LUMAJANG – Yel-yel, senam, jelajah medan hingga permainan interaktif membuat suasana Pra Siaga Lumajang berlangsung meriah. Di balik keceriaan itu, anak-anak juga belajar berbagai nilai penting untuk membentuk karakter sejak usia dini.
Melalui berbagai aktivitas bersama, anak belajar mengenal disiplin, gotong royong, kepedulian sosial, kepedulian terhadap lingkungan hingga keberanian mengambil peran.
Pesan tersebut mengemuka dalam Launching Pra Siaga TK Kabupaten Lumajang di Obyek Wisata Pemandian Selokambang, Rabu (9/9/2026).
Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya Pemerintah Kabupaten Lumajang mengenalkan nilai kepramukaan melalui aktivitas yang dekat dengan kehidupan anak.
Bupati Lumajang Indah Amperawati mengatakan, Pra Siaga membawa semangat yang sejalan dengan pendidikan kepramukaan. Sejak usia dini, anak dapat belajar mengikuti aturan, bekerja bersama teman, peduli kepada lingkungan dan orang lain, serta mulai mengenal tanggung jawab.
“Prasyaga ini menanamkan pembentukan karakter sama dengan Pramuka. Anak-anak diajari bagaimana disiplin, patuh terhadap orang tua, bergotong royong, peduli sosial dan lingkungan, kemudian tegas dan punya karakter memimpin yang hebat,” ujar Bunda Indah.
Pra Siaga Lumajang Ajak Anak Belajar Disiplin Sambil Bermain
Bunda Indah menjelaskan bahwa anak usia taman kanak-kanak membutuhkan cara belajar yang sesuai dengan dunia mereka. Karena itu, kegiatan Pra Siaga menggunakan permainan dan aktivitas bersama untuk menyampaikan berbagai nilai karakter.
Anak belajar disiplin ketika mengikuti arahan dan aturan selama kegiatan. Mereka juga belajar menjaga ketertiban ketika mengikuti rangkaian acara bersama teman-temannya.
Kegiatan kelompok kemudian mengajarkan anak untuk saling membantu. Dari aktivitas sederhana tersebut, mereka mulai mengenal arti gotong royong dan kerja sama.
Anak juga dapat belajar memperhatikan lingkungan sekitar. Saat mengikuti kegiatan di luar ruang, mereka memiliki kesempatan untuk berinteraksi dengan alam dan mengenal pentingnya menjaga lingkungan.
Menurut Bunda Indah, pengalaman seperti itu dapat membantu anak memahami nilai karakter dengan cara yang lebih sederhana. Anak tidak hanya mendengar penjelasan tentang disiplin dan kebersamaan, tetapi langsung mempraktikkannya melalui aktivitas.
“Jadi diajari bagaimana disiplin, diajari bagaimana patuh terhadap orang tua, bagaimana diajari bergotong royong, peduli sosial, lingkungan, kemudian tegas, punya karakter memimpin yang hebat,” katanya.
Anak Mulai Belajar Berani Mengambil Peran
Pra Siaga juga mengajak anak mengenal dasar-dasar kepemimpinan. Pada usia taman kanak-kanak, anak dapat memulai proses tersebut melalui hal-hal sederhana.
Anak bisa belajar berani mengambil peran, mengikuti kesepakatan kelompok dan menyelesaikan tugas yang menjadi tanggung jawabnya.
Kebiasaan tersebut dapat membantu anak memahami bahwa setiap orang memiliki peran ketika berada dalam sebuah kelompok.
Pendidikan karakter juga tidak hanya berkaitan dengan kemampuan anak memahami pelajaran. Anak perlu belajar berinteraksi, menghargai teman, mengikuti aturan, membantu orang lain dan menjaga lingkungan.
Karena itu, aktivitas bersama seperti Pra Siaga dapat menjadi ruang bagi anak untuk mendapatkan pengalaman sosial sejak usia dini.
Melalui permainan dan kegiatan kelompok, anak memiliki kesempatan untuk belajar sambil bergerak dan berinteraksi. Pendekatan tersebut membuat proses pengenalan nilai kepramukaan terasa lebih ringan dan menyenangkan.
2.100 Anak dari 21 Kecamatan Ramaikan Launching Pra Siaga
Launching Pra Siaga TK Kabupaten Lumajang menghadirkan 2.100 peserta dari 21 kecamatan.
Panitia mengisi kegiatan dengan berbagai aktivitas yang sesuai dengan karakter anak. Peserta mengikuti yel-yel Pra Siaga, senam Pra Siaga, tenda kreasi, jelajah medan dan permainan interaktif.
Panitia juga menyiapkan 525 trofi untuk menambah semangat anak-anak selama mengikuti kegiatan.
Rangkaian aktivitas tersebut memberikan kesempatan kepada anak untuk bergerak, bermain, bekerja sama dan berinteraksi dengan teman.
Melalui Pra Siaga Lumajang, pemerintah berharap anak-anak mulai membangun kebiasaan positif sejak usia dini. Disiplin, gotong royong, kepedulian sosial, kepedulian terhadap lingkungan dan keberanian memimpin dapat tumbuh melalui pengalaman sederhana yang mereka jalani bersama.
Kegiatan ini juga menunjukkan bahwa pendidikan karakter dapat hadir melalui aktivitas yang menyenangkan. Anak tidak harus selalu belajar di dalam kelas untuk memahami nilai kebersamaan dan tanggung jawab.
Dengan pengalaman yang terus mereka dapatkan sejak dini, anak-anak diharapkan mampu membawa kebiasaan positif tersebut dalam kehidupan sehari-hari dan mengembangkannya seiring pertumbuhan mereka.
Tinggalkan Balasan