Embun Beku Bromo 2025: Pesona Alam yang Menakjubkan - Lensa Warta

Menu ✖

Mode Gelap
Festival UMKM Meriahkan Gema Sholawat di Stadion Semeru Lumajang, Produk Lokal Jadi Sorotan Ribuan Jemaah Hadiri Gema Sholawat dan Tausiyah Kebangsaan di Stadion Semeru Lumajang Nobar Semifinal Piala Dunia 2026 Gratis di Lumajang, Warga Seru-seruan, UMKM Ikut Panen Peluang Bunda Indah Buka Popkab Lumajang 2026, Dorong Pelajar Bangun Mental Juara 98 PNS Lumajang Terima SK dan Diambil Sumpah, Bupati Tekankan Integritas

Nasional · 13 Jul 2025 07:02 WIB ·

Embun Beku Selimuti Gunung Bromo, Wisatawan Nikmati Sensasi “Salju Tropis”


 Embun Beku Selimuti Gunung Bromo, Wisatawan Nikmati Sensasi “Salju Tropis” Perbesar

Embun Beku Muncul Sejak 9 Juli 2025

Gunung Bromo kembali menyuguhkan pesonanya. Dalam tiga hari terakhir, lautan pasir (kaldera) Bromo di Kabupaten Probolinggo, Jawa Timur, diselimuti embun beku yang menyerupai lapisan salju tipis. Fenomena ini muncul pada musim kemarau dan biasanya bertahan hingga Agustus.

Khoirul Umam, sopir jip wisata Bromo, menyampaikan bahwa embun beku pertama kali terlihat pada Rabu, 9 Juli 2025. “Embun beku itu mulai tampak sejak pukul 04.00 WIB hingga matahari terbit,” ujarnya, Jumat (11/7), mengutip dari sejumlah sumber.

Wisatawan Antusias Abadikan Momen

Fenomena tahunan ini langsung menarik perhatian wisatawan. Meskipun udara di kawasan Bromo terasa sangat dingin, banyak pengunjung tetap semangat untuk mengabadikan pemandangan unik ini.

“Sayang kalau dilewatkan, serasa sedang di Eropa,” kata Arista, wisatawan asal Sidoarjo, saat menikmati suasana pagi di Bromo.

Pemandangan embun beku yang berkilau di bawah sinar matahari menjelang pagi menjadi latar foto favorit para pelancong.

Bediding: Ketika Suhu Turun Drastis

Warga setempat menyebut fenomena ini sebagai “bediding”, yaitu kondisi suhu ekstrem yang mulai terasa sejak awal Juli. Gondo Handono, pelaku jasa wisata di Bromo, menjelaskan bahwa suhu rata-rata di kawasan tersebut berkisar 5 derajat Celcius. Namun, saat bediding berlangsung, suhu bisa menurun hingga 0 derajat.

“Kami menyarankan pengunjung membawa jaket tebal, sarung tangan, dan perlengkapan hangat lainnya agar tetap nyaman menikmati embun beku,” jelas Gondo.

Bromo dan Sensasi “Salju Tropis”

Fenomena embun beku ini tak hanya menciptakan pengalaman wisata yang unik, tetapi juga menegaskan kembali daya tarik Bromo sebagai salah satu destinasi unggulan Jawa Timur.

Dengan suasana seperti “salju tropis” yang jarang ditemukan di Indonesia, kawasan Bromo sukses memanjakan wisatawan lokal maupun mancanegara.

Momen ini diprediksi akan terus berlangsung selama musim kemarau, terutama menjelang fajar, saat suhu berada di titik terendah.

Artikel ini telah dibaca 14 kali

badge-check

Reporter

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Warung Kopi Kayubi dan Cerita Secangkir Kopi dari Tanah Lumajang

7 Oktober 2026 - 11:05 WIB

Desil di Berkas Berbeda dengan Aplikasi, Dinsos Lumajang Coret Pendaftar Beasiswa

7 Oktober 2026 - 09:41 WIB

Jalan Terlalu Curam, Petugas Belum Bisa Padamkan Api di Perbukitan Argosari

6 Oktober 2026 - 17:12 WIB

Kawendra Lukistian Dapat Amanat di PBNU, Ini Semangat yang Dibawanya hingga 2031

1 Oktober 2026 - 14:15 WIB

Detik-detik Gunung Semeru Keluarkan Dentuman Keras, Terekam CCTV BPBD Lumajang

29 September 2026 - 11:32 WIB

Panen Tembakau Lumajang: Kasturi Rp33-60 Ribu, PT AOI Disebut Serap Maksimal

20 September 2026 - 10:59 WIB

Trending di Nasional