Perubahan Taktik Hamas: Bagaimana Gaza Menjadi Labirin Mematikan bagi Tentara Israel - Lensa Warta

Menu

Mode Gelap
98 PNS Lumajang Terima SK dan Diambil Sumpah, Bupati Tekankan Integritas Pantai Lumajang Padat Saat Kupatan, Perputaran Ekonomi Meningkat Bupati Lumajang: Kebersihan Pantai Jadi Kunci Wisata Berkelanjutan Cegah Sejak Dini, Bupati Lumajang Ajak Warga Rutin Periksa Kesehatan Jantung Tak Hanya Jaga di Darat, SAR Lumajang Turun ke Laut Amankan Wisata Lebaran

International · 16 Des 2023 11:54 WIB ·

Perubahan Taktik Hamas: Bagaimana Gaza Menjadi Labirin Mematikan bagi Tentara Israel


 Perubahan Taktik Hamas: Bagaimana Gaza Menjadi Labirin Mematikan bagi Tentara Israel Perbesar

Eskalasi konflik di Gaza, dengan jumlah tentara Israel yang meningkat hampir dua kali lipat dari serangan darat sebelumnya pada 2014. Ada penjelasan dari para pakar militer, komandan Israel, serta sumber Hamas yang menyoroti bagaimana Hamas menggunakan senjata canggih dan jaringan terowongan yang luas untuk mengubah medan perang Gaza menjadi lingkungan yang sangat mematikan bagi tentara Israel.

Senjata-senjata yang dimiliki Hamas, mulai dari drone hingga senjata anti-tank yang dilengkapi dengan muatan ganda yang kuat, menjadi fokus utama dalam konflik ini.

Serangan Israel yang dimulai pada akhir Oktober menyebabkan sekitar 110 tentara Israel tewas, sebagian besar adalah awak tank. Perbandingannya dengan serangan tahun 2014 menunjukkan perbedaan yang signifikan, dengan tentara Israel saat ini beroperasi jauh lebih dalam ke dalam wilayah Gaza.

Pakar militer seperti Yaacov Amidror, seorang pensiunan mayor jenderal Israel dan mantan penasihat keamanan nasional, menyatakan bahwa solusi untuk menemukan terowongan Hamas masih menjadi tantangan besar.

Jaringan terowongan ini telah berkembang pesat dalam dekade terakhir, membuat Israel kesulitan menghadapinya.

Konflik ini dimulai setelah serangan bersenjata oleh Hamas pada Oktober 2023, yang memicu gelombang serangan balasan dari Israel. Di tengah konflik ini, terdapat upaya internasional untuk mencapai gencatan senjata.

Namun, pernyataan Perdana Menteri Benjamin Netanyahu bahwa perang akan berlanjut hingga “kemenangan mutlak” menandakan ketegangan yang belum mereda.

Meski kedua belah pihak merasakan dampak yang signifikan dari konflik ini, masih terdapat ketidakpastian mengenai korban dan jumlah pasukan yang diterjunkan ke medan perang, sementara upaya-upaya untuk mencari jalan keluar dari situasi ini terus berlanjut.

Artikel ini telah dibaca 56 kali

badge-check

Reporter

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Bupati Lumajang Titip Doa Jamaah Haji untuk Keamanan dan Kesejahteraan Daerah

12 Mei 2026 - 13:04 WIB

Cegah Kepanikan, Pemkab Lumajang Perketat Pengawasan Distribusi LPG 3 Kg

26 Maret 2026 - 09:36 WIB

Pengamanan Diperketat, Polisi Pastikan Wisata Tumpak Sewu Tetap Kondusif

24 Maret 2026 - 09:15 WIB

Agus Setiawan: Jika Konflik Global Meluas, Dampaknya Bisa Sampai ke Usaha Kecil di Daerah

14 Maret 2026 - 18:43 WIB

Ketua Kadin Lumajang: Pengusaha Mulai Pusing Hadapi Dampak Perang Iran–Israel

14 Maret 2026 - 18:27 WIB

Agus Setiawan, Jangan Ikut-Ikutan Panic Buying Jika Energi Mulai Langka

13 Maret 2026 - 18:33 WIB

Trending di International