Ketika Budaya Bali Hadir di Purwosono Night Karnival, Panggung Desa Menjadi Ruang Pertemuan Nusantara - Lensa Warta

Menu

Mode Gelap
Nobar Semifinal Piala Dunia 2026 Gratis di Lumajang, Warga Seru-seruan, UMKM Ikut Panen Peluang Bunda Indah Buka Popkab Lumajang 2026, Dorong Pelajar Bangun Mental Juara 98 PNS Lumajang Terima SK dan Diambil Sumpah, Bupati Tekankan Integritas Pantai Lumajang Padat Saat Kupatan, Perputaran Ekonomi Meningkat Bupati Lumajang: Kebersihan Pantai Jadi Kunci Wisata Berkelanjutan

Nasional · 30 Agu 2026 00:03 WIB ·

Ketika Budaya Bali Hadir di Purwosono Night Karnival, Panggung Desa Menjadi Ruang Pertemuan Nusantara


 Ketika Budaya Bali Hadir di Purwosono Night Karnival, Panggung Desa Menjadi Ruang Pertemuan Nusantara Perbesar

Lumajang, – Malam di Desa Purwosono, Kecamatan Sumbersuko, Kabupaten Lumajang, Sabtu, 29 Agustus 2026, tidak hanya menjadi malam perayaan kemerdekaan.

Di tengah peringatan Hari Ulang Tahun ke-81 Republik Indonesia, sebuah panggung desa berubah menjadi ruang perjumpaan berbagai warna kebudayaan.

Pemerintah Desa Purwosono menggelar Purwosono Night Karnival, termasuk acara Karnival On Stage, untuk memperingati HUT RI ke-81. Warga datang menikmati pertunjukan yang menjadi bagian dari perayaan kemerdekaan di desa tersebut.

Ada pemandangan yang memberi warna tersendiri malam itu. Sebanyak 30 penari asal Bali turut hadir dalam gelaran tersebut.

Kehadiran para penari Bali membuat panggung Purwosono tidak hanya menjadi tempat pertunjukan.

Ia menjadi semacam ruang kecil tempat kebudayaan Nusantara bertemu Bali hadir di tengah masyarakat Lumajang, tanpa harus kehilangan akar dan identitasnya.

Di situlah karnival menemukan makna yang lebih luas. Kemerdekaan tidak hanya dirayakan melalui upacara atau simbol-simbol kebangsaan, tetapi juga melalui kesenian yang tumbuh dari berbagai daerah.

Bagi masyarakat desa, pertunjukan seni semacam ini juga menghadirkan pengalaman bersama. Warga berkumpul, menyaksikan pertunjukan, dan menikmati suasana malam kemerdekaan.

Kehadiran masyarakat dan penonton ikut memberikan ruang bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) untuk menawarkan produk mereka. Pedagang kaki lima atau PKL juga turut merasakan dampak dari keramaian acara.

Dengan begitu, panggung budaya tidak berdiri sendiri. Di sekelilingnya tumbuh aktivitas ekonomi masyarakat.

Ketua Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Lumajang, Agus Setiawan, turut mendukung penyelenggaraan acara tersebut.

“Dan tentunya, kegiatan seperti Purwosono Night Karnival dapat menjadi ruang yang mempertemukan masyarakat, kesenian dan aktivitas ekonomi dalam satu perayaan,” katanya.

Kata dia, karnival pada akhirnya bukan hanya tentang siapa yang tampil di atas panggung.

“Ada warga yang datang sebagai penonton, seniman yang membawa kesenian, serta pelaku UMKM dan PKL yang menggantungkan sebagian aktivitas ekonominya pada keramaian,” ucap dia.

Artikel ini telah dibaca 2 kali

badge-check

Reporter

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Ranu Kumbolo Jadi Titik Pemadaman, Helikopter dan Tim Gabungan Dikerahkan

28 Agustus 2026 - 12:13 WIB

Api Belum Padam, Titik Baru Muncul: Medan Ekstrem Hambat Tim Gabungan TNBTS

28 Agustus 2026 - 11:54 WIB

Sebelum Rekrutmen CASN 2027, DPR Minta Pemerintah Tuntaskan Nasib 172 Ribu Guru Non-ASN

28 Agustus 2026 - 10:41 WIB

Tiga Titik Karhutla di TNBTS, Satu Dikendalikan Dua Masih Membara

27 Agustus 2026 - 14:50 WIB

Api Belum Padam, 60 Personel Bikin Sekat Bakar di Jalur Pendakian Semeru

27 Agustus 2026 - 14:25 WIB

Kebakaran di Blok Ranu Kembang, Pendakian Semeru Ditutup dan Tiket Bisa Refund

26 Agustus 2026 - 21:20 WIB

Trending di Nasional