Banyuwangi, – Pemerintah Kabupaten Banyuwangi menyiapkan 48 masjid ramah pemudik yang tersebar di berbagai jalur utama menjelang arus mudik dan balik Hari Raya Idulfitri 1447 Hijriah.
Masjid-masjid tersebut dilengkapi fasilitas 24 jam guna memberikan kenyamanan bagi masyarakat selama perjalanan.
Program masjid ramah pemudik ini merupakan kolaborasi antara Pemkab Banyuwangi dengan Kantor Kementerian Agama setempat, serta didukung oleh Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) dan Dewan Masjid Indonesia Banyuwangi.
Bupati Banyuwangi, Ipuk Fiestiandani, mengatakan keberadaan masjid ramah pemudik diharapkan dapat menjadi solusi bagi masyarakat yang membutuhkan tempat istirahat sekaligus beribadah saat menempuh perjalanan jauh.
“Pemudik dapat memanfaatkan masjid untuk beribadah sekaligus beristirahat setelah menempuh perjalanan panjang,” ujarnya saat meresmikan program tersebut di Masjid Al Huda, Kecamatan Kalipuro, Rabu (18/3/2026).
Sebanyak 48 masjid tersebut tersebar di jalur utara, tengah, hingga selatan Banyuwangi, termasuk di kawasan wisata. Dari jumlah tersebut, 13 masjid berada di jalur utama yang menghubungkan Kecamatan Wongsorejo hingga Kecamatan Kalibaru.
Dalam pelaksanaannya, seluruh masjid akan beroperasi selama 24 jam dengan menyediakan berbagai fasilitas penunjang bagi pemudik.
“Fasilitas tersebut meliputi area istirahat, tempat ibadah yang nyaman, toilet bersih, ketersediaan air bersih, hingga pengamanan di area masjid dan parkir,” jelasnya.
Tak hanya itu, sejumlah masjid juga menghadirkan layanan tambahan seperti ruang kesehatan, pijat gratis di titik tertentu, serta penyediaan air minum dan makanan ringan bagi para pemudik.
Beberapa masjid yang masuk dalam program ini di antaranya Masjid Nurul Huda Kalibaru, Masjid Baiturrohman Genteng, Masjid Baiturrohim Rogojampi, dan Masjid Nurul Karim Wongsorejo yang berada di jalur nasional.
Ipuk menambahkan, program ini merupakan wujud optimalisasi fungsi masjid yang tidak hanya sebagai tempat ibadah, tetapi juga sebagai pusat pelayanan sosial bagi masyarakat.
“Masjid tidak hanya digunakan untuk salat, tetapi juga sebagai pusat pelayanan masyarakat,” katanya.
Tinggalkan Balasan