Perubahan Taktik Hamas: Bagaimana Gaza Menjadi Labirin Mematikan bagi Tentara Israel - Lensa Warta

Menu ✖

Mode Gelap
Festival UMKM Meriahkan Gema Sholawat di Stadion Semeru Lumajang, Produk Lokal Jadi Sorotan Ribuan Jemaah Hadiri Gema Sholawat dan Tausiyah Kebangsaan di Stadion Semeru Lumajang Nobar Semifinal Piala Dunia 2026 Gratis di Lumajang, Warga Seru-seruan, UMKM Ikut Panen Peluang Bunda Indah Buka Popkab Lumajang 2026, Dorong Pelajar Bangun Mental Juara 98 PNS Lumajang Terima SK dan Diambil Sumpah, Bupati Tekankan Integritas

International · 16 Des 2023 11:54 WIB ·

Perubahan Taktik Hamas: Bagaimana Gaza Menjadi Labirin Mematikan bagi Tentara Israel


 Perubahan Taktik Hamas: Bagaimana Gaza Menjadi Labirin Mematikan bagi Tentara Israel Perbesar

Eskalasi konflik di Gaza, dengan jumlah tentara Israel yang meningkat hampir dua kali lipat dari serangan darat sebelumnya pada 2014. Ada penjelasan dari para pakar militer, komandan Israel, serta sumber Hamas yang menyoroti bagaimana Hamas menggunakan senjata canggih dan jaringan terowongan yang luas untuk mengubah medan perang Gaza menjadi lingkungan yang sangat mematikan bagi tentara Israel.

Senjata-senjata yang dimiliki Hamas, mulai dari drone hingga senjata anti-tank yang dilengkapi dengan muatan ganda yang kuat, menjadi fokus utama dalam konflik ini.

Serangan Israel yang dimulai pada akhir Oktober menyebabkan sekitar 110 tentara Israel tewas, sebagian besar adalah awak tank. Perbandingannya dengan serangan tahun 2014 menunjukkan perbedaan yang signifikan, dengan tentara Israel saat ini beroperasi jauh lebih dalam ke dalam wilayah Gaza.

Pakar militer seperti Yaacov Amidror, seorang pensiunan mayor jenderal Israel dan mantan penasihat keamanan nasional, menyatakan bahwa solusi untuk menemukan terowongan Hamas masih menjadi tantangan besar.

Jaringan terowongan ini telah berkembang pesat dalam dekade terakhir, membuat Israel kesulitan menghadapinya.

Konflik ini dimulai setelah serangan bersenjata oleh Hamas pada Oktober 2023, yang memicu gelombang serangan balasan dari Israel. Di tengah konflik ini, terdapat upaya internasional untuk mencapai gencatan senjata.

Namun, pernyataan Perdana Menteri Benjamin Netanyahu bahwa perang akan berlanjut hingga “kemenangan mutlak” menandakan ketegangan yang belum mereda.

Meski kedua belah pihak merasakan dampak yang signifikan dari konflik ini, masih terdapat ketidakpastian mengenai korban dan jumlah pasukan yang diterjunkan ke medan perang, sementara upaya-upaya untuk mencari jalan keluar dari situasi ini terus berlanjut.

Artikel ini telah dibaca 64 kali

badge-check

Reporter

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

WNA Bisa Berpindah Antarwilayah, Imigrasi Minta Penginapan Lumajang Tak Lewatkan Pelaporan

28 September 2026 - 10:45 WIB

18 WNA Tercatat Tinggal di Lumajang, Imigrasi Sebut Jumlah Wisatawan Asing Sulit Dipastikan

28 September 2026 - 09:52 WIB

Hampir 400 Pekerja Lumajang Berangkat Prosedural ke Luar Negeri, Taiwan Jadi Tujuan Favorit

18 September 2026 - 15:34 WIB

Disabilitas Lampaui Batas, Ria Yulianti Bawa Harapan Lumajang ke Asian Para Games

13 September 2026 - 12:15 WIB

Kapas Biru di Mata Wisatawan China: Ketika Alam Menjadi Daya Tarik Utama

11 September 2026 - 10:29 WIB

Jumlah PMI Urus Compound di Malaysia Meningkat, 10-20 Orang Datang Setiap Hari

4 September 2026 - 20:52 WIB

Trending di International