Tujuh Kecamatan Dilanda Bencana, Pemkab Lumajang Berlakukan Siaga Darurat hingga Januari 2027 - Lensa Warta

Menu ✖

Mode Gelap
Ratusan Pemain Mobile Legends dan Free Fire Bersaing dalam Kejurkab E-Sport Lumajang Festival UMKM Meriahkan Gema Sholawat di Stadion Semeru Lumajang, Produk Lokal Jadi Sorotan Ribuan Jemaah Hadiri Gema Sholawat dan Tausiyah Kebangsaan di Stadion Semeru Lumajang Nobar Semifinal Piala Dunia 2026 Gratis di Lumajang, Warga Seru-seruan, UMKM Ikut Panen Peluang Bunda Indah Buka Popkab Lumajang 2026, Dorong Pelajar Bangun Mental Juara

Nasional · 4 Nov 2026 09:33 WIB ·

Tujuh Kecamatan Dilanda Bencana, Pemkab Lumajang Berlakukan Siaga Darurat hingga Januari 2027


 Tujuh Kecamatan Dilanda Bencana, Pemkab Lumajang Berlakukan Siaga Darurat hingga Januari 2027 Perbesar

Lumajang, – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lumajang menetapkan status siaga darurat bencana hidrometeorologi basah selama dua bulan, mulai 2 November 2026 hingga 1 Januari 2027.

Kebijakan tersebut diambil setelah sejumlah bencana melanda tujuh kecamatan di wilayah tersebut.

Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Lumajang, Isnugroho, mengatakan penetapan status siaga darurat itu telah dituangkan dalam surat keputusan (SK).

Pemerintah daerah mengambil langkah tersebut untuk mengantisipasi potensi bencana selama musim penghujan.

“Ini satu langkah dari kami dan sudah ditetapkan SK siaga darurat bencana hidrometeorologi basah terhitung mulai 2 November 2026 sampai 1 Januari,” katanya, Rabu (4/11/2026).

Menurut Isnugroho, sejumlah bencana yang terjadi meliputi banjir lahar Gunung Semeru, tanah longsor, pohon tumbang, hingga banjir genangan akibat meluapnya debit air sungai.

Banjir lahar Gunung Semeru menerjang Kecamatan Pasirian, Candipuro, Pronojiwo, hingga Tempursari. Sementara tanah longsor terjadi di Kecamatan Senduro, Pronojiwo, dan Tempursari.

Pohon tumbang juga melanda kawasan Desa Penanggal, Kecamatan Candipuro. Adapun banjir genangan akibat luapan sungai terjadi di Kecamatan Rowokangkung hingga Jatiroto.

“Jadi, tersebar hampir di semua wilayah. Langkah kami masih melakukan asesmen untuk mendata mana saja yang rusak, dan apa saja yang dibutuhkan warga,” jelasnya.

Dari sejumlah wilayah terdampak, Kecamatan Tempursari menjadi kawasan dengan dampak paling parah. Tanggul penahan aliran Sungai Glidik yang dilalui banjir lahar Semeru di kawasan tersebut jebol.

Akibatnya, tiga rumah di Dusun Tamansari, Desa Purorejo, ambruk diterjang banjir lahar. Selain itu, terdapat 10 rumah lain yang berpotensi mengalami kerusakan serupa.

“Kejadiannya sungguh di luar dugaan, khususnya Tempursari perbatasan Lumajang-Malang di aliran Kali Glidik. Itu paling parah,” kata Isnugroho.

Sebelumnya, Pemkab Lumajang telah menyiapkan belanja tidak terduga (BTT) sebesar Rp 10 miliar dalam Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (R-APBD) 2027.

Artikel ini telah dibaca 2 kali

badge-check

Reporter

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Demi Sekolah dan Belanja, Warga Sumberlangsep Harus Menyeberangi Aliran Lahar

3 November 2026 - 12:39 WIB

Bupati Lumajang Sebut Tidak Ada Korban Jiwa dalam Banjir Lahar Semeru

3 November 2026 - 10:01 WIB

Banjir Lahar Semeru Hanyutkan 600 Bronjong di Sungai Glidik Lumajang

3 November 2026 - 08:31 WIB

Badan Geologi: Lahar Semeru Bukan Indikasi Peningkatan Tekanan Magmatik

2 November 2026 - 20:53 WIB

Sebanyak 1.100 Warga Terdampak Banjir Lumajang, 117 KK di Tempursari Terisolasi

2 November 2026 - 17:48 WIB

Puluhan Siswa SDN Jugosari 3 Terisolasi Banjir Lahar Semeru, Pembelajaran Dialihkan Daring

2 November 2026 - 17:26 WIB

Trending di Nasional