ASN Lumajang Mendorong Inovasi dari Daerah Lain - Lensa Warta

Menu

Mode Gelap
Nobar Semifinal Piala Dunia 2026 Gratis di Lumajang, Warga Seru-seruan, UMKM Ikut Panen Peluang Bunda Indah Buka Popkab Lumajang 2026, Dorong Pelajar Bangun Mental Juara 98 PNS Lumajang Terima SK dan Diambil Sumpah, Bupati Tekankan Integritas Pantai Lumajang Padat Saat Kupatan, Perputaran Ekonomi Meningkat Bupati Lumajang: Kebersihan Pantai Jadi Kunci Wisata Berkelanjutan

Daerah · 18 Sep 2026 08:46 WIB ·

Bukan Sekadar Studi Banding, Bunda Indah Dorong ASN Lumajang Berani Meniru Inovasi yang Lebih Baik


 Bukan Sekadar Studi Banding, Bunda Indah Dorong ASN Lumajang Berani Meniru Inovasi yang Lebih Baik Perbesar

LUMAJANG – Pemerintah tidak selalu harus menciptakan gagasan dari nol. Ketika daerah lain berhasil menemukan cara yang lebih efektif, aparatur di Lumajang dapat mempelajarinya, mengambil sisi positifnya, lalu menyesuaikannya dengan kebutuhan masyarakat.

Pesan itu disampaikan Bupati Lumajang Indah Amperawati saat memberikan pengarahan dalam Pelantikan dan Pengambilan Sumpah Jabatan Pimpinan Tinggi Pratama, Administrator, Pengawas, dan Fungsional di Lingkungan Pemerintah Kabupaten Lumajang, di Lobby Pemkab Lumajang, Rabu (16/9/2026).

Bunda Indah mendorong pejabat dan ASN Lumajang untuk membuka diri terhadap berbagai praktik pemerintahan yang sudah berjalan di daerah lain.

Menurutnya, aparatur dapat melakukan studi banding atau benchmarking untuk melihat langsung cara daerah lain mengelola program, menyelesaikan persoalan, hingga membangun sistem pelayanan.

Tidak perlu malu meniru hal-hal yang jauh lebih baik,” ujar Bunda Indah.

Belajar dari Daerah Lain Bukan Tanda Kelemahan

Bunda Indah menilai pengalaman daerah lain dapat menjadi sumber pembelajaran bagi Pemkab Lumajang.

ASN tidak perlu selalu mencari konsep baru jika daerah lain sudah memiliki praktik yang terbukti membantu menyelesaikan persoalan pemerintahan.

Namun, pemerintah tetap perlu melihat kondisi masing-masing daerah. Setiap wilayah memiliki karakter masyarakat, persoalan, sumber daya, serta kemampuan anggaran yang berbeda.

Karena itu, ASN tidak harus menyalin sebuah program secara utuh. Mereka dapat mengambil substansi, metode, atau pola kerja yang relevan, kemudian menyesuaikannya dengan kebutuhan Lumajang.

Cara tersebut juga dapat mempercepat proses perbaikan. Aparatur bisa mempelajari pengalaman daerah lain, melihat hasilnya, mengidentifikasi kekurangannya, lalu mencari bentuk yang paling sesuai untuk diterapkan di Lumajang.

Studi banding pun tidak cukup jika hanya menghasilkan kunjungan dan dokumentasi. ASN perlu membawa pulang pengetahuan yang dapat mereka ubah menjadi gagasan, inovasi, atau penyempurnaan cara kerja.

ASN Perlu Punya Banyak Referensi untuk Menghadapi Perubahan

Bunda Indah juga mengaitkan budaya belajar dengan perubahan yang terus terjadi dalam pemerintahan.

Regulasi berkembang, teknologi berubah, dan kebutuhan masyarakat ikut bergerak. Kondisi tersebut menuntut aparatur untuk terus memperbarui pengetahuan dan memperluas referensi.

Pengalaman daerah lain dapat membantu ASN melihat sebuah persoalan dari sudut pandang berbeda.

ASN dapat mempelajari bagaimana pemerintah daerah lain merumuskan masalah, menentukan prioritas, membangun sistem, menjalankan solusi, serta mengevaluasi hasilnya.

Dari proses tersebut, aparatur Lumajang dapat menemukan pendekatan yang lebih sesuai untuk persoalan di daerah sendiri.

Budaya belajar seperti ini juga mendorong ASN untuk tidak terjebak pada pola kerja yang sama hanya karena sudah berlangsung lama.

Pejabat yang menerima amanah baru perlu berani melihat keluar, mencari pembanding, dan membuka ruang bagi gagasan baru.

Inovasi Harus Berujung pada Manfaat untuk Masyarakat

Bagi masyarakat, manfaat dari budaya belajar lintas daerah harus terlihat dalam pelayanan dan penyelesaian persoalan sehari-hari.

Ketika ASN membawa pulang praktik yang relevan, pemerintah dapat mengolahnya menjadi inovasi pelayanan, perbaikan tata kelola, maupun cara baru dalam menangani kebutuhan warga.

Dengan demikian, studi banding tidak berhenti sebagai kegiatan administratif. Pemerintah dapat mengubah hasil pembelajaran menjadi langkah nyata.

Bunda Indah ingin semangat tersebut tumbuh di kalangan pejabat dan ASN Lumajang. Pemerintahan perlu terus berkembang dengan memanfaatkan pengalaman yang sudah dimiliki daerah lain.

Cara itu membuat pemerintah tidak harus selalu memulai dari nol. Aparatur dapat belajar dari keberhasilan maupun pengalaman daerah lain, kemudian mengolahnya menjadi solusi yang sesuai dengan karakter Lumajang.

Semangat tersebut sekaligus mendorong ASN untuk terus berinovasi. Belajar dari daerah lain bukan berarti kehilangan identitas, tetapi mencari cara yang lebih baik untuk memberikan pelayanan kepada masyarakat.

Artikel ini telah dibaca 2 kali

badge-check

Reporter

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Jabatan Kosong Tak Perlu Menunggu, Bunda Indah Dorong Pengisian Bertahap

18 September 2026 - 08:50 WIB

Dapat Amanah Baru, Bunda Indah Minta ASN Lumajang Tak Berhenti Belajar

18 September 2026 - 08:48 WIB

Bukan Cuma Hiburan, Bunda Indah Ingin Ponsel Jadi Jendela Pengetahuan di Ruang Publik Lumajang

18 September 2026 - 08:44 WIB

Bunda Indah Soroti Potensi Kebocoran Pendapatan, Minta Pemkab Lumajang Perkuat Sistem Digital

18 September 2026 - 08:41 WIB

Bunda Indah Bekali Pejabat Lumajang: Hadapi Masalah Satu per Satu, Jangan Takut Cari Solusi

18 September 2026 - 08:39 WIB

Bunda Indah: Pejabat Lumajang Harus Jadi Garda Depan Lawan Korupsi dan Gratifikasi

18 September 2026 - 08:37 WIB

Trending di Daerah