Widarto Cium Politisasi Birokrasi dalam Pengelolaan Data DBHCHT di Jember - Lensa Warta

Menu

Mode Gelap
98 PNS Lumajang Terima SK dan Diambil Sumpah, Bupati Tekankan Integritas Pantai Lumajang Padat Saat Kupatan, Perputaran Ekonomi Meningkat Bupati Lumajang: Kebersihan Pantai Jadi Kunci Wisata Berkelanjutan Cegah Sejak Dini, Bupati Lumajang Ajak Warga Rutin Periksa Kesehatan Jantung Tak Hanya Jaga di Darat, SAR Lumajang Turun ke Laut Amankan Wisata Lebaran

Nasional · 30 Des 2025 16:22 WIB ·

Widarto Cium Politisasi Birokrasi dalam Pengelolaan Data DBHCHT di Jember


 Widarto Cium Politisasi Birokrasi dalam Pengelolaan Data DBHCHT di Jember Perbesar

Jember, – Wakil Ketua DPRD Kabupaten Jember, Widarto, menuding adanya aroma politisasi birokrasi dalam pengelolaan data penerima bantuan Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau (DBHCHT).

Tudingan itu muncul setelah permintaan DPRD atas data penerima bantuan secara rinci ditolak oleh Pejabat Sekretaris Daerah (Sekda) Jember, Akhmad Helmi Luqman.

Teguran tersebut disampaikan Widarto secara terbuka dalam rapat Badan Anggaran DPRD bersama Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD) di Gedung DPRD Jember, Senin (29/12/2025).

Widarto menegaskan permintaan data tersebut bukan dilandasi kepentingan politik, melainkan bagian dari fungsi pengawasan DPRD terhadap penggunaan anggaran daerah. Ia meminta agar birokrasi tetap profesional dan tidak mencampuradukkan urusan pemerintahan dengan kepentingan politik.

“Mohon maaf kalau saya mengingatkan di rapat, ini bukan urusan person to person, bukan urusan suka atau tidak suka. Pak Sekda tolong jangan berpolitik, yang berpolitik biar kami saja. Kalau kami minta data, ya tolong diberikan,” ujar Widarto.

Menurut Widarto, DPRD hanya menerima data penerima DBHCHT secara global per kecamatan, padahal yang dibutuhkan adalah data by name by address agar dapat dilakukan evaluasi ketepatan sasaran bantuan.

“Masa kami minta data permohonan DBHCHT, yang dikasih hanya global per kecamatan. Kami minta data by name by address. Tentu tidak akan kami gunakan secara ugal-ugalan. Justru data itu penting untuk memastikan bantuan tepat sasaran dan memberi masukan perbaikan,” katanya.

Widarto menyadari posisi politik partainya, PDI Perjuangan, yang bukan bagian dari koalisi pengusung Bupati Jember Muhammad Fawait saat Pilkada. Namun ia menegaskan bahwa sikap kritis DPRD tetap merupakan bagian dari unsur pemerintahan daerah.

“Kami sadar posisi politik kami. Tapi sekali lagi, kami membantu karena ini bagian dari tanggung jawab pemerintahan daerah,” jelasnya.

Artikel ini telah dibaca 23 kali

badge-check

Reporter

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Lonjakan Wisman saat Lebaran, Lumajang Ungguli Surabaya dan Malang

24 April 2026 - 08:49 WIB

Kuota Pendakian Semeru Dibatasi 200 Orang per Hari, Wajib Booking Online

22 April 2026 - 18:00 WIB

Rp450 Ribu per Jam, Warga Lumajang Sewa Alat Berat dari Iuran Sendiri Untuk Perbaiki Tanggul Jebol

22 April 2026 - 12:55 WIB

Di Bawah Langit Semeru, Peternak Menjaga Alam, dan Alam Menjaga Susu Kambing Senduro

19 April 2026 - 14:42 WIB

Semeru Erupsi Pagi Ini, Kolom Abu Capai 900 Meter

16 April 2026 - 15:10 WIB

Pasar yang Retak, Ketika Gula Rafinasi Mengalir Diam-Diam di Nadi Ekonomi Petani

15 April 2026 - 15:16 WIB

Trending di Nasional