Tanggul Rusak, Permukiman Terancam, Warga Lumajang Waswas Lahar Semeru Datang Lagi - Lensa Warta

Menu ✖

Mode Gelap
Festival UMKM Meriahkan Gema Sholawat di Stadion Semeru Lumajang, Produk Lokal Jadi Sorotan Ribuan Jemaah Hadiri Gema Sholawat dan Tausiyah Kebangsaan di Stadion Semeru Lumajang Nobar Semifinal Piala Dunia 2026 Gratis di Lumajang, Warga Seru-seruan, UMKM Ikut Panen Peluang Bunda Indah Buka Popkab Lumajang 2026, Dorong Pelajar Bangun Mental Juara 98 PNS Lumajang Terima SK dan Diambil Sumpah, Bupati Tekankan Integritas

Nasional · 7 Apr 2026 16:49 WIB ·

Tanggul Rusak, Permukiman Terancam, Warga Lumajang Waswas Lahar Semeru Datang Lagi


 Tanggul Rusak, Permukiman Terancam, Warga Lumajang Waswas Lahar Semeru Datang Lagi Perbesar

Lumajang, – Kerusakan tanggul Sungai Regoyo akibat terjangan banjir lahar hujan Gunung Semeru kembali menimbulkan kekhawatiran serius di wilayah Kecamatan Candipuro, Kabupaten Lumajang.

Warga yang tinggal di sekitar aliran sungai kini diliputi rasa waswas, menyusul potensi datangnya banjir lahar susulan yang bisa terjadi sewaktu-waktu.

Peristiwa tersebut terjadi di Dusun Kebondeli Selatan, Desa Sumberwuluh, Selasa (7/4/2026), saat arus lahar menghantam tanggul hingga jebol sepanjang kurang lebih 50 meter.

Akibatnya, sebuah rumah warga dan bangunan musala yang berada di sisi selatan sungai ambles hingga hampir rata dengan tanah.

Pantauan di lokasi menunjukkan kondisi bangunan yang rusak parah, sementara aliran sungai terlihat semakin melebar akibat tanggul yang tidak lagi mampu menahan derasnya arus lahar.

Warga setempat, Harun, mengungkapkan bahwa kejadian ini bukan yang pertama kali terjadi. Ia menilai kawasan tersebut kini berada dalam ancaman serius jika tidak segera ada penanganan konkret dari pihak terkait.

“Kawasan ini sudah sangat terancam, tolong kepada pejabat untuk segera ditindaklanjuti. Selama ini sudah beberapa kali dikunjungi, tapi tidak ada hasilnya,” kata Harun.

Ia juga menyebut, sedikitnya 30 kepala keluarga (KK) di Blok Kajang Kosong kini berada dalam kondisi terancam. Namun, keterbatasan ekonomi membuat warga tidak memiliki pilihan untuk berpindah ke lokasi yang lebih aman.

“Saat ini tidak ada jalan keluar mau pindah ke mana, karena tidak ada modal. Kami sekitar 30 KK terancam semua,” katanya.

Sementara itu, Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Lumajang, Yudhi Cahyono, memastikan tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut. Meski demikian, ia menegaskan bahwa kawasan tersebut memang termasuk dalam zona merah yang rawan terdampak banjir lahar.

“Di sana adalah kawasan zona merah, masyarakat kami imbau untuk mau direlokasi ke tempat yang lebih aman,” kata Yudhi.

Artikel ini telah dibaca 28 kali

badge-check

Reporter

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Karhutla TNBTS di Argosari Lumajang Sulit Dipadamkan, Api Meluas ke Arah B29

13 Oktober 2026 - 16:12 WIB

Ketika Batik Lumajang Naik Panggung, Tradisi Bertemu Kreativitas Fashion

11 Oktober 2026 - 09:09 WIB

Ketika Nusantara Menjadi Puisi, Kandangtepus Menuliskannya Lewat Gerak Tari

10 Oktober 2026 - 19:37 WIB

Karhutla Dilaporkan Meluas di Perbatasan Lumajang-Probolinggo, Perhutani Siagakan Petugas

9 Oktober 2026 - 21:33 WIB

Jika Ada Dugaan Keracunan MBG, Dinkes Lumajang Tak Mau Langsung Menyebut Keracunan

8 Oktober 2026 - 14:44 WIB

Desil di Berkas Berbeda dengan Aplikasi, Dinsos Lumajang Coret Pendaftar Beasiswa

7 Oktober 2026 - 09:41 WIB

Trending di Nasional