Lumajang, – Banjir lahar hujan Gunung Semeru menghanyutkan sekitar 600 unit bronjong yang disiapkan untuk penanganan tanggul di Desa Pasirejo, Kecamatan Tempursari, Kabupaten Lumajang, Senin (2/11/2026).
Selain menghanyutkan material penanganan tanggul, banjir lahar dari Sungai Glidik juga menyebabkan tanggul jebol.
Akibatnya, tiga rumah warga rusak dan 10 rumah lainnya terancam mengalami kerusakan.
Pengamat Operasi Pemeliharaan Sumber Daya Air pada Unit Pelaksana Teknis Pengelolaan Sumber Daya Air (UPT PSDA) Wilayah Sungai Bondoyudo Baru, Reza Nurdiansyah, mengatakan pihaknya sedang menangani tanggul yang kondisinya kritis.
Namun, sebelum pekerjaan selesai, banjir lahar lebih dulu menerjang kawasan tersebut. Material yang telah disiapkan untuk penanganan tanggul ikut tersapu arus.
“Baru seminggu kami melakukan penanganan, terus pindah ke bawah, lahar dinginnya datang lebih dulu. Yang jebol sekitar 150 meter dan 50 meter, jadi total 200 meter,” kata Reza, Selasa (3/11/2026).
Menurut Reza, tanggul jebol pada dua bagian dengan panjang masing-masing sekitar 150 meter dan 50 meter. Total panjang tanggul yang jebol mencapai sekitar 200 meter.
Ia menjelaskan, banjir lahar yang mengarah ke Kali Glidik terekam dengan amplitudo maksimal 65 milimeter.
Getaran banjir kali ini berbeda dengan kejadian sehari sebelumnya. Saat itu, aliran banjir mengarah ke Besuk Kobokan. Sedangkan pada Senin, banjir lahar menerjang aliran Sungai Glidik.
Banjir tersebut juga menghanyutkan sekitar 600 unit bronjong yang telah disiapkan untuk penanganan tanggul.
“Hilang semua, keseret banjir lahar dingin yang lewat tanggul jebol itu. Sementara belum ada penanganan lanjutan, menunggu situasi aman dulu,” jelasnya.
Tinggalkan Balasan