yang biasa digunakan warga telah terputus sejak Desember 2025.

Saat berada di tengah sungai, arus air yang deras tiba-tiba menyeret kendaraan mereka hingga lebih dari lima meter.

Akibat kejadian tersebut, Vita mengalami luka di bagian lutut dan punggung. Selain itu, pakaian serta buku-buku pelajaran yang berada di dalam tasnya basah kuyup.

Kepala SDN 3 Jugosari, Yulianti, membenarkan insiden tersebut. Ia mengatakan Vita tidak masuk sekolah setelah kejadian karena mengalami syok dan trauma.

“Benar, kemarin terseret arus saat menyeberang sungai. Bukunya basah semua dan anaknya juga luka di bagian lutut dan punggung,” ujar Yulianti, Selasa (24/2/2026).

Menurutnya, hingga hari berikutnya Vita masih belum kembali bersekolah. Selain faktor luka fisik, kondisi arus Sungai Regoyo yang masih deras membuat orang tua khawatir melepas anaknya berangkat sekolah.

“Anaknya tidak masuk hari ini, mungkin karena sungainya besar dan mungkin karena trauma juga,” katanya.

Yulianti menambahkan, bukan hanya Vita yang absen. Sebagian besar siswa asal Dusun Sumberlangsep juga tidak masuk sekolah karena harus menyeberangi Sungai Regoyo untuk sampai ke sekolah.

Dari total 37 siswa asal dusun tersebut, pada Selasa pagi hanya sekitar 10 anak yang hadir.

“Ini yang masuk hanya sebagian kecil, mungkin karena arusnya juga besar pagi ini,” pungkasnya.

Artikel ini telah dibaca 31 kali

badge-check

Reporter

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Sudetan Sungai Dibangun di Wareng, Upaya Mengurangi Ancaman Lahar Semeru ke Permukiman

4 November 2026 - 16:00 WIB

Tujuh Kecamatan Dilanda Bencana, Pemkab Lumajang Berlakukan Siaga Darurat hingga Januari 2027

4 November 2026 - 09:33 WIB

Demi Sekolah dan Belanja, Warga Sumberlangsep Harus Menyeberangi Aliran Lahar

3 November 2026 - 12:39 WIB

Bupati Lumajang Sebut Tidak Ada Korban Jiwa dalam Banjir Lahar Semeru

3 November 2026 - 10:01 WIB

Banjir Lahar Semeru Hanyutkan 600 Bronjong di Sungai Glidik Lumajang

3 November 2026 - 08:31 WIB

Badan Geologi: Lahar Semeru Bukan Indikasi Peningkatan Tekanan Magmatik

2 November 2026 - 20:53 WIB

Trending di Nasional