Inovasi Pengelolaan Sampah di Lumajang: TPS3R Purworejo Jadi Pionir Ekonomi Sirkular Jawa Timur - Lensa Warta

Menu ✖

Mode Gelap
Festival UMKM Meriahkan Gema Sholawat di Stadion Semeru Lumajang, Produk Lokal Jadi Sorotan Ribuan Jemaah Hadiri Gema Sholawat dan Tausiyah Kebangsaan di Stadion Semeru Lumajang Nobar Semifinal Piala Dunia 2026 Gratis di Lumajang, Warga Seru-seruan, UMKM Ikut Panen Peluang Bunda Indah Buka Popkab Lumajang 2026, Dorong Pelajar Bangun Mental Juara 98 PNS Lumajang Terima SK dan Diambil Sumpah, Bupati Tekankan Integritas

Ekonomi · 25 Mei 2025 19:23 WIB ·

Inovasi Pengelolaan Sampah di Lumajang: TPS3R Purworejo Jadi Pionir Ekonomi Sirkular Jawa Timur


 Inovasi Pengelolaan Sampah di Lumajang: TPS3R Purworejo Jadi Pionir Ekonomi Sirkular Jawa Timur Perbesar

Lumajang, – Desa Purworejo, Kecamatan Senduro, Kabupaten Lumajang, kini menjadi contoh nyata dalam pengelolaan sampah berbasis prinsip 3R (Reduce, Reuse, Recycle) dengan diresmikannya Tempat Pengolahan Sampah Reduce, Reuse, Recycle (TPS3R) oleh Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, Minggu (25/5/25).

Peresmian TPS3R ini menandai langkah strategis Jawa Timur dalam mengimplementasikan ekonomi sirkular yang ramah lingkungan sekaligus mendorong peningkatan kesejahteraan masyarakat desa.

TPS3R Purworejo dirancang tidak hanya sebagai fasilitas pengelolaan sampah, tetapi juga sebagai pusat inovasi pemanfaatan limbah menjadi produk bernilai tambah.

Gubernur Khofifah menyoroti pentingnya pemanfaatan teknologi sederhana yang tepat guna dalam pengelolaan sampah. Ia menekankan bahwa sampah organik yang diolah di TPS3R dapat diubah menjadi kompos berkualitas dan pakan ternak berbasis magot, yang memiliki kandungan protein tinggi.

“Ini adalah solusi lokal yang efektif untuk mengurangi limbah sekaligus membuka peluang ekonomi baru bagi masyarakat,” ujar Khofifah.

Sementara itu, Bupati Lumajang, Indah Amperawati, menyambut positif inisiatif ini dan berharap TPS3R dapat direplikasi di desa-desa lain di Lumajang. Menurut Bunda Indah, keberadaan TPS3R tidak hanya membantu mengurangi volume sampah yang dibuang ke TPA.

“Tetapi juga menciptakan lapangan kerja dan meningkatkan pendapatan warga melalui budidaya magot dan produksi kompos,” katanya.

Dengan kapasitas awal pengolahan sampah sekitar 200 kilogram per hari, TPS3R Purworejo berpotensi berkembang seiring dengan partisipasi aktif masyarakat dan dukungan pemerintah desa.

“Pengelolaan yang berkelanjutan diharapkan dapat menjadi model bagi daerah lain dalam mewujudkan Jawa Timur yang bersih, sehat, dan berkelanjutan,” pungkasnya.

Artikel ini telah dibaca 26 kali

badge-check

Reporter

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Ketika Batik Lumajang Naik Panggung, Tradisi Bertemu Kreativitas Fashion

11 Oktober 2026 - 09:09 WIB

Kepala Desa Kandangtepus Sebut Karnaval Jadi Peluang bagi Pelaku UMKM

10 Oktober 2026 - 18:14 WIB

Tak Perlu Tunggu Usaha Besar, UMKM Kerajinan Lumajang Dibekali Cara Memulai Ekspor

24 September 2026 - 09:04 WIB

Bukan Sekadar Turnamen, Percasi Lumajang Ingin Kejurprov Jadi Penggerak Sport Tourism

30 Agustus 2026 - 20:39 WIB

Percasi Lumajang Siapkan Kejurprov 2027, Target 1.000 Pecatur Ramaikan Kabupaten Lumajang

30 Agustus 2026 - 20:19 WIB

Karnaval Gucialit Dongkrak UMKM dan PKL, Kadin Lumajang Dorong Digelar Rutin

29 Agustus 2026 - 16:08 WIB

Trending di Daerah