Lumajang, – Banjir lahar hujan Gunung Semeru membuat warga Dusun Sumberlangsep, Desa Jugosari, Kecamatan Candipuro, Kabupaten Lumajang, harus menyeberangi aliran Sungai Regoyo untuk menjalankan aktivitas sehari-hari.
Akses jalan yang menghubungkan Dusun Sumberlangsep dengan Dusun Sumberkajar tertimbun material banjir lahar berupa pasir dan batu.
Akibatnya, warga harus melewati aliran sungai untuk bersekolah, bekerja, hingga membeli kebutuhan pokok. Kondisi memprihatinkan terlihat pada Selasa (3/11/2026).
Sejumlah orang tua bahkan harus menggendong anak-anak mereka saat menyeberangi aliran lahar agar bisa sampai ke sekolah yang berada di dusun seberang.
“Kalau enggak sekolah ya ketinggalan pelajaran,” kata Dewi, salah satu orang tua siswa.
Tak hanya anak-anak yang kesulitan mengakses sekolah, warga juga harus menghadapi kondisi serupa untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.
Ayun, salah satu warga, mengatakan dirinya harus menyeberangi aliran sungai untuk membeli sayuran dan kebutuhan rumah tangga.
“Tujuannya mau ke tukang sayur belanja, jadi harus menyeberang,” ucap Ayun.
Terputusnya akses tersebut berdampak terhadap sekitar 135 kepala keluarga yang tinggal di Dusun Sumberlangsep. Mobilitas warga semakin sulit ketika debit aliran lahar Sungai Regoyo meningkat.
Banjir lahar tersebut menimbun satu-satunya akses jalan yang menghubungkan dusun itu dengan wilayah sekitarnya. Material pasir dan batu yang menutup jalan membuat aktivitas masyarakat terganggu.
Sementara itu, alat berat mulai dikerahkan untuk membersihkan tumpukan material banjir lahar yang menutup akses menuju dusun tersebut.
Tinggalkan Balasan