Kades Lumajang Janji Evaluasi Karnaval Desa usai makan korban

Menu ✖

Mode Gelap
Ratusan Pemain Mobile Legends dan Free Fire Bersaing dalam Kejurkab E-Sport Lumajang Festival UMKM Meriahkan Gema Sholawat di Stadion Semeru Lumajang, Produk Lokal Jadi Sorotan Ribuan Jemaah Hadiri Gema Sholawat dan Tausiyah Kebangsaan di Stadion Semeru Lumajang Nobar Semifinal Piala Dunia 2026 Gratis di Lumajang, Warga Seru-seruan, UMKM Ikut Panen Peluang Bunda Indah Buka Popkab Lumajang 2026, Dorong Pelajar Bangun Mental Juara

Daerah · 4 Agu 2025 15:19 WIB ·

Kades Lumajang Janji Evaluasi Karnaval Desa Usai Warganya Meninggal Dunia


 Kades Lumajang Janji Evaluasi Karnaval Desa Usai Warganya Meninggal Dunia Perbesar

Lumajang,  – Kepala Desa Selok Awar-awar, Didik Nurhandoko, menyatakan akan mengevaluasi pelaksanaan karnaval desa, termasuk penggunaan sound horeg (sound system berdaya besar), setelah seorang warganya, Anik Mutmainah (38), meninggal dunia secara mendadak saat menyaksikan acara tersebut.

Baca juga: Nonton Sound Horeg, Ibu Muda di Lumajang Meninggal Dunia

Peristiwa tragis itu terjadi pada Sabtu malam (2/8), ketika Desa Selok Awar-awar sedang menggelar karnaval dalam rangka memperingati HUT ke-80 Republik Indonesia.

Anik, seorang ibu rumah tangga yang terkenal aktif dalam kegiatan desa, ambruk di tengah keramaian warga yang memadati rute karnaval.

Meski warga sempat membawanya ke RSUD Pasirian, nyawanya tak tertolong. Dokter menyatakan ia sudah dalam kondisi henti jantung dan napas saat tiba di rumah sakit.

Baca juga: Tragedi di Karnaval Sound Horeg Lumajang, Dokter RSUD Pasirian Jelaskan Kondisi Korban Sebelum Meninggal

“Kami sangat kehilangan Bu Anik. Beliau warga yang aktif dan turut mempromosikan acara ini lewat media sosial. Kejadian ini menjadi catatan serius bagi kami, dan ke depan kami akan melakukan evaluasi menyeluruh terhadap pelaksanaan kegiatan seperti ini,” kata Didik, Senin (4/8/25).

Didik menjelaskan bahwa Anik datang sendiri ke lokasi acara dari rumahnya yang berjarak sekitar satu kilometer. Sebelum terjatuh, ia sempat mengunggah video suasana karnaval di akun Facebook pribadinya, termasuk flyer acara yang ia bagikan beberapa hari sebelumnya.

Baca juga: Kejaksaan Usut Dugaan Penyerobotan 9.600 Meter Lahan Negara di Bekas Sungai Asem Lumajang

“Kami tidak pernah menyangka hal ini akan terjadi. Bu Anik dikenal sangat menyukai suasana karnaval, termasuk sound system-nya. Namun ke depan, kami harus lebih memperhatikan aspek kesehatan dan keamanan bagi pengunjung,” kata Didik.

Keluarga Anik telah menerima dengan ikhlas

Meskipun jalur iring-iringan karnaval tidak melewati depan rumah korban, Anik secara sukarela hadir ke titik keramaian. Pihak keluarga, menurut Didik, telah menerima peristiwa ini dengan ikhlas dan menyebut sebagai takdir.

“Saat ikut memakamkan jenazah, keluarga menyampaikan bahwa mereka ikhlas. Tapi tentu kami tidak bisa anggap ini hal biasa. Evaluasi harus dilakukan, agar kejadian serupa tidak terulang di masa mendatang,” tegasnya.

Artikel ini telah dibaca 48 kali

badge-check

Reporter

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Sudetan Sungai Dibangun di Wareng, Upaya Mengurangi Ancaman Lahar Semeru ke Permukiman

4 November 2026 - 16:00 WIB

Tujuh Kecamatan Dilanda Bencana, Pemkab Lumajang Berlakukan Siaga Darurat hingga Januari 2027

4 November 2026 - 09:33 WIB

Demi Sekolah dan Belanja, Warga Sumberlangsep Harus Menyeberangi Aliran Lahar

3 November 2026 - 12:39 WIB

Bupati Lumajang Sebut Tidak Ada Korban Jiwa dalam Banjir Lahar Semeru

3 November 2026 - 10:01 WIB

Banjir Lahar Semeru Hanyutkan 600 Bronjong di Sungai Glidik Lumajang

3 November 2026 - 08:31 WIB

Badan Geologi: Lahar Semeru Bukan Indikasi Peningkatan Tekanan Magmatik

2 November 2026 - 20:53 WIB

Trending di Nasional