Lumajang, – Ketiadaan bantuan dari pemerintah membuat warga Dusun Sumber Langsep, Desa Jugosari, Kecamatan Candipuro, Kabupaten Lumajang, harus bergotong royong memperbaiki tanggul yang jebol akibat banjir lahar hujan Gunung Semeru beberapa waktu yang lalu. Perbaikan dilakukan secara swadaya dengan mengandalkan iuran warga untuk menyewa alat berat.
Setiap kepala keluarga (KK) di dusun tersebut diminta menyumbang sekitar Rp100 ribu. Dana itu digunakan untuk membiayai penyewaan alat berat yang mencapai Rp450 ribu per jam.
Santo, warga setempat, mengatakan proses perbaikan sangat bergantung pada ketersediaan dana yang dihimpun dari warga.
“Kalau tidak ada dana, ya kami menunggu sampai terkumpul,” kata Santo, Rabu (22/4/2026).
Menurut dia, alat berat yang digunakan hanya satu unit dan tidak bisa disewa setiap hari karena keterbatasan biaya. Warga biasanya menunggu hingga dana cukup sebelum alat dioperasikan.
Hal senada disampaikan Toni, warga lainnya. Ia menyebut hingga kini belum ada bantuan dari pemerintah daerah maupun provinsi untuk perbaikan tanggul tersebut.
“Alat beratnya cuma satu, itu pun dari iuran warga. Per jamnya Rp450 ribu,” katanya.
Toni mengakui, pengumpulan iuran bukan perkara mudah. Sebagian warga mengalami kesulitan ekonomi karena tidak memiliki pekerjaan tetap.
“Kadang tidak enak menarik iuran ke warga, soalnya banyak yang jarang bekerja,” ucapnya.
Ia menjelaskan, jika dana telah mencukupi, alat berat dapat langsung dioperasikan dalam waktu cukup lama. “Dalam sekali penyewaan, alat tersebut bisa bekerja hingga sekitar 14 jam,” jelasnya.
Untuk diketahui, Dusun Sumber Langsep sendiri dihuni sekitar 140 kepala keluarga. Dengan jumlah tersebut, kebutuhan biaya untuk memperbaiki tanggul dinilai cukup besar, sementara kemampuan warga terbatas.
Warga menyampaikan, perbaikan tanggul menjadi kebutuhan mendesak. Pasalnya, banjir lahar hujan dari Gunung Semeru kerap terjadi dan berulang kali merusak tanggul. Bahkan, air sering meluap hingga masuk ke permukiman.
“Kalau tidak segera diperbaiki, sangat mengkhawatirkan. Lahar hujan Semeru sering datang dan bisa masuk ke rumah warga,” kata Santo salahsatu warga setempat lainnya.
Tinggalkan Balasan