Lumajang, – Sebanyak 360 peserta mengikuti Kejuaraan Kabupaten (Kejurkab) E-Sport Lumajang 2026. Mereka bersaing dalam dua cabang permainan, yakni Mobile Legends dan Free Fire.
Kejuaraan tersebut menjadi ruang bagi para pemain untuk menguji kemampuan sekaligus membuka peluang masuk dalam pembinaan atlet E-Sport Kabupaten Lumajang menuju Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) 2027.
Ketua E-Sport Indonesia (ESI) Lumajang, Muhammad Sahrul, berharap kompetisi itu dapat melahirkan pemain-pemain berprestasi yang mampu bersaing hingga tingkat internasional.
“Semoga dengan adanya kejuaraan ini, Lumajang mempunyai pemain-pemain hebat untuk bersaing di kancah dunia,” kata Sahrul, Minggu (1/11/2026).
Ia meminta peserta Mobile Legends dan Free Fire mengikuti setiap kompetisi dengan serius. Menurut dia, E-Sport terus berkembang dan memiliki jumlah penonton yang besar.
Sementara itu, Ketua Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Lumajang, Budi Satria, mengatakan Kejurkab menjadi salah satu bagian dari persiapan menghadapi Porprov 2027.
“Masih tersedia waktu beberapa bulan untuk mempersiapkan atlet. Karena itu, peserta diharapkan memanfaatkan kompetisi tersebut untuk menunjukkan kemampuan masing-masing,” katanya.
Ia mengingatkan pemain agar tidak meremehkan lawan, termasuk peserta yang usianya lebih muda atau baru mengikuti kompetisi.
Budi menambahkan, kemampuan bermain tidak selalu ditentukan oleh usia. Pemain junior tetap memiliki peluang mengalahkan peserta yang lebih senior.
Dalam persiapan menuju Porprov 2027, Budi menyebut rentang usia peserta berada di kisaran 12 hingga 25 tahun.
“Ketentuan ini berbeda dengan kompetisi E-Sport tingkat pelajar yang sebelumnya pernah saya hadiri di SMA 2 Lumajang, dengan batas usia peserta maksimal 18 tahun,” ujarnya.
Tinggalkan Balasan