Di Bawah Langit Semeru, Peternak Menjaga Alam, dan Alam Menjaga Susu Kambing Senduro - Lensa Warta

Menu

Mode Gelap
Nobar Semifinal Piala Dunia 2026 Gratis di Lumajang, Warga Seru-seruan, UMKM Ikut Panen Peluang Bunda Indah Buka Popkab Lumajang 2026, Dorong Pelajar Bangun Mental Juara 98 PNS Lumajang Terima SK dan Diambil Sumpah, Bupati Tekankan Integritas Pantai Lumajang Padat Saat Kupatan, Perputaran Ekonomi Meningkat Bupati Lumajang: Kebersihan Pantai Jadi Kunci Wisata Berkelanjutan

Nasional · 19 Apr 2026 14:42 WIB ·

Di Bawah Langit Semeru, Peternak Menjaga Alam, dan Alam Menjaga Susu Kambing Senduro


 Di Bawah Langit Semeru, Peternak Menjaga Alam, dan Alam Menjaga Susu Kambing Senduro Perbesar

Lumajang, – Di kaki Gunung Semeru, Senduro dan Pasrujambe bukan sekadar nama wilayah. Keduanya menjadi ruang hidup tempat ekonomi desa, tradisi peternakan, dan ekologi pegunungan saling bertaut dalam satu sistem yang sulit dipisahkan.

Dari lanskap inilah Susu Kambing Senduro tumbuh, sebelum akhirnya memperoleh pengakuan Indikasi Geografis (IG) yang memperkuat posisinya sebagai produk unggulan Kabupaten Lumajang.

Produk Susu Kambing Senduro kini diposisikan sebagai simbol model pembangunan ekonomi dari bawah (bottom-up economy) yang semakin menguat di daerah. Model ini menempatkan desa bukan sebagai pelengkap, melainkan pusat dari pergerakan ekonomi yang bergantung langsung pada alam.

Bupati Lumajang Indah Amperawati mengatakan capaian Indikasi Geografis ini lahir dari proses panjang penguatan ekonomi berbasis masyarakat desa.

“Keberhasilan memperoleh status Indikasi Geografis menunjukkan kekuatan nyata ekonomi yang dibangun dari desa, oleh masyarakat dan untuk kesejahteraan bersama,” kata Indah, Minggu (19/4/2026).

Ia menambahkan bahwa produk dari Senduro dan Pasrujambe telah melampaui sekadar komoditas peternakan.
“Dari desa, dari peternak, lahir produk yang memiliki nilai dan diakui,” ujarnya.

Di tingkat tapak, Susu Kambing Senduro memiliki keterikatan yang sangat kuat dengan kondisi lingkungan. Kualitas susu ditentukan oleh ketersediaan pakan alami, iklim perbukitan, hingga keseimbangan ekosistem yang masih relatif terjaga di kawasan tersebut.

Artinya, ekonomi masyarakat tidak berdiri sendiri, melainkan bergantung langsung pada kondisi alam yang mengelilinginya.

Pemerintah Kabupaten Lumajang menilai bahwa penguatan ekonomi berbasis komunitas menjadi bagian penting dalam menjaga ketahanan ekonomi daerah.

“Pemkab Lumajang menilai bahwa penguatan ekonomi berbasis komunitas menjadi strategi penting dalam menjaga ketahanan ekonomi daerah. Ketika ekonomi tumbuh dari desa, maka distribusi manfaatnya menjadi lebih merata dan langsung dirasakan masyarakat,” kata Indah.

Salah satu peternak di Senduro, Tono (35), menggambarkan hubungan itu secara sederhana.

“Kalau rumput berkurang atau cuaca ekstrem, susu juga bisa turun. Jadi kami memang sangat bergantung pada alam,” katanya.

Menurut dia, praktik peternakan di wilayah tersebut masih mengikuti pola tradisional yang diwariskan turun-temurun.

“Kami tidak bisa lepas dari alam. Kalau alamnya rusak, otomatis ternak juga tidak sehat,” kata dia.

Artikel ini telah dibaca 29 kali

badge-check

Reporter

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Panen Tembakau Lumajang: Kasturi Rp33-60 Ribu, PT AOI Disebut Serap Maksimal

20 September 2026 - 10:59 WIB

Semeru Level III, Diskominfo Lumajang Ingatkan Bahaya Hoaks: Foto Lama Bisa Picu Kepanikan

15 September 2026 - 13:22 WIB

Karhutla Blok Metigi Renteng Belum Sepenuhnya Tuntas, Asap Masih Terlihat di Medan Curam

14 September 2026 - 19:44 WIB

Kolom Abu Semeru Capai 1.000 Meter, BPBD Lumajang Perketat Pemantauan

14 September 2026 - 14:00 WIB

Tak Ada Titik Api di Jalur Pos 1-2 Ranu Kumbolo, BPBD Tetap Waspadai Asap di Watu Rejeng

14 September 2026 - 08:00 WIB

Satu Pendaki Ilegal Tersesat di Semeru, 7 Rekannya Berhasil Diamankan Petugas

9 September 2026 - 12:24 WIB

Trending di Nasional