BPBD Lumajang Aktifkan Relawan di Titik Rawan Banjir Lahar Semeru - Lensa Warta

Menu ✖

Mode Gelap
Festival UMKM Meriahkan Gema Sholawat di Stadion Semeru Lumajang, Produk Lokal Jadi Sorotan Ribuan Jemaah Hadiri Gema Sholawat dan Tausiyah Kebangsaan di Stadion Semeru Lumajang Nobar Semifinal Piala Dunia 2026 Gratis di Lumajang, Warga Seru-seruan, UMKM Ikut Panen Peluang Bunda Indah Buka Popkab Lumajang 2026, Dorong Pelajar Bangun Mental Juara 98 PNS Lumajang Terima SK dan Diambil Sumpah, Bupati Tekankan Integritas

Nasional · 17 Sep 2025 14:02 WIB ·

BPBD Lumajang Aktifkan Relawan di Titik Rawan Banjir Lahar Semeru


 BPBD Lumajang Aktifkan Relawan di Titik Rawan Banjir Lahar Semeru Perbesar

Lumajang, – Menghadapi potensi bencana banjir lahar dingin akibat fenomena kemarau basah, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Lumajang mengambil langkah konkret dengan mengaktifkan relawan di sejumlah titik rawan di sekitar Gunung Semeru.

Langkah ini dilakukan sebagai bentuk kesiapsiagaan menghadapi meningkatnya curah hujan meski masih dalam musim kemarau.

Fenomena cuaca tak biasa ini menyebabkan tingginya risiko banjir lahar dingin, khususnya di wilayah-wilayah yang dilintasi daerah aliran sungai (DAS) yang berhulu di Gunung Semeru, seperti Curah Kobokan, Sungai Glidik, Sungai Regoyo, Besuk Sat, dan Sungai Rejali.

Baca juga:Ruang Usaha Rakyat Jadi Sumber Solidaritas Baru di Lumajang

“Kami sudah menempatkan relawan di beberapa titik rawan untuk memantau kondisi secara langsung dan memberikan laporan berkala,” kata Kabid Kedaruratan dan Rehabilitasi BPBD Lumajang, Yudhi Cahyono, Rabu (17/9/25).

BPBD mencatat enam kecamatan yang termasuk dalam zona rawan terdampak, yakni Pronojiwo, Candipuro, Pasirian, Tempeh, Tempursari, dan beberapa desa di sepanjang jalur sungai yang berhulu di lereng Semeru.

Baca juga: BKD Lumajang: Rekrutmen ASN Adalah Wewenang Pusat, Daerah Hanya Menunggu

Menurut Yudhi, banjir lahar dingin bisa terjadi sewaktu-waktu ketika hujan turun di kawasan atas gunung, membawa material vulkanik yang tersisa dari erupsi sebelumnya menuju daerah yang lebih rendah.

Kondisi geografis seperti kemiringan lereng dan panjang aliran sungai memperbesar risiko ini.

“Kami imbau warga untuk terus memantau informasi dari petugas, terutama saat hujan deras mengguyur wilayah hulu,” tambahnya.

Artikel ini telah dibaca 22 kali

badge-check

Reporter

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Kawendra Lukistian Dapat Amanat di PBNU, Ini Semangat yang Dibawanya hingga 2031

1 Oktober 2026 - 14:15 WIB

Detik-detik Gunung Semeru Keluarkan Dentuman Keras, Terekam CCTV BPBD Lumajang

29 September 2026 - 11:32 WIB

Panen Tembakau Lumajang: Kasturi Rp33-60 Ribu, PT AOI Disebut Serap Maksimal

20 September 2026 - 10:59 WIB

Semeru Level III, Diskominfo Lumajang Ingatkan Bahaya Hoaks: Foto Lama Bisa Picu Kepanikan

15 September 2026 - 13:22 WIB

Karhutla Blok Metigi Renteng Belum Sepenuhnya Tuntas, Asap Masih Terlihat di Medan Curam

14 September 2026 - 19:44 WIB

Kolom Abu Semeru Capai 1.000 Meter, BPBD Lumajang Perketat Pemantauan

14 September 2026 - 14:00 WIB

Trending di Nasional