Grebek Tempe Wedok, Tradisi Satu Suro yang Menjaga Ekonomi Warga Labruk Kidul - Lensa Warta

Menu

Mode Gelap
Nobar Semifinal Piala Dunia 2026 Gratis di Lumajang, Warga Seru-seruan, UMKM Ikut Panen Peluang Bunda Indah Buka Popkab Lumajang 2026, Dorong Pelajar Bangun Mental Juara 98 PNS Lumajang Terima SK dan Diambil Sumpah, Bupati Tekankan Integritas Pantai Lumajang Padat Saat Kupatan, Perputaran Ekonomi Meningkat Bupati Lumajang: Kebersihan Pantai Jadi Kunci Wisata Berkelanjutan

Daerah · 15 Jun 2026 22:44 WIB ·

Grebek Tempe Wedok, Tradisi Satu Suro yang Menjaga Ekonomi Warga Labruk Kidul


 Grebek Tempe Wedok, Tradisi Satu Suro yang Menjaga Ekonomi Warga Labruk Kidul Perbesar

Lumajang, – Ribuan tempe tersusun membentuk patung raksasa di tengah keramaian warga Desa Labruk Kidul, Kecamatan Sumbersuko, Kabupaten Lumajang.

Tradisi yang digelar setiap peringatan Satu Suro itu bukan sekadar perayaan budaya, melainkan juga cerminan denyut ekonomi masyarakat yang selama puluhan tahun bertumpu pada usaha pembuatan Tempe Wedok.

Di desa yang dikenal sebagai sentra pengrajin Tempe Wedok tersebut, tradisi Grebek Tempe Wedok menjadi momentum untuk memperkenalkan produk khas lokal yang telah menghidupi banyak keluarga.

Tempe berbahan dasar kedelai itu memiliki ciri khas berupa irisan tipis dan dibungkus menggunakan pelepah daun pisang, menghasilkan aroma dan cita rasa yang berbeda dibanding tempe pada umumnya.

Bupati Lumajang Indah Amperawati mengatakan Desa Labruk Kidul merupakan salah satu wilayah yang dikenal sebagai pusat pengrajin Tempe Wedok di Kabupaten Lumajang. Menurut dia, produk tersebut memiliki potensi besar untuk terus dikembangkan sebagai bagian dari penguatan ekonomi rakyat.

“Tempenya asli dari kedelai dan rasanya sangat enak. Saya sering membawanya ke Surabaya dan beberapa daerah lain. Ini produk yang punya ciri khas dan harus terus kita dorong pengembangannya,” kata Indah saat menghadiri Grebek Tempe Wedok, Senin (15/6/2026) malam.

Menurut Indah, keberadaan para pengrajin di Labruk Kidul menjadi contoh bagaimana usaha kecil mampu bertahan dan berkembang secara mandiri. Bahkan, selama ini para pelaku usaha tersebut dinilai tidak pernah bergantung pada bantuan pemerintah.

“Tadi saya bertemu para pengrajin. Mereka tidak pernah meminta bantuan. Mereka sangat mandiri. Tetapi pemerintah tentu akan memberikan dukungan agar usaha mereka bisa berkembang lebih besar,” jelasnya.

Ia menilai Tempe Wedok bukan hanya memiliki nilai ekonomi, tetapi juga nilai gizi yang tinggi karena berbahan dasar kedelai. Produk tersebut bahkan mulai masuk ke sejumlah dapur penyedia program Makan Bergizi Gratis (MBG).

“Ini luar biasa. Produk lokal masyarakat bisa masuk ke program pemerintah. Artinya ekonomi rakyat bisa tumbuh melalui berbagai program yang ada,” katanya.

Kepala Desa Labruk Kidul Agus Irianto mengatakan kegiatan Grebek Tempe Wedok sejak awal digelar sepenuhnya oleh masyarakat. Warga secara gotong royong mempersiapkan seluruh rangkaian acara, termasuk pembuatan patung berbahan dasar tempe yang menjadi ikon perayaan.

“Mulai awal berdiri sampai sekarang tahun 2026, kegiatan ini dilakukan secara mandiri oleh warga. Mereka tidak pernah mengeluh dan tidak menggantungkan kegiatan ini kepada pemerintah,” katanya.

Tahun ini, lebih dari 6.000 tempe digunakan untuk membuat patung dalam Grebek Tempe Wedok. Ribuan tempe tersebut diproduksi oleh kelompok-kelompok perajin yang tersebar di berbagai RT di Desa Labruk Kidul.

Menurut Agus, salah satu keunikan Tempe Wedok terletak pada bahan pembungkusnya. Berbeda dengan tempe biasa, Tempe Wedok harus menggunakan daun pisang klotok agar proses fermentasi berjalan sempurna.

“Kalau memakai daun pisang jenis lain, hasilnya tidak sempurna. Tempe Wedok harus menggunakan daun pisang klotok,” pungkaanya.

Artikel ini telah dibaca 13 kali

badge-check

Reporter

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Diskopindag Lumajang Cabut Tiga Rekomendasi BBM Bersubsidi

5 Agustus 2026 - 14:47 WIB

Usaha Sound System Tak Lagi Bisa Ajukan Rekomendasi BBM Bersubsidi

5 Agustus 2026 - 14:33 WIB

Wabup Lumajang Harap Kapolres Baru Perkuat Sinergi Jaga Kamtibmas

5 Agustus 2026 - 14:06 WIB

Bupati Lumajang Atur Jam Operasional PKL di Kawasan Alun-alun

5 Agustus 2026 - 13:15 WIB

Pemkab Lumajang Kenakan Retribusi Tak Hanya di Pasar, Pertokoan Toga Juga Masuk

4 Agustus 2026 - 12:01 WIB

Kebakaran Hutan Picu Penutupan Jalur Wisata Bromo via Senduro

4 Agustus 2026 - 10:54 WIB

Trending di Daerah