LUMAJANG – Aktivitas Gunung Semeru masih membutuhkan kewaspadaan masyarakat. Di tengah derasnya informasi melalui media sosial, masyarakat perlu memastikan setiap kabar yang mereka terima sebelum mempercayai atau membagikannya.
Satu informasi yang keliru dapat menyebar dengan cepat dan memicu keresahan. Karena itu, Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kabupaten Lumajang mengajak masyarakat lebih cermat saat menerima, memeriksa dan membagikan informasi mengenai aktivitas Gunung Semeru.
Kepala Diskominfo Kabupaten Lumajang, Mustaqim, meminta masyarakat tidak langsung mempercayai informasi yang beredar di media sosial.
Ia mengajak warga mengecek sumber informasi terlebih dahulu agar masyarakat memperoleh gambaran kondisi Semeru berdasarkan data yang dapat dipertanggungjawabkan.
“Masyarakat kami imbau untuk tidak panik dan tidak terburu-buru menyebarkan informasi yang belum jelas sumbernya. Pastikan terlebih dahulu informasi tersebut benar dan berasal dari sumber resmi,” ujar Mustaqim, Senin (14/09/2026).
Saat ini, Gunung Semeru masih berada pada Level III atau Siaga. Masyarakat dapat mengikuti perkembangan aktivitas gunung api melalui informasi resmi dari PVMBG dan BPBD Kabupaten Lumajang.
Jangan Langsung Percaya Informasi Semeru di Media Sosial
Media sosial membuat masyarakat bisa memperoleh informasi dalam hitungan detik. Namun, kecepatan tersebut juga membawa risiko ketika pengguna langsung membagikan informasi tanpa melakukan pemeriksaan.
Informasi mengenai aktivitas gunung api dapat muncul dalam berbagai bentuk. Foto dan video lama, misalnya, dapat kembali beredar tanpa keterangan waktu dan lokasi yang jelas.
Kondisi tersebut dapat membuat masyarakat mengira sebuah foto atau video menggambarkan situasi terbaru, padahal materi tersebut berasal dari peristiwa sebelumnya.
Karena itu, masyarakat perlu melakukan pemeriksaan sederhana sebelum membagikan informasi.
Pertama, tanyakan dari mana informasi tersebut berasal. Kedua, periksa kapan peristiwa tersebut terjadi. Ketiga, pastikan lokasi dalam foto atau video. Keempat, bandingkan informasi tersebut dengan keterangan dari lembaga resmi.
Langkah sederhana ini dapat membantu masyarakat membedakan informasi terbaru dengan konten lama atau informasi yang kehilangan konteks.
Masyarakat juga perlu mengutamakan informasi dari lembaga yang memiliki kewenangan dalam pemantauan aktivitas gunung api dan penanganan kebencanaan.
Diskominfo Lumajang Kenalkan Prinsip 3S
Untuk membantu masyarakat menghadapi derasnya informasi digital, Diskominfo Lumajang mengajak warga menggunakan prinsip “3S: Saring, Selidiki, Sebarkan.”
Saring berarti masyarakat tidak langsung mempercayai setiap informasi yang muncul di linimasa.
Selidiki berarti warga memeriksa sumber, waktu, lokasi dan konteks foto atau video sebelum mengambil kesimpulan.
Sebarkan berarti masyarakat hanya membagikan informasi setelah memastikan kebenarannya dan melihat manfaat informasi tersebut bagi orang lain.
Prinsip tersebut dapat menjadi kebiasaan sederhana ketika masyarakat menerima kabar mengenai aktivitas Gunung Semeru.
Dengan kebiasaan tersebut, masyarakat tetap dapat mengikuti perkembangan situasi tanpa ikut menyebarkan kabar yang belum jelas.
“Gunakan media sosial dengan bijak. Jangan sampai informasi yang belum terverifikasi justru menimbulkan kepanikan. Mari bersama-sama menjaga ruang digital agar tetap informatif dan menenangkan,” katanya.
Kebiasaan memeriksa informasi juga membantu masyarakat menjaga ruang digital tetap sehat. Warga tetap memperoleh informasi yang mereka butuhkan untuk meningkatkan kewaspadaan tanpa memperluas kabar yang belum memiliki sumber jelas.
Ikuti Informasi Resmi dan Tetap Tenang
Diskominfo Kabupaten Lumajang terus berkoordinasi dengan BPBD untuk menyampaikan perkembangan aktivitas Gunung Semeru kepada masyarakat.
Koordinasi tersebut membantu pemerintah menyampaikan informasi secara akurat, cepat dan mudah dipahami.
Masyarakat tetap dapat menggunakan media sosial untuk mencari informasi. Namun, setiap kabar yang mereka temukan perlu melalui proses pemeriksaan sebelum mereka percaya atau membagikannya.
Mengikuti sumber resmi juga membantu masyarakat memperoleh informasi yang sesuai dengan perkembangan terbaru.
Di tengah aktivitas Gunung Semeru yang masih membutuhkan kewaspadaan, masyarakat memiliki peran penting dalam menjaga ketenangan bersama.
Warga dapat mengambil langkah sederhana: memeriksa sumber informasi, melihat waktu dan lokasi kejadian, membandingkan informasi dengan keterangan resmi, lalu membagikannya jika memang benar dan bermanfaat.
Dengan menerapkan Saring, Selidiki, Sebarkan, masyarakat dapat tetap waspada terhadap perkembangan Gunung Semeru tanpa menambah keresahan di tengah masyarakat.
Waspada bukan berarti panik. Cek informasinya, ikuti sumber resminya, lalu sebarkan hanya informasi yang benar.
Tinggalkan Balasan