Erupsi Semeru Disertai Awan Panas 4,5 Kilometer dan Kolom Abu 1.000 Meter - Lensa Warta

Menu

Mode Gelap
Nobar Semifinal Piala Dunia 2026 Gratis di Lumajang, Warga Seru-seruan, UMKM Ikut Panen Peluang Bunda Indah Buka Popkab Lumajang 2026, Dorong Pelajar Bangun Mental Juara 98 PNS Lumajang Terima SK dan Diambil Sumpah, Bupati Tekankan Integritas Pantai Lumajang Padat Saat Kupatan, Perputaran Ekonomi Meningkat Bupati Lumajang: Kebersihan Pantai Jadi Kunci Wisata Berkelanjutan

Nasional · 19 Jun 2026 11:13 WIB ·

Erupsi Semeru Disertai Awan Panas 4,5 Kilometer dan Kolom Abu 1.000 Meter


 Erupsi Semeru Disertai Awan Panas 4,5 Kilometer dan Kolom Abu 1.000 Meter Perbesar

Lumajang, – Gunung Semeru di Kabupaten Lumajang, Jawa Timur, kembali mengalami erupsi pada Jumat (19/6/2026).

Erupsi tersebut disertai luncuran awan panas guguran sejauh 4,5 kilometer ke arah Besuk Kobokan serta kolom asap tebal yang menjulang hingga 1.000 meter dari puncak kawah.

Berdasarkan laporan Pos Pengamatan Gunung Api (PPGA) Semeru, erupsi tercatat memiliki amplitudo maksimum 22 milimeter dengan durasi sekitar 5 menit 33 detik. Awan panas mulai terekam pada pukul 07.21 WIB.

Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Lumajang, Isnugroho, mengatakan luncuran awan panas tersebut sempat bergerak ke arah Besuk Kobokan sebelum akhirnya berhenti.

“Terjadi APG jarak luncurnya 4,5 kilometer mengarah ke Besuk Kobokan,” kata Isnugroho di Lumajang, Jumat (19/6/2026).

Ia memastikan hingga saat ini tidak ada dampak terhadap permukiman warga. Menurut dia, kawasan hunian di sekitar lereng Semeru masih dalam kondisi aman dan masyarakat tetap beraktivitas seperti biasa.

“Informasi dari Pos Pantau Gunung Semeru, awan panasnya sudah berhenti, kondisinya masih aman, warga tetap beraktivitas seperti biasa,” ujarnya.

BPBD Lumajang juga menyiagakan tim reaksi cepat (TRC) untuk mengantisipasi jika terjadi perkembangan aktivitas vulkanik yang mengarah ke wilayah permukiman, khususnya dalam radius 8 kilometer dari puncak kawah.

Isnugroho mengimbau masyarakat di sekitar lereng Semeru untuk tetap tenang namun meningkatkan kewaspadaan serta mengikuti informasi resmi dari petugas pos pantau.

Ia juga mengingatkan potensi bahaya lanjutan berupa banjir lahar hujan akibat akumulasi material vulkanik di lereng gunung. Kondisi tersebut dinilai semakin berisiko mengingat intensitas hujan di kawasan Semeru masih tergolong sedang hingga tinggi.

“Kalau kita lengah, bahaya dari banjir lahar bisa membahayakan warga di sekitar aliran sungai yang berhulu ke Gunung Semeru,” kata dia.

Saat ini, status Gunung Semeru masih berada pada Level III atau Siaga. Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) mengingatkan masyarakat agar tidak melakukan aktivitas di sektor tenggara sepanjang Besuk Kobokan sejauh 13 kilometer dari puncak.

Selain itu, masyarakat juga dilarang beraktivitas dalam radius 500 meter dari tepi sungai di sepanjang Besuk Kobokan karena potensi perluasan awan panas maupun aliran lahar hingga jarak 13 kilometer dari puncak kawah.

Artikel ini telah dibaca 10 kali

badge-check

Reporter

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Diskopindag Lumajang Gratiskan Layanan Rekomendasi BBM Bersubsidi untuk Usaha Mikro

5 Agustus 2026 - 14:26 WIB

Semeru Erupsi, Kolom Abu Capai 900 Meter di Atas Puncak

5 Agustus 2026 - 08:53 WIB

BPBD Lumajang Optimalkan Dua Pos Aju untuk Perkuat Peringatan Dini Gunung Semeru

3 Agustus 2026 - 09:49 WIB

MBG Lumajang Tersendat, 16 Sekolah dan Posyandu Gagal Terima Distribusi

30 Juli 2026 - 20:07 WIB

Keluhan MBG Ramai di Media Sosial, BGN Sebut Dana Belum Cair

30 Juli 2026 - 12:20 WIB

Penutupan Piodalan Pura Mandhara Giri Semeru Agung Perkuat Hubungan Lumajang dan Bali

10 Juli 2026 - 14:31 WIB

Trending di Nasional