Kenaikan Harga Pertamax Jadi Perhatian Warga Lumajang, Antrean Pertalite Mengular - Lensa Warta

Menu ✖

Mode Gelap
Ratusan Pemain Mobile Legends dan Free Fire Bersaing dalam Kejurkab E-Sport Lumajang Festival UMKM Meriahkan Gema Sholawat di Stadion Semeru Lumajang, Produk Lokal Jadi Sorotan Ribuan Jemaah Hadiri Gema Sholawat dan Tausiyah Kebangsaan di Stadion Semeru Lumajang Nobar Semifinal Piala Dunia 2026 Gratis di Lumajang, Warga Seru-seruan, UMKM Ikut Panen Peluang Bunda Indah Buka Popkab Lumajang 2026, Dorong Pelajar Bangun Mental Juara

Nasional · 11 Jun 2026 08:47 WIB ·

Kenaikan Harga Pertamax Jadi Perhatian Warga Lumajang, Antrean Pertalite Mengular


 Kenaikan Harga Pertamax Jadi Perhatian Warga Lumajang, Antrean Pertalite Mengular Perbesar

Lumajang, – Kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) non-subsidi jenis Pertamax 92 mulai menjadi perhatian masyarakat di Kabupaten Lumajang.

Sejumlah pengendara mengaitkan antrean panjang pengisian Pertalite di sejumlah SPBU dengan kebijakan tersebut, meski pengelola SPBU menyebut pola konsumsi BBM masyarakat masih relatif normal.

Salah satu antrean panjang terlihat di SPBU Bagusari, Kecamatan Lumajang, Kamis (11/6/2026).

Puluhan sepeda motor mengantre untuk mendapatkan Pertalite hingga meluber ke tepi jalan raya. Bahkan, antrean telah dibagi menjadi dua jalur untuk mengurangi kepadatan kendaraan.

Imam, salah seorang pengendara yang mengantre, mengaku harus menunggu sekitar 15 hingga 20 menit sebelum dapat mengisi BBM.

Menurut dia, panjangnya antrean kemungkinan dipicu oleh kenaikan harga Pertamax yang mendorong sebagian masyarakat beralih ke BBM subsidi.

“Antre lama tadi, paling ini gara-gara Pertamax naik jadi banyak yang pindah,” kata Imam.

Harga Pertamax 92 diketahui naik dari Rp 12.300 menjadi Rp 16.250 per liter.

Kenaikan tersebut memunculkan berbagai spekulasi di kalangan masyarakat mengenai kemungkinan terjadinya perpindahan konsumen ke Pertalite yang memiliki harga lebih rendah.

Namun, Pengawas SPBU Bagusari, Yudha, menilai antrean panjang yang terjadi belum tentu berkaitan dengan kenaikan harga Pertamax. Menurut dia, kondisi serupa telah terjadi sejak setelah Lebaran Idul Fitri.

“Jauh sebelum adanya kenaikan harga BBM Pertamax sudah seperti ini,” katanya.

Ia menjelaskan, hingga hari pertama kebijakan harga baru diberlakukan, belum terlihat perubahan signifikan dalam pola konsumsi BBM di SPBU yang dikelolanya. Karena itu, menurut dia, masih terlalu dini untuk menyimpulkan adanya dampak langsung terhadap perilaku konsumen.

“Kalau dampak belum kelihatan, karena belum ada sehari. Sampai saat ini juga belum ada yang protes dari konsumen,” ujarnya.

Yudha menambahkan, Pertamina telah melakukan sosialisasi terkait penyesuaian harga BBM non-subsidi melalui berbagai media sehingga masyarakat sudah mengetahui perubahan tersebut.

Hingga kini, ia juga belum melihat adanya lonjakan pengguna Pertalite yang sebelumnya menggunakan Pertamax.

Menurut dia, perpindahan konsumen dari Pertamax ke Pertalite juga tidak mudah dilakukan, terutama bagi pemilik kendaraan roda empat.

Sebab, pembelian BBM subsidi untuk mobil masih harus memenuhi persyaratan melalui sistem barcode yang telah diterapkan.

“Sejauh ini juga tidak ada perubahan konsumen dari Pertamax ke Pertalite yang menonjol. Khususnya pengendara roda empat, karena untuk mobil harus pakai barcode kalau mau isi BBM subsidi,” jelasnya.

Artikel ini telah dibaca 21 kali

badge-check

Reporter

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Sudetan Sungai Dibangun di Wareng, Upaya Mengurangi Ancaman Lahar Semeru ke Permukiman

4 November 2026 - 16:00 WIB

Tujuh Kecamatan Dilanda Bencana, Pemkab Lumajang Berlakukan Siaga Darurat hingga Januari 2027

4 November 2026 - 09:33 WIB

Demi Sekolah dan Belanja, Warga Sumberlangsep Harus Menyeberangi Aliran Lahar

3 November 2026 - 12:39 WIB

Bupati Lumajang Sebut Tidak Ada Korban Jiwa dalam Banjir Lahar Semeru

3 November 2026 - 10:01 WIB

Banjir Lahar Semeru Hanyutkan 600 Bronjong di Sungai Glidik Lumajang

3 November 2026 - 08:31 WIB

Badan Geologi: Lahar Semeru Bukan Indikasi Peningkatan Tekanan Magmatik

2 November 2026 - 20:53 WIB

Trending di Nasional