Di Bawah Langit Semeru, Peternak Menjaga Alam, dan Alam Menjaga Susu Kambing Senduro - Lensa Warta

Menu ✖

Mode Gelap
Ratusan Pemain Mobile Legends dan Free Fire Bersaing dalam Kejurkab E-Sport Lumajang Festival UMKM Meriahkan Gema Sholawat di Stadion Semeru Lumajang, Produk Lokal Jadi Sorotan Ribuan Jemaah Hadiri Gema Sholawat dan Tausiyah Kebangsaan di Stadion Semeru Lumajang Nobar Semifinal Piala Dunia 2026 Gratis di Lumajang, Warga Seru-seruan, UMKM Ikut Panen Peluang Bunda Indah Buka Popkab Lumajang 2026, Dorong Pelajar Bangun Mental Juara

Nasional · 19 Apr 2026 14:42 WIB ·

Di Bawah Langit Semeru, Peternak Menjaga Alam, dan Alam Menjaga Susu Kambing Senduro


 Di Bawah Langit Semeru, Peternak Menjaga Alam, dan Alam Menjaga Susu Kambing Senduro Perbesar

Lumajang, – Di kaki Gunung Semeru, Senduro dan Pasrujambe bukan sekadar nama wilayah. Keduanya menjadi ruang hidup tempat ekonomi desa, tradisi peternakan, dan ekologi pegunungan saling bertaut dalam satu sistem yang sulit dipisahkan.

Dari lanskap inilah Susu Kambing Senduro tumbuh, sebelum akhirnya memperoleh pengakuan Indikasi Geografis (IG) yang memperkuat posisinya sebagai produk unggulan Kabupaten Lumajang.

Produk Susu Kambing Senduro kini diposisikan sebagai simbol model pembangunan ekonomi dari bawah (bottom-up economy) yang semakin menguat di daerah. Model ini menempatkan desa bukan sebagai pelengkap, melainkan pusat dari pergerakan ekonomi yang bergantung langsung pada alam.

Bupati Lumajang Indah Amperawati mengatakan capaian Indikasi Geografis ini lahir dari proses panjang penguatan ekonomi berbasis masyarakat desa.

“Keberhasilan memperoleh status Indikasi Geografis menunjukkan kekuatan nyata ekonomi yang dibangun dari desa, oleh masyarakat dan untuk kesejahteraan bersama,” kata Indah, Minggu (19/4/2026).

Ia menambahkan bahwa produk dari Senduro dan Pasrujambe telah melampaui sekadar komoditas peternakan.
“Dari desa, dari peternak, lahir produk yang memiliki nilai dan diakui,” ujarnya.

Di tingkat tapak, Susu Kambing Senduro memiliki keterikatan yang sangat kuat dengan kondisi lingkungan. Kualitas susu ditentukan oleh ketersediaan pakan alami, iklim perbukitan, hingga keseimbangan ekosistem yang masih relatif terjaga di kawasan tersebut.

Artinya, ekonomi masyarakat tidak berdiri sendiri, melainkan bergantung langsung pada kondisi alam yang mengelilinginya.

Pemerintah Kabupaten Lumajang menilai bahwa penguatan ekonomi berbasis komunitas menjadi bagian penting dalam menjaga ketahanan ekonomi daerah.

“Pemkab Lumajang menilai bahwa penguatan ekonomi berbasis komunitas menjadi strategi penting dalam menjaga ketahanan ekonomi daerah. Ketika ekonomi tumbuh dari desa, maka distribusi manfaatnya menjadi lebih merata dan langsung dirasakan masyarakat,” kata Indah.

Salah satu peternak di Senduro, Tono (35), menggambarkan hubungan itu secara sederhana.

“Kalau rumput berkurang atau cuaca ekstrem, susu juga bisa turun. Jadi kami memang sangat bergantung pada alam,” katanya.

Menurut dia, praktik peternakan di wilayah tersebut masih mengikuti pola tradisional yang diwariskan turun-temurun.

“Kami tidak bisa lepas dari alam. Kalau alamnya rusak, otomatis ternak juga tidak sehat,” kata dia.

Artikel ini telah dibaca 34 kali

badge-check

Reporter

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Sudetan Sungai Dibangun di Wareng, Upaya Mengurangi Ancaman Lahar Semeru ke Permukiman

4 November 2026 - 16:00 WIB

Tujuh Kecamatan Dilanda Bencana, Pemkab Lumajang Berlakukan Siaga Darurat hingga Januari 2027

4 November 2026 - 09:33 WIB

Demi Sekolah dan Belanja, Warga Sumberlangsep Harus Menyeberangi Aliran Lahar

3 November 2026 - 12:39 WIB

Bupati Lumajang Sebut Tidak Ada Korban Jiwa dalam Banjir Lahar Semeru

3 November 2026 - 10:01 WIB

Banjir Lahar Semeru Hanyutkan 600 Bronjong di Sungai Glidik Lumajang

3 November 2026 - 08:31 WIB

Badan Geologi: Lahar Semeru Bukan Indikasi Peningkatan Tekanan Magmatik

2 November 2026 - 20:53 WIB

Trending di Nasional