BKD Lumajang: Rekrutmen ASN Adalah Wewenang Pusat, Daerah Hanya Menunggu - Lensa Warta

Menu

Mode Gelap
Nobar Semifinal Piala Dunia 2026 Gratis di Lumajang, Warga Seru-seruan, UMKM Ikut Panen Peluang Bunda Indah Buka Popkab Lumajang 2026, Dorong Pelajar Bangun Mental Juara 98 PNS Lumajang Terima SK dan Diambil Sumpah, Bupati Tekankan Integritas Pantai Lumajang Padat Saat Kupatan, Perputaran Ekonomi Meningkat Bupati Lumajang: Kebersihan Pantai Jadi Kunci Wisata Berkelanjutan

Daerah · 12 Sep 2025 13:50 WIB ·

BKD Lumajang: Rekrutmen ASN Adalah Wewenang Pusat, Daerah Hanya Menunggu


 BKD Lumajang: Rekrutmen ASN Adalah Wewenang Pusat, Daerah Hanya Menunggu Perbesar

Lumajang, – Pemerintah Kabupaten Lumajang diperkirakan akan kehilangan ribuan aparatur sipil negara (ASN) dalam beberapa tahun ke depan.

Berdasarkan data usia PNS, sebanyak 1.200 orang diproyeksikan pensiun dalam empat tahun ke depan, dan jumlahnya bisa mencapai 3.000 orang dalam tujuh tahun mendatang. Jumlah ini setara dengan sekitar 75% dari total ASN yang saat ini berada di kisaran 4.000 orang.

Yang mengkhawatirkan lagi, sebagian besar dari mereka yang akan pensiun menduduki jabatan struktural dan fungsional penting dalam birokrasi pemerintahan.

Namun hingga saat ini, belum terlihat adanya langkah konkret dari Pemkab Lumajang untuk mengantisipasi kekosongan tersebut.

Baca juga: Ketika Lumajang Menjadi Jepang, Cerita Musim Semi Singkat di Embong Kembar

Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Lumajang, Ari Murcono, menjelaskan proses rekrutmen ASN bukan menjadi kewenangan pemerintah daerah, melainkan kebijakan dari pemerintah pusat. Daerah, dalam hal ini, hanya dapat menyesuaikan dan menunggu arahan resmi.

“Namanya penerimaan ASN itu kebijakan pusat. Di tahun 2025 ini fokusnya masih pada penataan tenaga non-ASN, jadi pemerintah masih menyelesaikan itu dulu,” kata Ari saat dihubungi melalui sambungan teleponnya, Jumat (12/9/25).

Baca juga: Polrestabes Surabaya Gagalkan Peredaran 84,7 Kg Sabu dan 40 Ribu Ekstasi Jaringan Kalimantan-Jawa

Ia menyebutkan pihaknya telah melakukan diskusi dengan Kepala BKN Regional II Surabaya mengenai persoalan ini. Namun, tren ke depan justru menunjukkan bahwa jumlah ASN akan dikurangi, bukan ditambah. Ini berkaitan dengan kebijakan digitalisasi dalam manajemen kepegawaian.

“Dengan majunya teknologi, idealnya jumlah ASN tumbuh negatif. Kalau dua pensiun, belum tentu satu diganti. Bahkan bisa jadi nol,” tambah Ari.

Apa lagi, kata dua, BKD Lumajang masih fokus menyelesaikan proses administrasi dan penataan pegawai pemerintah dengan perjanjian kerja (P3K). Rekrutmen ASN baru, menurut Ari, belum menjadi prioritas dalam waktu dekat karena menunggu kepastian dari pusat.

“Rencana kebutuhan tetap kita hitung, tapi ya tidak mungkin kita bergerak sendiri. Harus sesuai arahan pusat,” pungkasnya.

Artikel ini telah dibaca 110 kali

badge-check

Reporter

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Jabatan Kosong Tak Perlu Menunggu, Bunda Indah Dorong Pengisian Bertahap

18 September 2026 - 08:50 WIB

Dapat Amanah Baru, Bunda Indah Minta ASN Lumajang Tak Berhenti Belajar

18 September 2026 - 08:48 WIB

Bukan Sekadar Studi Banding, Bunda Indah Dorong ASN Lumajang Berani Meniru Inovasi yang Lebih Baik

18 September 2026 - 08:46 WIB

Bukan Cuma Hiburan, Bunda Indah Ingin Ponsel Jadi Jendela Pengetahuan di Ruang Publik Lumajang

18 September 2026 - 08:44 WIB

Bunda Indah Soroti Potensi Kebocoran Pendapatan, Minta Pemkab Lumajang Perkuat Sistem Digital

18 September 2026 - 08:41 WIB

Bunda Indah Bekali Pejabat Lumajang: Hadapi Masalah Satu per Satu, Jangan Takut Cari Solusi

18 September 2026 - 08:39 WIB

Trending di Daerah