Pemberdayaan Masyarakat Lumajang untuk Kemandirian - Lensa Warta

Menu

Mode Gelap
Pemdes Tempursari Pasang WiFi Gratis di Dusun Ketindan, Percepat Digitalisasi Desa Pemkab Lumajang Ajak Warga Sambut 2026 dengan Doa dan Kepedulian Sosial Istighotsah Akhir Tahun 2025, Bupati Lumajang Ajak Perbanyak Doa, Empati, dan Refleksi Diri Malam Natal di Lumajang, Bupati Titip Doa dan Tegaskan Komitmen Kerukunan Jalan Baru Pasrujambe Buka Akses Ekonomi dan Percepat Pertumbuhan Desa

Nasional · 7 Agu 2025 04:51 WIB ·

Kertas Pelepah Pisang Jadi Simbol Inovasi Pemberdayaan Masyarakat Lumajang


 Kertas Pelepah Pisang Jadi Simbol Inovasi Pemberdayaan Masyarakat Lumajang Perbesar

Bupati Lumajang, Indah Amperawati (Bunda Indah), menegaskan pentingnya memperkuat program pemberdayaan sosial sebagai strategi utama untuk mendorong kemandirian ekonomi masyarakat, terutama bagi keluarga penerima manfaat Program Keluarga Harapan (PKH).

Dalam kegiatan Pertemuan Peningkatan Kemampuan Keluarga (P2K2) yang berlangsung di Dusun Sidodi, Desa Gucialit, Selasa (5/8/2025), Bunda Indah menyampaikan bahwa program ini lebih dari sekadar bantuan sosial.

“Program dari Kementerian Sosial ini bukan sekadar bantuan, tapi jalan untuk memandirikan warga. Mereka kita latih, fasilitasi, dan bentuk dalam kelompok usaha agar bisa lepas dari ketergantungan bantuan,” tegasnya.

Kreativitas dan Ekonomi Berkelanjutan

Menurutnya, banyak kelompok masyarakat di Lumajang telah mengikuti pelatihan dan menerima dukungan usaha. Mereka mulai mengembangkan produk dari rumah, termasuk barang-barang kreatif yang bernilai ekonomi tinggi. Salah satu inovasi yang menonjol adalah pelatihan pembuatan kertas dari pelepah pisang—produk ramah lingkungan yang memiliki potensi pasar.

“Ini bukan hanya soal kreativitas, tapi soal keberlanjutan ekonomi. Kami ingin warga tidak hanya keluar dari PKH, tapi juga naik kelas menjadi pelaku usaha dan pemberi manfaat bagi lingkungannya,” jelas Bunda Indah.

Sinergi Lintas Sektor Jadi Kunci

Bunda Indah menekankan bahwa keberhasilan program pemberdayaan membutuhkan kolaborasi dari berbagai pihak. Perangkat desa, pendamping sosial, dan kelembagaan lainnya harus bekerja sama untuk memastikan proses pemberdayaan berjalan secara berkelanjutan.

“Perangkat desa dan pendamping harus terlibat aktif. Jangan hanya mencatat kehadiran peserta pelatihan. Dampingi prosesnya sampai usaha itu betul-betul jalan dan berdampak,” ujarnya.

Transformasi Sosial Menuju Masyarakat Mandiri

Program P2K2 merupakan bagian dari transformasi sosial yang diinisiasi Kementerian Sosial RI. Program ini bertujuan meningkatkan kapasitas keluarga penerima manfaat di bidang kewirausahaan, literasi keuangan, dan perencanaan keluarga.

Melalui pendekatan ini, pemerintah ingin agar masyarakat tidak sekadar mengandalkan bantuan, tetapi mampu berdiri di atas kaki sendiri dalam jangka panjang.

Bunda Indah menyatakan bahwa Pemkab Lumajang berkomitmen mendukung pemberdayaan sosial melalui regulasi, akses pasar, dan kolaborasi lintas sektor.

“Visi kita adalah masyarakat yang produktif, berdaya saing, dan tidak bergantung. Maka, pemberdayaan sosial harus menjadi arus utama dalam penanggulangan kemiskinan,” pungkasnya.

Artikel ini telah dibaca 8 kali

badge-check

Reporter

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Widarto Tegur Sekda Jember di Rapat Banggar, Jangan Berpolitik dengan Data Bantuan

30 Desember 2025 - 16:42 WIB

Widarto Cium Politisasi Birokrasi dalam Pengelolaan Data DBHCHT di Jember

30 Desember 2025 - 16:22 WIB

Rute Surabaya-Palangkaraya Jadi Upaya Citilink Permudah Mobilitas Wisata dan Bisnis

24 Desember 2025 - 18:28 WIB

Gunung Semeru Erupsi, Kolom Abu Capai 900 Meter, Status Masih Siaga

20 Desember 2025 - 19:57 WIB

Bank Indonesia Prediksi Penjualan Eceran Surabaya Naik 19,7 Persen YoY di November 2025

20 Desember 2025 - 13:37 WIB

Gunung Semeru Erupsi, Kolom Abu Capai 1.000 Meter Mengarah ke Timur

20 Desember 2025 - 12:57 WIB

Trending di Nasional