Cerutu Jember, dari Ladang ke Panggung Internasional Lewat JKCI 2025 - Lensa Warta

Menu ✖

Mode Gelap
Festival UMKM Meriahkan Gema Sholawat di Stadion Semeru Lumajang, Produk Lokal Jadi Sorotan Ribuan Jemaah Hadiri Gema Sholawat dan Tausiyah Kebangsaan di Stadion Semeru Lumajang Nobar Semifinal Piala Dunia 2026 Gratis di Lumajang, Warga Seru-seruan, UMKM Ikut Panen Peluang Bunda Indah Buka Popkab Lumajang 2026, Dorong Pelajar Bangun Mental Juara 98 PNS Lumajang Terima SK dan Diambil Sumpah, Bupati Tekankan Integritas

Ekonomi · 12 Jul 2025 17:48 WIB ·

Cerutu Jember, dari Ladang ke Panggung Internasional Lewat JKCI 2025


 Cerutu Jember, dari Ladang ke Panggung Internasional Lewat JKCI 2025 Perbesar

Jember, – Aroma tembakau yang menguar di sepanjang jalan utama Jember selama bulan Juli bukan sekadar pertanda musim panen, tetapi menjadi penanda penting bagi kebangkitan identitas lokal, Cerutu Jember Pertanian.

Melalui penyelenggaraan Festival Jember Kota Cerutu Indonesia (JKCI) 2025 yang telah memasuki edisi ke-7, komoditas berbasis pertanian ini bertransformasi menjadi simbol kebanggaan budaya sekaligus kekuatan ekonomi daerah.

Mengusung tema Savoring Tradition, Embracing the Future, JKCI 2025 tak hanya memamerkan hasil lintingan terbaik dari tangan-tangan terampil para perajin cerutu, tetapi juga menampilkan ekosistem yang membentuknya mulai dari kebun tembakau, proses pengolahan, hingga kreasi produk hasil kolaborasi dengan pelaku industri kreatif.

Baca juga: Tanpa SK Biru, Reforma Agraria di Jember Jalan di Tempat

“Festival ini adalah panggung utama untuk menempatkan Cerutu Jember dalam peta budaya dan ekonomi global,” ujar Komisaris BIN, Ir. H. Febrian Ananta Kahar, dalam sambutannya di pembukaan acara puncak JKCI, Sabtu (12/7/25).

Ia menekankan pentingnya membangun jejaring antar pelaku industri agar Cerutu Jember tak hanya dikenal di dalam negeri, tetapi juga menjadi komoditas unggulan ekspor.

Baca juga: Pemerintah Kucurkan Rp12 Triliun untuk Infrastruktur Pertanian, Jember Jadi Prioritas

Selama festival berlangsung, pengunjung diajak menyusuri jejak produksi cerutu dari hulu hingga hilir. Kegiatan seperti tur ke lahan tembakau, kunjungan ke gudang fermentasi, hingga diskusi nasional mengenai penguatan ekosistem tembakau, menjadi bagian dari upaya mendekatkan masyarakat terhadap narasi yang selama ini tersembunyi di balik kepulan cerutu, kerja keras, warisan teknik, dan kekayaan alam.

“Cerutu Jember bukan sekadar produk, melainkan representasi dari tradisi dan ketekunan. JKCI adalah bentuk selebrasi sekaligus strategi promosi kolektif,” ungkap Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Jember, Sri Yuliati.

Artikel ini telah dibaca 72 kali

badge-check

Reporter

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Tak Perlu Tunggu Usaha Besar, UMKM Kerajinan Lumajang Dibekali Cara Memulai Ekspor

24 September 2026 - 09:04 WIB

Bukan Sekadar Turnamen, Percasi Lumajang Ingin Kejurprov Jadi Penggerak Sport Tourism

30 Agustus 2026 - 20:39 WIB

Percasi Lumajang Siapkan Kejurprov 2027, Target 1.000 Pecatur Ramaikan Kabupaten Lumajang

30 Agustus 2026 - 20:19 WIB

Karnaval Gucialit Dongkrak UMKM dan PKL, Kadin Lumajang Dorong Digelar Rutin

29 Agustus 2026 - 16:08 WIB

Kaki Tak Lagi Utuh, Semangat Tak Pernah Patah: Nanik Menjaga Usaha Warisan Sejak 1946

26 Agustus 2026 - 17:57 WIB

Kadin Lumajang: Sedekah Desa Wonokerto Beri Dampak bagi UMKM dan Pedagang

16 Agustus 2026 - 17:06 WIB

Trending di Ekonomi