Banjir Lahar Semeru Hanyutkan 600 Bronjong di Sungai Glidik Lumajang - Lensa Warta

Menu ✖

Mode Gelap
Ratusan Pemain Mobile Legends dan Free Fire Bersaing dalam Kejurkab E-Sport Lumajang Festival UMKM Meriahkan Gema Sholawat di Stadion Semeru Lumajang, Produk Lokal Jadi Sorotan Ribuan Jemaah Hadiri Gema Sholawat dan Tausiyah Kebangsaan di Stadion Semeru Lumajang Nobar Semifinal Piala Dunia 2026 Gratis di Lumajang, Warga Seru-seruan, UMKM Ikut Panen Peluang Bunda Indah Buka Popkab Lumajang 2026, Dorong Pelajar Bangun Mental Juara

Nasional · 3 Nov 2026 08:31 WIB ·

Banjir Lahar Semeru Hanyutkan 600 Bronjong di Sungai Glidik Lumajang


 Banjir Lahar Semeru Hanyutkan 600 Bronjong di Sungai Glidik Lumajang Perbesar

Lumajang, – Banjir lahar hujan Gunung Semeru menghanyutkan sekitar 600 unit bronjong yang disiapkan untuk penanganan tanggul di Desa Pasirejo, Kecamatan Tempursari, Kabupaten Lumajang, Senin (2/11/2026).

Selain menghanyutkan material penanganan tanggul, banjir lahar dari Sungai Glidik juga menyebabkan tanggul jebol.

Akibatnya, tiga rumah warga rusak dan 10 rumah lainnya terancam mengalami kerusakan.

Pengamat Operasi Pemeliharaan Sumber Daya Air pada Unit Pelaksana Teknis Pengelolaan Sumber Daya Air (UPT PSDA) Wilayah Sungai Bondoyudo Baru, Reza Nurdiansyah, mengatakan pihaknya sedang menangani tanggul yang kondisinya kritis.

Namun, sebelum pekerjaan selesai, banjir lahar lebih dulu menerjang kawasan tersebut. Material yang telah disiapkan untuk penanganan tanggul ikut tersapu arus.

“Baru seminggu kami melakukan penanganan, terus pindah ke bawah, lahar dinginnya datang lebih dulu. Yang jebol sekitar 150 meter dan 50 meter, jadi total 200 meter,” kata Reza, Selasa (3/11/2026).

Menurut Reza, tanggul jebol pada dua bagian dengan panjang masing-masing sekitar 150 meter dan 50 meter. Total panjang tanggul yang jebol mencapai sekitar 200 meter.

Ia menjelaskan, banjir lahar yang mengarah ke Kali Glidik terekam dengan amplitudo maksimal 65 milimeter.

Getaran banjir kali ini berbeda dengan kejadian sehari sebelumnya. Saat itu, aliran banjir mengarah ke Besuk Kobokan. Sedangkan pada Senin, banjir lahar menerjang aliran Sungai Glidik.

Banjir tersebut juga menghanyutkan sekitar 600 unit bronjong yang telah disiapkan untuk penanganan tanggul.

“Hilang semua, keseret banjir lahar dingin yang lewat tanggul jebol itu. Sementara belum ada penanganan lanjutan, menunggu situasi aman dulu,” jelasnya.

Artikel ini telah dibaca 5 kali

badge-check

Reporter

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Demi Sekolah dan Belanja, Warga Sumberlangsep Harus Menyeberangi Aliran Lahar

3 November 2026 - 12:39 WIB

Bupati Lumajang Sebut Tidak Ada Korban Jiwa dalam Banjir Lahar Semeru

3 November 2026 - 10:01 WIB

Badan Geologi: Lahar Semeru Bukan Indikasi Peningkatan Tekanan Magmatik

2 November 2026 - 20:53 WIB

Sebanyak 1.100 Warga Terdampak Banjir Lumajang, 117 KK di Tempursari Terisolasi

2 November 2026 - 17:48 WIB

Puluhan Siswa SDN Jugosari 3 Terisolasi Banjir Lahar Semeru, Pembelajaran Dialihkan Daring

2 November 2026 - 17:26 WIB

Hujan Deras Picu Longsor di Tempursari Lumajang, Separuh Badan Jalan Kabupaten Terkikis

2 November 2026 - 16:34 WIB

Trending di Nasional