1 Suro di Desa Senduro: Saat Budaya Menyatukan Semua Kalangan - Lensa Warta

Menu

Mode Gelap
Nobar Semifinal Piala Dunia 2026 Gratis di Lumajang, Warga Seru-seruan, UMKM Ikut Panen Peluang Bunda Indah Buka Popkab Lumajang 2026, Dorong Pelajar Bangun Mental Juara 98 PNS Lumajang Terima SK dan Diambil Sumpah, Bupati Tekankan Integritas Pantai Lumajang Padat Saat Kupatan, Perputaran Ekonomi Meningkat Bupati Lumajang: Kebersihan Pantai Jadi Kunci Wisata Berkelanjutan

Daerah · 28 Jun 2025 13:28 WIB ·

1 Suro di Desa Senduro: Saat Budaya Menyatukan Semua Kalangan


 1 Suro di Desa Senduro: Saat Budaya Menyatukan Semua Kalangan Perbesar

Lumajang, – Di tengah ragam latar belakang masyarakat, tradisi Selamatan Desa di Senduro tetap lestari dan menjadi momentum yang menyatukan seluruh elemen warga.

Setiap tanggal 1 Suro dalam penanggalan Jawa, masyarakat Desa Senduro memperingati hari lahir desanya melalui ritual budaya yang dikenal sebagai Hara-haraan Jolen.

“Jolen itu dalam bahasa masyarakat artinya Ojo Klalen, jangan lupa. Jangan lupa terhadap adat, tradisi, dan asal-usul desa ini,” kata Penguruan Pura Mandhara Giri Semeru Agung, Sabtu (28/6/25).

Tradisi ini bukan sekadar seremoni, tapi juga cerminan nilai kebersamaan. Warga dari berbagai kalangan laki-laki, perempuan, ibu rumah tangga, tokoh adat, bahkan generasi muda-terlibat aktif dalam prosesi.

Tidak ada sekat agama, status sosial, maupun pandangan politik. Semuanya bersatu demi menjaga warisan leluhur yang menjadi identitas desa.

“Kita tidak bicara soal agama saat budaya ini berlangsung. Budaya itu menyatukan. Di sinilah kita bisa saling menghargai dan bersama-sama menjaga tradisi yang sudah turun-temurun,” lanjutnya.

Prosesi Jolen dilakukan dengan membawa sesaji dan hasil bumi yang disusun rapi dalam wadah-wadah tradisional, lalu diarak dan didoakan bersama.

“Setelahnya, makanan tersebut dibagikan kepada warga sebagai simbol kebersamaan dan syukur atas berkah yang diterima desa selama setahun terakhir,” jelasnya.

Tradisi ini juga mulai dilirik sebagai potensi wisata budaya yang bisa mendongkrak ekonomi lokal.

Dengan sentuhan promosi dan dukungan pemerintah desa, Jolen bukan hanya ritual internal, tapi juga daya tarik bagi wisatawan yang ingin menyaksikan langsung kearifan lokal masyarakat Senduro.

Bagi warga Senduro, 1 Suro bukan hanya awal tahun baru Jawa, tapi juga pengingat bahwa dalam budaya, ada kekuatan untuk menyatukan, menguatkan, dan menjaga keberlanjutan hidup bersama.

Artikel ini telah dibaca 14 kali

badge-check

Reporter

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Jabatan Kosong Tak Perlu Menunggu, Bunda Indah Dorong Pengisian Bertahap

18 September 2026 - 08:50 WIB

Dapat Amanah Baru, Bunda Indah Minta ASN Lumajang Tak Berhenti Belajar

18 September 2026 - 08:48 WIB

Bukan Sekadar Studi Banding, Bunda Indah Dorong ASN Lumajang Berani Meniru Inovasi yang Lebih Baik

18 September 2026 - 08:46 WIB

Bukan Cuma Hiburan, Bunda Indah Ingin Ponsel Jadi Jendela Pengetahuan di Ruang Publik Lumajang

18 September 2026 - 08:44 WIB

Bunda Indah Soroti Potensi Kebocoran Pendapatan, Minta Pemkab Lumajang Perkuat Sistem Digital

18 September 2026 - 08:41 WIB

Bunda Indah Bekali Pejabat Lumajang: Hadapi Masalah Satu per Satu, Jangan Takut Cari Solusi

18 September 2026 - 08:39 WIB

Trending di Daerah