Status Siaga, Semeru Kembali Erupsi, Kolom Abu Capai 1.000 Meter - Lensa Warta

Menu

Mode Gelap
Nobar Semifinal Piala Dunia 2026 Gratis di Lumajang, Warga Seru-seruan, UMKM Ikut Panen Peluang Bunda Indah Buka Popkab Lumajang 2026, Dorong Pelajar Bangun Mental Juara 98 PNS Lumajang Terima SK dan Diambil Sumpah, Bupati Tekankan Integritas Pantai Lumajang Padat Saat Kupatan, Perputaran Ekonomi Meningkat Bupati Lumajang: Kebersihan Pantai Jadi Kunci Wisata Berkelanjutan

Nasional · 8 Apr 2026 07:48 WIB ·

Status Siaga, Semeru Kembali Erupsi, Kolom Abu Capai 1.000 Meter


 Status Siaga, Semeru Kembali Erupsi, Kolom Abu Capai 1.000 Meter Perbesar

Lumajang, – Gunung Semeru di perbatasan Kabupaten Lumajang dan Malang, Jawa Timur, kembali menunjukkan aktivitas vulkanik yang signifikan pada Rabu (8/4/2026) dini hari.

Meski secara visual gunung tampak jelas, serangkaian letusan tetap terjadi dengan tinggi kolom abu mencapai 1.000 meter di atas puncak.

Berdasarkan laporan resmi Pos Pengamatan Gunung Api Semeru periode pukul 00.00 hingga 06.00 WIB, tercatat sebanyak 16 kali gempa letusan dengan amplitudo 10-22 mm dan durasi 84-181 detik. Selain itu, terjadi pula 4 kali gempa hembusan serta satu gempa tektonik jauh.

Secara visual, petugas mengamati delapan kali letusan dengan kolom asap berwarna putih hingga kelabu. Asap tersebut terpantau mengarah ke barat laut, utara, timur laut, dan tenggara, dengan ketinggian antara 500 hingga 1.000 meter dari puncak.

Meski tidak teramati adanya asap kawah secara terus-menerus, aktivitas erupsi yang masih berlangsung menunjukkan bahwa Gunung Semeru belum sepenuhnya stabil. Saat ini, status gunung tertinggi di Pulau Jawa tersebut masih berada pada Level III atau Siaga.

Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) mengimbau masyarakat untuk tidak melakukan aktivitas di sektor tenggara sepanjang aliran Besuk Kobokan hingga jarak 13 kilometer dari puncak. Warga juga diminta menjauhi radius 500 meter dari tepi sungai di luar zona tersebut karena berpotensi terdampak awan panas dan aliran lahar hingga 17 kilometer.

Selain itu, masyarakat dilarang beraktivitas dalam radius 5 kilometer dari kawah karena risiko lontaran material pijar. PVMBG juga mengingatkan potensi bahaya lanjutan berupa awan panas, guguran lava, serta lahar di sepanjang aliran sungai yang berhulu di puncak Semeru, seperti Besuk Kobokan, Besuk Bang, Besuk Kembar, dan Besuk Sat.

Artikel ini telah dibaca 19 kali

badge-check

Reporter

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Ranu Kumbolo Jadi Titik Pemadaman, Helikopter dan Tim Gabungan Dikerahkan

28 Agustus 2026 - 12:13 WIB

Api Belum Padam, Titik Baru Muncul: Medan Ekstrem Hambat Tim Gabungan TNBTS

28 Agustus 2026 - 11:54 WIB

Sebelum Rekrutmen CASN 2027, DPR Minta Pemerintah Tuntaskan Nasib 172 Ribu Guru Non-ASN

28 Agustus 2026 - 10:41 WIB

Tiga Titik Karhutla di TNBTS, Satu Dikendalikan Dua Masih Membara

27 Agustus 2026 - 14:50 WIB

Api Belum Padam, 60 Personel Bikin Sekat Bakar di Jalur Pendakian Semeru

27 Agustus 2026 - 14:25 WIB

Kebakaran di Blok Ranu Kembang, Pendakian Semeru Ditutup dan Tiket Bisa Refund

26 Agustus 2026 - 21:20 WIB

Trending di Nasional