Bencana Beruntun di Piket Nol: Antara Tantangan Medan dan Upaya Keselamatan Warga - Lensa Warta

Menu

Mode Gelap
98 PNS Lumajang Terima SK dan Diambil Sumpah, Bupati Tekankan Integritas Pantai Lumajang Padat Saat Kupatan, Perputaran Ekonomi Meningkat Bupati Lumajang: Kebersihan Pantai Jadi Kunci Wisata Berkelanjutan Cegah Sejak Dini, Bupati Lumajang Ajak Warga Rutin Periksa Kesehatan Jantung Tak Hanya Jaga di Darat, SAR Lumajang Turun ke Laut Amankan Wisata Lebaran

Nasional · 31 Jul 2025 16:54 WIB ·

Bencana Beruntun di Piket Nol: Antara Tantangan Medan dan Upaya Keselamatan Warga


 Bencana Beruntun di Piket Nol: Antara Tantangan Medan dan Upaya Keselamatan Warga Perbesar

Lumajang, – Jalur Piket Nol yang selama ini menjadi penghubung penting antara Lumajang dan Malang, kini menghadapi ujian berat akibat longsor yang terjadi secara beruntun dalam tiga hari terakhir.

Terparah adalah longsor dengan enam titik sekaligus yang menutup akses jalan dan mengguncang aktivitas ekonomi serta mobilitas warga sekitar.

Longsor yang menimbun badan jalan dengan material batu, tanah, hingga pohon tumbang setinggi hampir 20 meter ini menimbulkan kemacetan panjang dan kekhawatiran serius akan keselamatan pengguna jalan.

Baca juga: Bumi Perkemahan Glagah Arum: Glamping Mewah, Film Klasik, dan Kuliner Otentik di Lereng Semeru

Sejak Selasa (29/7/25), longsor sudah mulai terjadi, namun bertambah parah saat Kamis (31/7/25) ketika titik longsor bertambah menjadi enam lokasi, terutama di sekitar Jembatan Gladak Perak, kilometer 54-57.

Salah seorang warga Malang, Anang, menceritakan pengalamannya terjebak di tengah kemacetan panjang akibat longsor ini.

Baca juga: Longsor Tutup Total Jalur Lumajang-Malang, Ratusan Kendaraan Terjebak

“Saya hendak ke Bali untuk kerja, tapi terpaksa menunda perjalanan selama dua jam karena jalan tertutup. Setelah jalan terbuka sebentar, longsor kembali terjadi di titik lain,” katanya.

Evakuasi dan pembersihan material longsor menjadi tugas berat bagi petugas. Meskipun satu unit alat berat dikerahkan, medan yang sulit dan cuaca buruk dengan intensitas hujan yang tinggi memperlambat proses.

Baca juga: Longsor Susulan Tutup Jalur Lumajang–Malang, Akses Terhambat

Kayu besar dan batu besar yang menghalangi jalan tidak mudah dipindahkan dengan cepat, sehingga akses jalan tetap tertutup dan memaksa pengendara mencari jalur alternatif.

Kepala Satlantas Polres Lumajang AKP Syaikhu, mengingatkan masyarakat untuk tidak memaksakan diri melintasi jalur ini, apalagi saat hujan.

Pergeseran tanah yang terjadi di kawasan perbukitan Piket Nol dinilai sangat berbahaya dan potensi longsor susulan masih tinggi.

“Kami sudah memasang rambu peringatan dan mengarahkan pengendara untuk menggunakan jalur alternatif via Probolinggo atau Curah Kobokan, meski jalur alternatif ini juga memiliki risiko jika terjadi banjir lahar dari Gunung Semeru,” ujar Syaikhu.

Artikel ini telah dibaca 8 kali

badge-check

Reporter

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Kenaikan Harga Pertamax Jadi Perhatian Warga Lumajang, Antrean Pertalite Mengular

11 Juni 2026 - 08:47 WIB

Pelemahan Rupiah Mulai Tekan Harga Kebutuhan Pokok di Lumajang

9 Juni 2026 - 15:22 WIB

Dampak Pelemahan Rupiah, Harga Ban Motor di Lumajang Kini Tembus Rp 325 Ribu

7 Juni 2026 - 10:38 WIB

Dari Surabaya ke Pegangsaan Timur: Jejak Panjang Bung Karno Menuju Proklamasi Kemerdekaan

6 Juni 2026 - 16:25 WIB

Beras Tetap Stabil Saat Rupiah Melemah, Cabai Justru Melonjak di Lumajang

5 Juni 2026 - 11:46 WIB

Doa Bersama di Wonorejo, PDI Perjuangan Lumajang Ajak Kader Teladani Semangat Perjuangan Bung Karno

3 Juni 2026 - 20:24 WIB

Trending di Nasional