Bukti Penimbunan LPG 3 Kg Diumbar ke Kapolres, Bupati Lumajang Beri Ultimatum Pangkalan - Lensa Warta

Menu ✖

Mode Gelap
Ratusan Pemain Mobile Legends dan Free Fire Bersaing dalam Kejurkab E-Sport Lumajang Festival UMKM Meriahkan Gema Sholawat di Stadion Semeru Lumajang, Produk Lokal Jadi Sorotan Ribuan Jemaah Hadiri Gema Sholawat dan Tausiyah Kebangsaan di Stadion Semeru Lumajang Nobar Semifinal Piala Dunia 2026 Gratis di Lumajang, Warga Seru-seruan, UMKM Ikut Panen Peluang Bunda Indah Buka Popkab Lumajang 2026, Dorong Pelajar Bangun Mental Juara

Daerah · 9 Apr 2026 10:38 WIB ·

Bukti Penimbunan LPG 3 Kg Diumbar ke Kapolres, Bupati Lumajang Beri Ultimatum Pangkalan


 Bukti Penimbunan LPG 3 Kg Diumbar ke Kapolres, Bupati Lumajang Beri Ultimatum Pangkalan Perbesar

Lumajang, – Bupati Lumajang, Indah Amperawati, menegaskan tidak akan menoleransi kelangkaan LPG 3 kg yang belakangan meresahkan masyarakat. Dalam rapat koordinasi daring yang diikuti Sales Branch Manager (SBM) Pertamina Patra Niaga, Hiswana Migas, 17 agen, dan 70 pangkalan LPG.

“Kelangkaan ini hari ini harus terurai. Tidak boleh lagi ada yang menjual LPG di atas harga resmi!,” katanya, Kamis (9/4/2026).

Bukti-bukti berupa foto dan video pelanggaran distribusi telah diserahkan langsung kepada Kapolres Lumajang. Bupati memastikan, pangkalan yang menimbun atau melanggar aturan akan segera ditutup.

“Pak Polres tidak akan tinggal diam. Bukti-bukti baru akan terus dicari. Mulai hari ini, siapa pun yang melakukan penimbunan harus dihentikan,” tegasnya.

Indah juga menyoroti penggunaan LPG melon oleh SPPG untuk keperluan pribadi, yang menurutnya tidak sesuai aturan. Ia menegaskan bahwa pegawai negeri sipil harus menggunakan tabung gas pink untuk kebutuhan rumah tangga, bukan LPG 3 kg yang seharusnya untuk masyarakat berpenghasilan rendah.

“LPG 3 kg harus tepat sasaran. Bukan untuk kepentingan pribadi atau dipakai ASN yang gaji dan TPP-nya sudah cukup. Jangan main-main dengan hak rakyat,” katanya.

Langkah tegas ini muncul di tengah kondisi jelang Lebaran, ketika harga LPG 3 kg di pasaran sempat melonjak hingga Rp30–35 ribu per tabung akibat praktik penimbunan. Menurut Bupati, tindakan pangkalan yang sengaja menahan pasokan bukan sekadar soal harga, tetapi juga soal keadilan bagi masyarakat.

“Ini bukan hanya soal harga. Ini soal distribusi energi yang adil. Saya tidak akan diam. Yang main-main dengan distribusi LPG, pangkalannya akan ditutup!,” jelasnya.

Artikel ini telah dibaca 65 kali

badge-check

Reporter

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Warga Sumberlangsep Kembali Terisolasi akibat Banjir Lahar Lahar Hujan Gunung Semeru

2 November 2026 - 12:30 WIB

Bunda Indah Dorong Pariwisata Lumajang Jadi Motor Pertumbuhan Ekonomi dan Peluang Usaha Warga

31 Oktober 2026 - 17:29 WIB

Lumajang Raih Wilwatikta Awards 2026, Bunda Indah Jadikan Penghargaan Motivasi Perkuat Ekonomi

31 Oktober 2026 - 17:28 WIB

Pronojiwo Kembangkan Agrowisata 3 Hektare, Wisatawan Tumpak Sewu Bakal Punya Pilihan Baru

31 Oktober 2026 - 17:25 WIB

Cegah Stunting di Lumajang, Dinkes P2KB Perkuat Peran Posyandu dan Kolaborasi Desa

31 Oktober 2026 - 17:23 WIB

Bunda Indah Salurkan BLT DBHCHT 2026, Sebanyak 4.293 Warga Lumajang Terima Alokasi Rp600 Ribu

31 Oktober 2026 - 17:21 WIB

Trending di Daerah