Di Tengah Krisis Air, Di Mana Peran Pemerintah? - Lensa Warta

Menu

Mode Gelap
ASN Lumajang Tak Boleh Live Saat Jam Kerja: Aturan Baru Demi Wibawa Pelayanan Publik Pemdes Tempursari Pasang WiFi Gratis di Dusun Ketindan, Percepat Digitalisasi Desa Pemkab Lumajang Ajak Warga Sambut 2026 dengan Doa dan Kepedulian Sosial Istighotsah Akhir Tahun 2025, Bupati Lumajang Ajak Perbanyak Doa, Empati, dan Refleksi Diri Malam Natal di Lumajang, Bupati Titip Doa dan Tegaskan Komitmen Kerukunan

Bisnis · 5 Agu 2025 10:10 WIB ·

Di Tengah Krisis Air, Di Mana Peran Pemerintah?


 Di Tengah Krisis Air, Di Mana Peran Pemerintah? Perbesar

Lumajang, – Krisis kekeringan parah yang melanda Desa Tunjungrejo, Kecamatan Yosowilangun, Lumajang, menyisakan pertanyaan besar: di mana peran pemerintah saat petani berteriak minta tolong? Minimnya pasokan air, saluran irigasi yang rusak, dan lambannya respons menunjukkan lemahnya sistem mitigasi bencana sektor pertanian di tingkat daerah.

Sudah lebih dari sepekan, para petani di Dusun Krajan dan sekitarnya bergulat menyelamatkan tanaman padi dan tembakau yang mulai kering dan menguning.

Berbagai upaya dilakukan, mulai dari menyewa pompa air hingga menyedot air dari sumur-sumur dangkal. Namun, hasilnya tak sebanding dengan kebutuhan air di lahan yang luas.

Baca juga: Kades Lumajang Janji Evaluasi Karnaval Desa Usai Warganya Meninggal Dunia

“Sudah coba pompa, tapi airnya kecil. Nggak cukup buat semua sawah. Tanaman malah banyak yang kering. Kami kerja keras, tapi seperti tidak ada yang peduli,” kata Sukirno (52), seorang petani yang mulai putus asa.

Lebih parah lagi, saluran irigasi utama yang menjadi andalan saat musim tanam justru tak berfungsi maksimal. Di beberapa titik, saluran tertutup lumpur dan sampah. Debit air dari hulu juga terus menyusut, memperburuk kondisi di hilir.

Baca juga: Tragedi di Karnaval Sound Horeg Lumajang, Dokter RSUD Pasirian Jelaskan Kondisi Korban Sebelum Meninggal

“Kami ini rakyat kecil. Kalau pemerintah diam saja, terus kami harus bagaimana?” ujar Mulyono, petani lain yang mengaku rugi jutaan rupiah karena tanaman tembakaunya tak tumbuh optimal.

Kepala Desa Tunjungrejo, Sudarto, menyebut sudah berkali-kali melaporkan kondisi darurat ini ke kecamatan dan Dinas Pertanian Lumajang. Namun respon yang diterima masih sebatas janji koordinasi dan pendataan.

“Kami sudah kirim laporan, bahkan usulan bantuan pompa air dan pengerukan saluran irigasi. Tapi sampai sekarang belum ada tindakan nyata. Sementara petani makin terdesak,” jelas Sudarto.

Artikel ini telah dibaca 28 kali

badge-check

Reporter

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Tantangan dan Strategi UMKM Lumajang di Tengah Gelombang Produk Impor

24 Maret 2026 - 11:50 WIB

Pemkab Lumajang Perluas Warung Pengendali Inflasi, Beras dan Minyak Dijual Lebih Murah

9 Maret 2026 - 18:11 WIB

Pasar Murah Ramadan, Warga Lumajang Bisa Dapat Sayur dan Sembako Lebih Murah

2 Maret 2026 - 18:23 WIB

Musim Hujan Tidak Menghalangi Untung, Harga Blewah di Lumajang Naik Saat Ramadan

25 Februari 2026 - 09:46 WIB

Dari Rp40.000 ke Rp125.000, Lonjakan Harga Cabai Rawit Bikin Pembeli Terkejut

23 Februari 2026 - 17:17 WIB

Manisnya Sunnah, Manisnya Ekonomi, Kurma Sukari Membanjiri Toko Haikal

21 Februari 2026 - 11:04 WIB

Trending di Bisnis