Pemberdayaan Masyarakat Lumajang untuk Kemandirian - Lensa Warta

Menu ✖

Mode Gelap
Festival UMKM Meriahkan Gema Sholawat di Stadion Semeru Lumajang, Produk Lokal Jadi Sorotan Ribuan Jemaah Hadiri Gema Sholawat dan Tausiyah Kebangsaan di Stadion Semeru Lumajang Nobar Semifinal Piala Dunia 2026 Gratis di Lumajang, Warga Seru-seruan, UMKM Ikut Panen Peluang Bunda Indah Buka Popkab Lumajang 2026, Dorong Pelajar Bangun Mental Juara 98 PNS Lumajang Terima SK dan Diambil Sumpah, Bupati Tekankan Integritas

Nasional · 7 Agu 2025 04:51 WIB ·

Kertas Pelepah Pisang Jadi Simbol Inovasi Pemberdayaan Masyarakat Lumajang


 Kertas Pelepah Pisang Jadi Simbol Inovasi Pemberdayaan Masyarakat Lumajang Perbesar

Bupati Lumajang, Indah Amperawati (Bunda Indah), menegaskan pentingnya memperkuat program pemberdayaan sosial sebagai strategi utama untuk mendorong kemandirian ekonomi masyarakat, terutama bagi keluarga penerima manfaat Program Keluarga Harapan (PKH).

Dalam kegiatan Pertemuan Peningkatan Kemampuan Keluarga (P2K2) yang berlangsung di Dusun Sidodi, Desa Gucialit, Selasa (5/8/2025), Bunda Indah menyampaikan bahwa program ini lebih dari sekadar bantuan sosial.

“Program dari Kementerian Sosial ini bukan sekadar bantuan, tapi jalan untuk memandirikan warga. Mereka kita latih, fasilitasi, dan bentuk dalam kelompok usaha agar bisa lepas dari ketergantungan bantuan,” tegasnya.

Kreativitas dan Ekonomi Berkelanjutan

Menurutnya, banyak kelompok masyarakat di Lumajang telah mengikuti pelatihan dan menerima dukungan usaha. Mereka mulai mengembangkan produk dari rumah, termasuk barang-barang kreatif yang bernilai ekonomi tinggi. Salah satu inovasi yang menonjol adalah pelatihan pembuatan kertas dari pelepah pisang—produk ramah lingkungan yang memiliki potensi pasar.

“Ini bukan hanya soal kreativitas, tapi soal keberlanjutan ekonomi. Kami ingin warga tidak hanya keluar dari PKH, tapi juga naik kelas menjadi pelaku usaha dan pemberi manfaat bagi lingkungannya,” jelas Bunda Indah.

Sinergi Lintas Sektor Jadi Kunci

Bunda Indah menekankan bahwa keberhasilan program pemberdayaan membutuhkan kolaborasi dari berbagai pihak. Perangkat desa, pendamping sosial, dan kelembagaan lainnya harus bekerja sama untuk memastikan proses pemberdayaan berjalan secara berkelanjutan.

“Perangkat desa dan pendamping harus terlibat aktif. Jangan hanya mencatat kehadiran peserta pelatihan. Dampingi prosesnya sampai usaha itu betul-betul jalan dan berdampak,” ujarnya.

Transformasi Sosial Menuju Masyarakat Mandiri

Program P2K2 merupakan bagian dari transformasi sosial yang diinisiasi Kementerian Sosial RI. Program ini bertujuan meningkatkan kapasitas keluarga penerima manfaat di bidang kewirausahaan, literasi keuangan, dan perencanaan keluarga.

Melalui pendekatan ini, pemerintah ingin agar masyarakat tidak sekadar mengandalkan bantuan, tetapi mampu berdiri di atas kaki sendiri dalam jangka panjang.

Bunda Indah menyatakan bahwa Pemkab Lumajang berkomitmen mendukung pemberdayaan sosial melalui regulasi, akses pasar, dan kolaborasi lintas sektor.

“Visi kita adalah masyarakat yang produktif, berdaya saing, dan tidak bergantung. Maka, pemberdayaan sosial harus menjadi arus utama dalam penanggulangan kemiskinan,” pungkasnya.

Artikel ini telah dibaca 19 kali

badge-check

Reporter

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Karhutla Dilaporkan Meluas di Perbatasan Lumajang-Probolinggo, Perhutani Siagakan Petugas

9 Oktober 2026 - 21:33 WIB

Jika Ada Dugaan Keracunan MBG, Dinkes Lumajang Tak Mau Langsung Menyebut Keracunan

8 Oktober 2026 - 14:44 WIB

Desil di Berkas Berbeda dengan Aplikasi, Dinsos Lumajang Coret Pendaftar Beasiswa

7 Oktober 2026 - 09:41 WIB

Jalan Terlalu Curam, Petugas Belum Bisa Padamkan Api di Perbukitan Argosari

6 Oktober 2026 - 17:12 WIB

Kawendra Lukistian Dapat Amanat di PBNU, Ini Semangat yang Dibawanya hingga 2031

1 Oktober 2026 - 14:15 WIB

Detik-detik Gunung Semeru Keluarkan Dentuman Keras, Terekam CCTV BPBD Lumajang

29 September 2026 - 11:32 WIB

Trending di Nasional