Widarto Tegur Sekda Jember di Rapat Banggar, Jangan Berpolitik dengan Data Bantuan - Lensa Warta

Menu

Mode Gelap
98 PNS Lumajang Terima SK dan Diambil Sumpah, Bupati Tekankan Integritas Pantai Lumajang Padat Saat Kupatan, Perputaran Ekonomi Meningkat Bupati Lumajang: Kebersihan Pantai Jadi Kunci Wisata Berkelanjutan Cegah Sejak Dini, Bupati Lumajang Ajak Warga Rutin Periksa Kesehatan Jantung Tak Hanya Jaga di Darat, SAR Lumajang Turun ke Laut Amankan Wisata Lebaran

Nasional · 30 Des 2025 16:42 WIB ·

Widarto Tegur Sekda Jember di Rapat Banggar, Jangan Berpolitik dengan Data Bantuan


 Widarto Tegur Sekda Jember di Rapat Banggar, Jangan Berpolitik dengan Data Bantuan Perbesar

Jember, – Ketegangan terbuka terjadi dalam rapat Badan Anggaran (Banggar) DPRD Kabupaten Jember bersama Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD), Senin (29/12/2025).

Wakil Ketua DPRD Jember, Widarto, secara tegas menegur Pejabat Sekretaris Daerah (Sekda) Jember, Akhmad Helmi Luqman, terkait penolakan pemberian data rinci penerima bantuan Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau (DBHCHT).

Widarto menilai sikap tersebut mencerminkan adanya aroma politisasi birokrasi dalam pengelolaan data bantuan. Ia menegaskan bahwa permintaan DPRD atas data penerima DBHCHT bukan dilandasi kepentingan politik, melainkan bagian dari fungsi pengawasan legislatif terhadap penggunaan anggaran daerah.

“Mohon maaf kalau saya mengingatkan di rapat, ini bukan urusan person to person, bukan urusan suka atau tidak suka. Pak Sekda tolong jangan berpolitik, yang berpolitik biar kami saja. Kalau kami minta data, ya tolong diberikan,” tegas Widarto di hadapan peserta rapat.

Menurutnya, DPRD selama ini hanya menerima data penerima DBHCHT secara global per kecamatan. Padahal, untuk melakukan evaluasi ketepatan sasaran, DPRD membutuhkan data penerima secara rinci atau by name by address.

“Masa kami minta data permohonan DBHCHT, yang dikasih hanya global per kecamatan. Data rinci itu penting agar kami bisa memastikan bantuan tepat sasaran dan memberi masukan perbaikan,” ujarnya.

Widarto menekankan DPRD tidak akan menggunakan data tersebut secara sembarangan. Ia justru menyebut keterbukaan data sebagai kunci perbaikan tata kelola bantuan agar benar-benar menyentuh masyarakat yang berhak.

Di sisi lain, Widarto mengakui posisi politik partainya, PDI Perjuangan, yang tidak berada dalam koalisi pengusung Bupati Jember Muhammad Fawait pada Pilkada lalu. Namun ia menegaskan, sikap kritis DPRD tetap merupakan bagian dari tanggung jawab sebagai unsur penyelenggara pemerintahan daerah.

“Kami sadar posisi politik kami. Tapi sekali lagi, kami membantu karena ini bagian dari tanggung jawab pemerintahan daerah,” pungkasnya.

Artikel ini telah dibaca 220 kali

badge-check

Reporter

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Erupsi Semeru Disertai Awan Panas 4,5 Kilometer dan Kolom Abu 1.000 Meter

19 Juni 2026 - 11:13 WIB

Aliansi Mahasiswa menggugat, Enam Tuntutan Dibawa ke DPRD Lumajang

18 Juni 2026 - 15:12 WIB

Kenaikan Harga Pertamax Jadi Perhatian Warga Lumajang, Antrean Pertalite Mengular

11 Juni 2026 - 08:47 WIB

Pelemahan Rupiah Mulai Tekan Harga Kebutuhan Pokok di Lumajang

9 Juni 2026 - 15:22 WIB

Dampak Pelemahan Rupiah, Harga Ban Motor di Lumajang Kini Tembus Rp 325 Ribu

7 Juni 2026 - 10:38 WIB

Dari Surabaya ke Pegangsaan Timur: Jejak Panjang Bung Karno Menuju Proklamasi Kemerdekaan

6 Juni 2026 - 16:25 WIB

Trending di Nasional