BMKG Juanda Peringati Bahaya Cuaca Ekstrem di Wilayah Jawa Timur, Lumajang Termasuk Salah Satunya - Lensa Warta

Menu

Mode Gelap
ASN Lumajang Tak Boleh Live Saat Jam Kerja: Aturan Baru Demi Wibawa Pelayanan Publik Pemdes Tempursari Pasang WiFi Gratis di Dusun Ketindan, Percepat Digitalisasi Desa Pemkab Lumajang Ajak Warga Sambut 2026 dengan Doa dan Kepedulian Sosial Istighotsah Akhir Tahun 2025, Bupati Lumajang Ajak Perbanyak Doa, Empati, dan Refleksi Diri Malam Natal di Lumajang, Bupati Titip Doa dan Tegaskan Komitmen Kerukunan

Nasional · 5 Jan 2024 15:58 WIB ·

BMKG Juanda Peringati Bahaya Cuaca Ekstrem di Wilayah Jawa Timur, Lumajang Termasuk Salah Satunya


 Daerah Jawa Timur Perbesar

Daerah Jawa Timur

Lumajang – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Jawa Timur mengingatkan untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi cuaca ekstrem di berbagai wilayah di Jawa Timur yang dapat menyebabkan bencana hidrometeorologi, termasuk hujan lebat, banjir, tanah longsor, angin kencang, puting beliung, dan hujan es. Periode peringatan ini berlangsung dari tanggal 4 hingga 10 Januari 2024.

Ilustrasi Berbasis AI, TIm Lensa Warta

Ilustrasi Berbasis AI, TIm Lensa Warta

Berbagai wilayah di Jawa Timur termasuk Kabupaten Bangkalan, Kota Batu, Kabupaten Bojonegoro, Kabupaten Bondowoso, Kabupaten Jember, Kabupaten Jombang, Kabupaten Malang, Kabupaten Lamongan, Kabupaten Lumajang, Kota Madiun, Kabupaten Madiun, Kabupaten Magetan, Kota Malang, Kota Mojokerto, Kabupaten Nganjuk, Kabupaten Ngawi, Kabupaten Pacitan, Kabupaten Pamekasan, Kota Pasuruan, Kota Probolinggo,

Baca Juga : Investigasi KAI dan KNKT Penyebab Tabrakan KA Turangga-KA Lokal Bandung

Kabupaten Sampang, Kabupaten Sidoarjo, Kabupaten Sumenep, Kota Surabaya, Kabupaten Trenggalek, Kabupaten Tulungagung, Kabupaten Mojokerto, Kabupaten Pasuruan, Kabupaten Banyuwangi, Kabupaten Blitar, Kabupaten Gresik, Kabupaten Kediri, Kabupaten Ponorogo, Kabupaten Probolinggo, Kabupaten Situbondo, Kabupaten Tuban, Kota Blitar, dan Kota Kediri masuk dalam zona peringatan ini.

 

Kepala BMKG Juanda, Taufiq Hermawan, mengatakan bahwa sebagian wilayah Jawa Timur saat ini sudah memasuki puncak musim hujan. Faktor seperti Monsun Asia Musim Dingin, yang dihubungkan dengan musim angin baratan, mulai menunjukkan dampaknya dengan peningkatan massa udara basah.

Hal ini dipengaruhi juga oleh aktivitas Madden Jullian Oscillation (MJO) dan gelombang Kelvin yang berpengaruh terhadap pertumbuhan awan hujan ke depannya.

Baca Juga: Prakiraan Cuaca Jumat Hari ini, Hujan di Lumajang Wilayah Kota

BMKG Juanda memberikan imbauan kepada masyarakat dan instansi terkait untuk selalu waspada terhadap potensi cuaca ekstrem seperti hujan sedang hingga lebat, disertai petir dan angin kencang.

Wilayah dengan topografi curam, bergunung, dan tebing diharapkan lebih waspada terhadap potensi dampak cuaca ekstrem seperti banjir, tanah longsor, jalan licin, pohon tumbang, dan berkurangnya jarak pandang.

Baca Juga: Menghadapi Musim Hujan, Langkah-Langkah Penting yang Harus Diperhatikan Keluarga untuk Mencegah Risiko Fatal

Selain itu, masyarakat diminta untuk selalu memantau kondisi cuaca terkini dan memperhatikan informasi peringatan dini dalam rentang 3 hari maupun 2-3 jam ke depan untuk mengantisipasi dampak dari potensi cuaca ekstrem yang mungkin terjadi.

Sumber: tvonenews.com

Artikel ini telah dibaca 15 kali

badge-check

Reporter

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Gunung Semeru Tetap Siaga Level III, Teramati 6 Letusan Hari Ini

20 Februari 2026 - 14:46 WIB

Banjir Lahar Kembali Terjadi di Lumajang, Penambang Diminta Patuhi Arahan Petugas

18 Februari 2026 - 17:47 WIB

Banjir Lahar Hujan Kembali Terjang Lumajang, Warga Nekat Seberangi Sungai

18 Februari 2026 - 17:26 WIB

Banjir Lahar Dingin Gunung Semeru Yang Terjadi di Gondoruso Bau Belerang

17 Februari 2026 - 20:36 WIB

Sudah Dinormalisasi, Sungai Tetap Tak Mampu Bendung Lahar Semeru

17 Februari 2026 - 20:27 WIB

Kepanikan di Atas Jembatan, Warga Berlarian Saat Lahar Semeru Meluap

17 Februari 2026 - 20:22 WIB

Trending di Nasional