Pengawasan Bansos Lumajang untuk Keadilan Sosial - Lensa Warta

Menu

Mode Gelap
98 PNS Lumajang Terima SK dan Diambil Sumpah, Bupati Tekankan Integritas Pantai Lumajang Padat Saat Kupatan, Perputaran Ekonomi Meningkat Bupati Lumajang: Kebersihan Pantai Jadi Kunci Wisata Berkelanjutan Cegah Sejak Dini, Bupati Lumajang Ajak Warga Rutin Periksa Kesehatan Jantung Tak Hanya Jaga di Darat, SAR Lumajang Turun ke Laut Amankan Wisata Lebaran

Daerah · 31 Mei 2025 15:42 WIB ·

Dukung Keadilan Sosial, Bupati Lumajang Ajak Warga Jadi Pengawas Bansos Aktif


 Dukung Keadilan Sosial, Bupati Lumajang Ajak Warga Jadi Pengawas Bansos Aktif Perbesar

Lumajang- Pemerintah Kabupaten Lumajang terus memperkuat transparansi dan keadilan dalam penyaluran bantuan sosial. Bupati Lumajang, Indah Amperawati (Bunda Indah), mengajak masyarakat untuk ikut mengawasi proses distribusi bansos agar tepat sasaran.

Ajakan ini ia sampaikan dalam dialog bersama pilar-pilar sosial di Pendopo Arya Wiraraja, Jumat (30/5/2025).

“Partisipasi masyarakat adalah kekuatan utama membangun sistem yang bersih. Kalau ada yang tidak layak menerima bantuan, laporkan. Kami cek langsung,” tegas Bunda Indah.

Validasi Data Setiap 3 Bulan

Bunda Indah menyoroti pentingnya Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN) sebagai dasar utama seluruh program bantuan. Namun ia juga menegaskan bahwa data tersebut harus terus diperbarui agar sesuai kondisi di lapangan.

“DTSEN bagus, tapi masih banyak data yang belum akurat. Maka, kita usulkan agar data divalidasi setiap tiga bulan,” ujarnya.

Usulan tersebut mendapat respons cepat dari Menteri Sosial RI, yang menyetujui verifikasi data berkala. Langkah ini dianggap penting untuk memastikan program pemerintah benar-benar menyasar warga yang membutuhkan.

Aplikasi “Sambat Bunda” Jadi Kanal Laporan Warga

Pemerintah Kabupaten Lumajang juga menyediakan aplikasi “Sambat Bunda” sebagai sarana pengaduan warga. Melalui aplikasi ini, masyarakat bisa melaporkan ketidaksesuaian data bansos dan menyampaikan aspirasi langsung.

“Kami tidak hanya mengandalkan regulasi, tapi juga membangun kolaborasi dengan warga. Kita jaga keadilan sosial bersama-sama,” tambah Bunda Indah.

Wujud Reformasi Sosial dari Daerah

Upaya ini menandai transformasi pendekatan Pemkab Lumajang dalam mengatasi kemiskinan. Pemerintah tidak hanya menyalurkan bantuan, tetapi juga membangun ekosistem sosial yang transparan dan partisipatif.

Bupati berharap langkah ini menjadi contoh bahwa daerah bisa memimpin perubahan dengan membuka ruang kontrol publik dan menjaga keadilan dalam program sosial.

Artikel ini telah dibaca 10 kali

badge-check

Reporter

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Desa Kerukunan Menyambut Tamu, Warga Senduro Gotong Royong Benahi Jalan

21 Juni 2026 - 12:32 WIB

Bupati Ingatkan Penambang Waspadai AMAK 25, Jangan Tunggu Alarm Berbunyi

20 Juni 2026 - 20:14 WIB

Luka Bakar Hampir Seluruh Tubuh, Penambang Semeru Jadi Pengingat Risiko yang Sering Diabaikan

20 Juni 2026 - 14:14 WIB

PLN Tegaskan Pencurian Kabel Tak Terkait Pemadaman Bergilir di Lumajang

19 Juni 2026 - 20:54 WIB

Keindahan Tumpak Sewu Diubah Jadi Karya Batik Khas Lumajang

19 Juni 2026 - 10:45 WIB

Tanpa Pangkas Layanan, WFH Lumajang Justru Hemat Rp 464 Juta

19 Juni 2026 - 09:55 WIB

Trending di Daerah