Rp450 Ribu per Jam, Warga Lumajang Sewa Alat Berat dari Iuran Sendiri Untuk Perbaiki Tanggul Jebol - Lensa Warta

Menu ✖

Mode Gelap
Festival UMKM Meriahkan Gema Sholawat di Stadion Semeru Lumajang, Produk Lokal Jadi Sorotan Ribuan Jemaah Hadiri Gema Sholawat dan Tausiyah Kebangsaan di Stadion Semeru Lumajang Nobar Semifinal Piala Dunia 2026 Gratis di Lumajang, Warga Seru-seruan, UMKM Ikut Panen Peluang Bunda Indah Buka Popkab Lumajang 2026, Dorong Pelajar Bangun Mental Juara 98 PNS Lumajang Terima SK dan Diambil Sumpah, Bupati Tekankan Integritas

Nasional · 22 Apr 2026 12:55 WIB ·

Rp450 Ribu per Jam, Warga Lumajang Sewa Alat Berat dari Iuran Sendiri Untuk Perbaiki Tanggul Jebol


 Rp450 Ribu per Jam, Warga Lumajang Sewa Alat Berat dari Iuran Sendiri Untuk Perbaiki Tanggul Jebol Perbesar

Lumajang, – Ketiadaan bantuan dari pemerintah membuat warga Dusun Sumber Langsep, Desa Jugosari, Kecamatan Candipuro, Kabupaten Lumajang, harus bergotong royong memperbaiki tanggul yang jebol akibat banjir lahar hujan Gunung Semeru beberapa waktu yang lalu. Perbaikan dilakukan secara swadaya dengan mengandalkan iuran warga untuk menyewa alat berat.

Setiap kepala keluarga (KK) di dusun tersebut diminta menyumbang sekitar Rp100 ribu. Dana itu digunakan untuk membiayai penyewaan alat berat yang mencapai Rp450 ribu per jam.

Santo, warga setempat, mengatakan proses perbaikan sangat bergantung pada ketersediaan dana yang dihimpun dari warga.

“Kalau tidak ada dana, ya kami menunggu sampai terkumpul,” kata Santo, Rabu (22/4/2026).

Menurut dia, alat berat yang digunakan hanya satu unit dan tidak bisa disewa setiap hari karena keterbatasan biaya. Warga biasanya menunggu hingga dana cukup sebelum alat dioperasikan.

Hal senada disampaikan Toni, warga lainnya. Ia menyebut hingga kini belum ada bantuan dari pemerintah daerah maupun provinsi untuk perbaikan tanggul tersebut.

“Alat beratnya cuma satu, itu pun dari iuran warga. Per jamnya Rp450 ribu,” katanya.

Toni mengakui, pengumpulan iuran bukan perkara mudah. Sebagian warga mengalami kesulitan ekonomi karena tidak memiliki pekerjaan tetap.

“Kadang tidak enak menarik iuran ke warga, soalnya banyak yang jarang bekerja,” ucapnya.

Ia menjelaskan, jika dana telah mencukupi, alat berat dapat langsung dioperasikan dalam waktu cukup lama. “Dalam sekali penyewaan, alat tersebut bisa bekerja hingga sekitar 14 jam,” jelasnya.

Untuk diketahui, Dusun Sumber Langsep sendiri dihuni sekitar 140 kepala keluarga. Dengan jumlah tersebut, kebutuhan biaya untuk memperbaiki tanggul dinilai cukup besar, sementara kemampuan warga terbatas.

Warga menyampaikan, perbaikan tanggul menjadi kebutuhan mendesak. Pasalnya, banjir lahar hujan dari Gunung Semeru kerap terjadi dan berulang kali merusak tanggul. Bahkan, air sering meluap hingga masuk ke permukiman.

“Kalau tidak segera diperbaiki, sangat mengkhawatirkan. Lahar hujan Semeru sering datang dan bisa masuk ke rumah warga,” kata Santo salahsatu warga setempat lainnya.

Artikel ini telah dibaca 48 kali

badge-check

Reporter

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Kawendra Lukistian Dapat Amanat di PBNU, Ini Semangat yang Dibawanya hingga 2031

1 Oktober 2026 - 14:15 WIB

Detik-detik Gunung Semeru Keluarkan Dentuman Keras, Terekam CCTV BPBD Lumajang

29 September 2026 - 11:32 WIB

Panen Tembakau Lumajang: Kasturi Rp33-60 Ribu, PT AOI Disebut Serap Maksimal

20 September 2026 - 10:59 WIB

Semeru Level III, Diskominfo Lumajang Ingatkan Bahaya Hoaks: Foto Lama Bisa Picu Kepanikan

15 September 2026 - 13:22 WIB

Karhutla Blok Metigi Renteng Belum Sepenuhnya Tuntas, Asap Masih Terlihat di Medan Curam

14 September 2026 - 19:44 WIB

Kolom Abu Semeru Capai 1.000 Meter, BPBD Lumajang Perketat Pemantauan

14 September 2026 - 14:00 WIB

Trending di Nasional