Masih Kajian: Perpanjangan Kereta Cepat Jakarta-Bandung atau Jalur Baru ke Surabaya? - Lensa Warta

Menu

Mode Gelap
Nobar Semifinal Piala Dunia 2026 Gratis di Lumajang, Warga Seru-seruan, UMKM Ikut Panen Peluang Bunda Indah Buka Popkab Lumajang 2026, Dorong Pelajar Bangun Mental Juara 98 PNS Lumajang Terima SK dan Diambil Sumpah, Bupati Tekankan Integritas Pantai Lumajang Padat Saat Kupatan, Perputaran Ekonomi Meningkat Bupati Lumajang: Kebersihan Pantai Jadi Kunci Wisata Berkelanjutan

Nasional · 11 Jul 2025 11:26 WIB ·

Masih Kajian: Perpanjangan Kereta Cepat Jakarta-Bandung atau Jalur Baru ke Surabaya?


 Masih Kajian: Perpanjangan Kereta Cepat Jakarta-Bandung atau Jalur Baru ke Surabaya? Perbesar

Surabaya, – Pemerintah melalui Kementerian Perhubungan menyatakan bahwa rencana perpanjangan proyek kereta cepat ke Surabaya masih berada dalam tahap kajian mendalam.

Opsi yang tengah dipertimbangkan adalah melanjutkan jalur kereta cepat Jakarta-Bandung yang saat ini sudah beroperasi, atau membangun trayek baru langsung menuju Surabaya.

Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi menyebutkan, baik skema perpanjangan maupun pembangunan baru tengah dikaji dari sisi teknis dan finansial.

Ia juga menegaskan bahwa proyek ini dirancang tanpa menggunakan dana Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).

Baca juga: 105 Jemaah Debarkasi Surabaya Wafat, Mayoritas Meninggal di Tanah Suci

“Kereta cepat memang ada pembicaraan untuk melanjutkan kembali, namun pastinya akan ada kajian. Dalam beberapa kesempatan kami coba tawarkan kereta semi cepat juga, dan harapan kami baik kereta cepat atau semi cepat tidak menggunakan APBN,” ujar Dudy, Jumat (11/7/25).

Proyek ini juga telah ditawarkan kepada sejumlah calon investor asing. China sebagai mitra dalam proyek KCIC Jakarta-Bandung dan Jepang dengan teknologi Shinkansen disebut-sebut sebagai dua kandidat utama.

Baca juga: Komitmen Baru: Kasat Reskrim Surabaya Nyatakan Perang Terhadap Curanmor

“Kereta kita akan diskusikan, apakah masih China lagi? Atau Shinkansen (Jepang)? Tapi kita tawarkan,” tambah Dudy.

Sementara itu, dari sisi kebijakan lintas sektor, Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), mengungkapkan bahwa pemerintah sedang menyiapkan dukungan kelembagaan dan anggaran untuk mengawal proyek ini.

AHY mengajukan tambahan anggaran sebesar Rp 200,2 miliar dalam RAPBN 2026 guna mendukung pengembangan proyek strategis nasional, termasuk kereta cepat Jakarta-Surabaya.

“Kami mendapatkan tugas khusus untuk mengawal kelanjutan pembangunan dan pengembangan kereta cepat yang saat ini Jakarta-Bandung. Diharapkan ke depan bisa tersambung hingga Surabaya, Jawa Timur,” kata AHY.

Jika rencana ini terealisasi, proyek kereta cepat Jakarta-Surabaya diproyeksikan menjadi tulang punggung konektivitas antarkota di Pulau Jawa, memangkas waktu tempuh secara signifikan, sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi wilayah tengah dan timur Jawa.

Artikel ini telah dibaca 17 kali

badge-check

Reporter

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Merah Putih di Antara Tradisi dan Langit B29

17 Agustus 2026 - 19:10 WIB

Tangis Gibran Pecah di Hari Kemerdekaan, Lahir 17 Agustus dengan Berat 3,2 Kilogram

17 Agustus 2026 - 15:27 WIB

Pantau Aktivitas Semeru, BPBD Lumajang Andalkan CCTV hingga Sistem EWS Berbasis AI

14 Agustus 2026 - 10:14 WIB

DPRD Jatim Minta Kontribusi Kendaraan Listrik terhadap Jalan Tak Dipukul Rata

12 Agustus 2026 - 16:09 WIB

Karhutla TNBTS Meluas, Api Capai B29 dan Mengarah ke Sabana Pasuruan

9 Agustus 2026 - 15:45 WIB

Api Masih Membakar Hutan TNBTS Lumajang, Water Bombing Dilakukan untuk Jangkau Titik Sulit

9 Agustus 2026 - 07:24 WIB

Trending di Nasional